Keberadaan Pasukan Pengaman Presiden (Paspampres) memang sangat diperlukan untuk menjaga orang nomor satu di Indonesia. Mulai dari era Sukarno hingga Jokowi, satuan khusus tersebut mengalami banyak perubahan. Khususnya dari segi teknologi hingga gaya pengamanan.

Baru-baru ini, sosok Jokowi Angels menjadi sorotan karena menampilkan banyak wanita-wanita berparas cantik namun memiliki skill mematikan. Beda dengan Cakrabirawa yang menjaga Sukarno, mereka juga mempunyai protokoler dan gaya pengamanan yang tak kalah gaharnya. Seperti apa perbandingan antara dua satuan elit lintas zaman tersebut? Simak ulasan berikut.

Beda gaya pengawalan antara Cakrabirawa dan Jokowi Angel’s

Di masa pemerintahan Sukarno, Cakrabirawa menerapkan keamanan berlapis untuk melindungi sang RI 1. Dilansir dari merdeka.com, ring satu menempel pada presiden adalah Detasemen Kawal Pribadi (DKP). Setelah itu, di ring dua ada Detasemen Kawal Chusus (DKC) yang menjaga hingga radius 50 meter. Untuk pengamanan luar, ada Detasemen Kawal Kehormatan (DKK).

Perbedaan Jokowi Angel’s dan Cakrabirawa [sumber gambar]
Untuk Jokowi Angel’s yang beranggotakan wanita, pengamanan pun tak kalah ketatnya. Dilansir dari tirto.id, mereka juga melakukan serangkaian operasi untuk mengamankan obyek, seperti pengamanan langsung jarak dekat, pengamanan instalasi yang digunakan oleh objek, pengamanan dalam perjalanan, makanan, medis, hingga penyelamatan objek dalam kondisi darurat.

Busana lintas zaman yang mencerminkan kondisi negara saat itu

Karena hidup di zaman yang berbeda, ada perbedaan soal busana antara Cakrabirawa yang mengawal Sukarno dan Jokowi Angel’s yang menjaga Presiden Joko Widodo. Seperti yang kita tahu, Cakrabirawa memakai seragam berwarna hijau khas tentara lengkap dengan senapan yang siaga selama 24 jam. Maklum, Sukarno kerap mendapat teror dari orang-orang yang kontra terhadap kebijakannya sebagai kepala negara.

Perbedaan seragam yang begitu kentara [sumber gambar]
Jauh di masa depan, Jokowi Angel’s tampil fleksibel dan menyesuaikan zaman. Bukan seragam tempur layaknya Cakrabirawa, tapi menggunakan setelan jas formal berwarna hitam yang dipadupadankan dengan kemeja putih. Tak ketinggalan, kacamata hitam dipakai yang semakin menambah kesan gahar.

Sama-sama diisi orang-orang pilihan

Karena merupakan unit khusus yang menjaga Presiden dan keluarganya, anggota dari Cakrabirawa dan Jokowi Angel’s diambil dari individu berprestasi dari tiga matra. Laman tirto.id menuliskan, pasukan pengawal Presiden Jokowi dari Jokowi Angel’s diambil dari anggota terbaik TNI, baik AD, AL, maupun AU.

Sedangkan Cakrabirawa yang mengawal Sukarno, juga melakukan seleksi di tiga matra (Darat, Laut ,Udara) dan kepolisian. Mereka dilatih secara keras, baik dari segi fisik, kemampuan intelegensi, hingga teknik pertempuran khusus. Untuk Jokowi Angel’s, mereka juga harus menguasai gerak bahasa tubuh, penguasaan bahasa Inggris dan kemampuan pengawalan yang humanis.

Jokowi Angel’s jadi bentuk emansipasi wanita yang tidak ada di zaman Sukarno

Salah satu perbedaan yang mencolok antara Jokowi Angel’s dan Cakrabirawa adalah dari sisi personelnya. Seperti yang kita tahu, pasukan pengamanan Presiden di era Sukarno hampir seluruhnya merupakan seorang laki-laki. Karena satuan khusus memerlukan fisik yang prima dan kuat, penggunaan tenaga perempuan sebagai pasukan pelindung Presiden bisa jadi bukan pilihan yang tepat pada saat itu.

Beranjak di era kepemimpinan Presiden Jokowi, penggunaan tenaga wanita yang diambil dari satuan Kowad, Kowal dan Wara TNI AU, mulai diberlakukan. Mereka pun berhasil menjadi tameng hidup presiden sebagai Paspampres yang bernama Jokowi Angel’s

BACA JUGA: Resimen Cakrabirawa, Pasukan Pengawal Presiden yang Menjadi Kambing Hitam Tumbangnya Orde Lama

Perbedaan gender dari kedua satuan lintas zaman tersebut, menjadi sebuah hal menarik yang menjadi bagian sejarah dari perjalanan pasukan Paspampres. Meski memiliki perbedaan dari sisi busana, teknologi dan beragam peristiwa yang dilalui, toh keduanya memiliki peran yang sama, yakni melindungi keselamatan Presiden dan keluarganya.