Gelombang protes menentang kebijakan pemerintah soal Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana ( RKUHP) dan revisi Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi (UU KPK), terus terjadi di berbagai wilayah Indonesia. Dilansir dari Kompas, setidaknya 232 orang menjadi korban dari aksi demonstrasi yang berlangsung di berbagai daerah, mulai dari Jakarta, Bandung, Sumatera Selatan hingga Sulawesi Selatan tersebut.

Di tengah-tengah orasi yang mereka lakukan, mendadak situasi yang tadinya berjalan tertib malah bergejolak dan memanas. Alhasil, para mahasiswa pun mendadak bubar dan berlarian kesana-kemari. Terlebih, polisi juga menembakkan gas air mata dan menyemburkan air dari kendaraan water canon yang tengah bersiaga di lokasi.

Meski aksi demo sudah terjadi sejak sepekan sebelumnya, pada Selasa malam (24/9) saat mestinya semua pihak sudah kembali ke rumah masing-masing dan beristirahat, se-Indonesia dikejutkan dengan kabar bentrok massa demo dengan polisi.

Kericuhan yang terjadi, membuat korban mulai berjatuhan, banyak kabar dan video dokumentasi yang bergulir di linimasa. Rupa-rupanya gerakan mahasiswa yang berujung bentrok bukan hanya di wilayah ibukota saja

Terutama banyaknya mahasiswa yang dipukul mundur (dan secara harfiah benar-benar dipukuli) hingga kedua kubu berujung babak belur, atau merasakan perihnya gas air mata. Dikutip dari CNN Indonesia, berikut peristiwa dan aksi demonstrasi yang terekam pun tercatat oleh sejarah.

1. Aksi saling dorong yang akhirnya berbuntut ricuh

Mahasiswa terlibat aksi dorong-dorongan dengan aparat keamanan pada unjuk rasa menolak RUUKUHP di depan Kantor DPRD Sulawesi Tengah – ANTARA FOTO/Basri Marzuki [sumber gambar]

2. Mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi merobohkan gerbang Gedung DPRD Jateng

Mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi merobohkan gerbang Gedung DPRD Jateng – ANTARA FOTO/R. Rekotomo [sumber gambar]

3. Mulai ricuh, Polisi terpaksa bentuk barikade untuk berjaga-jaga

Massa yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Menggugat bentrok dengan petugas kepolisian saat aksi unjuk rasa di Gedung DPRD Jawa Barat – ANTARA FOTO/Novrian Arbi [sumber gambar]

4. Polisi terpaksa menembak gas air mata agar massa tak bisa mendekati gedung dewan di Solo, Jawa Tengah

Aparat Kepolisian menembakkan gas air mata untuk menghalau mahasiswa yang memaksa masuk ke kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), Solo, Jawa Tengah – ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha [sumber gambar]

5.  Di depan kantor DPRD Sulsel, Makassar, Sulawesi Selatan, tampak seorang mahasiswa ditendang aparat

Polisi memukuli mahasiswa saat terjadi bentrok di depan kantor DPRD Sulsel, Makassar, Sulawesi Selatan – ANTARA FOTO/Abriawan Abhe [sumber gambar]

6. Seorang peserta demo tampak berada di tengah-tengah guyuran air dari kendaraan water canon polisi

Mahasiswa berlindung dari semprotan meriam air milik polisi saat terjadi bentrok dalam unjuk rasa Hari Tani Nasional di depan Gedung DPRD, Malang, Jawa Timur – ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto [sumber gambar]

7. Aparat juga terluka oleh aksi para peserta demonstrasi

Seorang petugas kepolisian dibantu rekannya saat terkena lemparan batu di depan gedung DPRD Sumut, di Medan – ANTARA FOTO/Septianda Perdana [sumber gambar]

8. Kendaraan milik polisi yang sendirian dan hancur lebur menjadi sasaran amarah para demonstran

Sejumlah Mahasiswa menghancurkan mobil patroli polisi saat betrok unjuk rasa di depan gedung DPRD Provinsi Bengkulu – ANTARA FOTO/David Muharmansyah [sumber gambar]

9. Kericuhan antara demonstran dan polisi juga terjadi di Jakarta

Aparat keamanan memukul mundur mahasiswa dari depan gedung DPR menuju jalan Gerbang Pemuda, Jakarta – Dok. CNN Indonesia [sumber gambar]

10. Gerbang Gedung DPRD Kota Tasikmalaya, Jawa Barat pun tak luput dari aksi anarkis

Sejumlah mahasiswa yang tergabung dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Tasikmalaya merobohkan gapuran gedung DPRD
Sejumlah mahasiswa yang tergabung dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Tasikmalaya merobohkan gapuran gedung DPRD Kota Tasikmalaya, Jawa Barat – ANTARA FOTO/Adeng Bustomi[sumber gambar]
Hampir semua demonstrasi mahasiswa yang terjadi besar-besaran seperti ini, dikhawatirkan akan berujung ricuh. Kita tak pernah lupa betapa heroik, namun juga sedihnya Peristiwa ’98. Banyak jatuh korban, mahasiswa yang dinyatakan hilang dan suasana yang mencekam bagi banyak pihak. Boombastis pernah mengulasnya dalam sebuah rekam jejak tragedi Mei 1998 di sini.

Sampai akhirnya RKUHP kontroversial tahun 2019 itu bisa ditunda hingga waktu yang tak bisa ditentukan, adalah jerih payah keringat dan darah mahasiswa ‘perebut’ gedung DPR. Bukannya sekedar nekat dan menuruti jiwa muda, namun mereka bertekad mengembalikan kedaulatan rakyat dari

Hal ini sekaligus mengingatkan kita pada ucapan Soekarno di masa lalu. Bahwa tugasnya dulu lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjuangan kalian (generasi di masa depan Indonesia), akan lebih berat karena melawan saudara sendiri.