Bulan puasa selalu identik dengan ritual membangunkan sahur. Biasanya, masyarakat berinisiatif untuk keliling kampung supaya orang-orang bangun dari tidur lelapnya. Dengan menggunakan kentongan, galon dan alat yang bisa dipukul lainnya, mereka sanggup bangunkan warga supaya tidak terlambat untuk makan sahur.

Namun, itu adalah cara membangunkan sahur level standar gengs. Ada lho orang-orang yang membangunkan sahur dengan cara yang tak biasa. Mau tahu seperti apa? Simak ulasan di bawah ini ya.

Bangunkan sahur ala suporter bola

Untuk cara bangunkan sahur dari Kampung Sampay Gg Manggah 02/02 Gg Macan 03/02 Desa Tugu Utara Kecamatan Cisarua Kabupaten Bogor, ini bisa ditiru nih. Dilansir dari akun instagram @media.netizen, terlihat banyak pemuda yang membangunkan sahur ala suporter bola. Tak hanya yel-yel, tapi mereka juga menggunakan tabuhan supaya mirip dengan suasana di lapangan bola. Sepertinya orang yang malas bangun saja, auto buka mata deh lantaran suara dari para pemuda ini.

Pakai cover lagu berjudul Pokok’e Joget

Tak kalah kreatif dengan yang di atas, para pemuda ini membangunkan sahur menggunakan sebuah lagu. Mereka memakai lagu berjudul Pokok’e Joget untuk menciptakan nada supaya tidak terdengar membosankan. Selain itu, supaya lebih kece, anak-anak ini menambahkan alat musik drum band untuk melengkapi lagunya. Jadi, yang mendengarkan ini dijamin langsung nyanyi deh.

Keliling kampung menggunakan traktor

Biasanya orang-orang berjalan kaki ketika membangunkan sahur. Alasannya ya karena mereka hanya membangunkan warga yang ada di satu kampung saja. Tapi, hal berbeda dilakukan oleh warga Desa Cisahang, Majalengka, Jawa Barat. Mereka memakai traktor untuk mengelilingi kampung. Nah, mereka yang menaiki traktor akan menabuh gong serta menyanyi lagu tradisional juga gengs. Cukup unik ya? Tapi, mereka naik traktor karena tak ada kendaraan lain atau capek ya?

Menggunakan kostum pocong supaya sesuai dengan suasana dini hari

Dini hari pada saat kita bangun sahur memang diidentikkan dengan munculnya makhluk halus. Hal inilah yang membuat lelaki-lelaki ini jadi kepikiran untuk menggunakan kostum pocong ketika membangunkan sahur. Jadilah mereka berkeliling jalan raya di sekitaran kampungnya memakai kostum tersebut lengkap dengan kerandanya. Kalau penulis sih sepertinya bakal lari deh jika melihat mereka. Pasalnya, apabila berdekatan dengan pemuda-pemuda itu rasanya seperti dikeroyok pocong. Hiiiii….

BACA JUGA : Ternyata Seperti Ini Lho Tradisi Membangunkan Sahur di Masa Rasulullah

Cara membangunkan sahur di atas jadi bukti betapa kreatifnya orang Indonesia. Mungkin, ada nih salah satu metode di atas yang bakal ditiru di beberapa daerah. Kalau di kampung kalian ada enggak yang bangunkan sahurnya antimainstream seperti di atas?