Wilayah Antartika yang diselimuti oleh miliaran ton es dan kabut bersalju, hingga saat ini masih menyimpan sejumlah rahasia yang belum terungkap secara jelas. Salah satunya mengenai keberadaan benua misterius yang diyakini ada di balik tembok raksasa Antartika.

Dikutip dari laman chroniclingamerica.loc.gov, terpampang sebuah peta aneh yang menunjukkan beberapa pulau kecil di luar gambar wilayah benua asli di bumi. Jejak visual yang berada dalam sebuah manuskrip kuno tersebut, diterbitkan oleh koran Hawaiian Gazzete pada Jum’at, 11 Januari 1907. Dijelaskan lebih jauh, peta tersebut ditemukan berada di dalam gulungan yang berlokasi di sebuah kuil Buddha, di mana letaknya ada di tengah-tengah pegunungan Jepang.

Peta Kuno yang menunjukkan adanya benua di luar tembok es Antartika [sumber gambar]
Peta kuno itu sendiri digambar sesuai kaidah proyeksi Mercator, yang merupakan teknik peta silinder dan pertama kali dikenalkan oleh ahli gerografi bernama Gerardus Mercator pada 1959. Gambar tersebut menunjukkan, kutub utara sebagai pusat dari lingkaran lima benua yang selama ini kita kenal. Dengan adanya gambar tersebut, kita bisa flashback sejenak tentang upaya Amerika Serikat dalam operasi rahasianya demi menguak tabir misteri yang ada di baliknya.

Dalam peta yang ditemukan oleh seorang warga Jepang yang bernama Dr. Kobayashi itu, terlihat jelas bahwa benua yang selama ini dikenal berjumlah lima (Australia, Eropa, Amerika, Asia dan Afrika), ternyata tidak sendirian. Berdasarkan gambar yang ada, ternyata masih banyak benua lainnya di luar sana yang masih belum dijamah oleh manusia modern.

Ada lembah yang kering dan tak bersalju di Antartika [sumber gambar]
Untuk soal yang satu ini, Amerika Serikat berada di garis terdepan dengan menggelar sebuag ekspedisi yang tercatat dalam sejarah. Hal ini bisa ditelusuri dari dua operasi rahasia bersandi Operation Highjump (1946-1947) dan Operation Deep Freeze (1956-1957). Dalam laman south-pole.com dituliskan, operasi ini melibatkan banyak unit militer dan termasuk yang terbesar sepanjang sejarah umat manusia. Terutama Operation Highjump.

Dalam sebuah tayangan video yang memuat wawancaranya dengan televisi lokal, Admiral Byrd menjelaskan, ada sebuah wilayah sebesar Amerika Serikat yang belum pernah dilihat oleh manusia modern di belahan bumi mana pun. Dirinya juga melanjutkan, lokasi benua itu melewati kutub dan bisa dibilang berada di sisi lain Antartika.

Digambarkan oleh Admiral Byrd, ada sebuah wilayah di sana yang tidak tertutupi oleh salju dan berair hangat.
Ia juga memperingatkan, Amerika Serikat harus mewaspadai dengan kemungkinan adanya serangan musuh yang bisa saja datang dari wilayah tersebut. Sebagai seorang perwira militer yang kenyang dengan pengalaman tempur, pernyataan Admiral Byrd tersebut tentu saja tidak bisa diabaikan begitu saja. Sayang, dirinya keburu wafat sehingga apa yang telah dilihatnya itu masih menjadi misteri hingga saat ini.

Berangkat dari temuan tersebut, Amerika Serikat selaku negara yang pernah melakukan ekspedisi di wilayah kutub tersebut, akhirnya menerapkan kebijakan yang kini dikenal sebagai Antartic Treat System (ATS). Isinya adalah, mengakui secara internasional dan ditandatangani oleh 46 negara, bahwa Antartika merupakan satu-satunya benua di muka bumi yang tidak memiliki penduduk asli, dan hanya boleh menggunakan wilayahnya sebagai lokasi penelitian ilmu pengetahuan. Selain itu, aktivitas militer juga dilarang beroperasi di sana.

BACA JUGA: Misteri Tembok Es Antartika yang Disembunyikan Pemerintah Amerika Dari Mata Dunia

Penulis memiliki pendapat pribadi, apa yang dilihat oleh Admiral Byrd pada dua ekspedisinya di Antartika, seolah membenarkan keterangan pada peta kuno yang menggambarkan benua lain di luar wilayah tersebut. Meski belum ada penelitian selanjutnya yang mengungkapkan realitas dari ucapan Admiral Byrd, keberadaan wilayah tersebut masih akan tetap diselubungi oleh misteri. Terlebih, adanya perjanjian ATS di atas semakin membuat sesuatu di balik tembok es Antartika hanya menjadi catatan sejarah belaka.