Sebuah bencana kadang datang begitu saja hingga menimbulkan shock dan kepanikan. Beberapa orang merasa tidak siap dengan bencana yang mendadak datang di waktu yang tidak tepat. Tapi di era yang modern ini, beberapa ilmuwan dapat membuat sebuah prediksi akan adanya bencana besar yang terjadi di bumi.
Hanya sajam beberapa orang tidak begitu percaya dengan prediksi. Karena mereka menganggap prediksi yang sering dilakukan secara ilmiah, lebih banyak tidak pastinya seperti ramalan cuaca. Berikut adalah beberapa prediksi atau ramalan bencana yang akan terjadi di bumi dalam kurun waktu tertentu menurut para ilmuwan dilansir dari Listverse. Percaya atau tidak mari kita simak bersama-sama.
Gunung Baroarbunga diprediksi meletus oleh seorang ilmuwan di Islandia. Seminggu setelah prediksi itu gunung api ini benar-benar meletus. Bahkan dengan ledakan yang sangat dahsyat. Sebelum meledak, gunung ini mengalami ratusan gempa kecil. Ledakan dari gunung menyebabkan ledakan yang lain hingga mencapai 100 meter.
Seperti halnya benda langit lain. Matahari juga mengalami adanya siklus. Terutama siklus aktivitas pada permukaannya. Matahari bisa mengalami aktivitas seperti muncul lidah api, bintik matahari, dan badai matahari. Pada tahun 2012 silam terjadi badai matahari akibat peristiwa Coronal Mass Ejection. Akibatnya permukaan matahari jadi tidak stabil, lidah api, radiasi UV, dan partikel energi keluar hingga mencapai jalur orbit matahari. Untungnya tidak mengenai bumi. Jika sampai mengenai, maka bumi akan mengalami gangguan sinyal magnetik.
Seorang peneliti dari University College London dan University of California Santa Cruz, memprediksi akan adanya bencana besar di Karibia. Bencana besar itu berupa tsunami. Dan Tsunami itu muncul akibat meletusnya gunung Cumbre Vaja. Prediksi itu dirilis dalam makalah pada tahun 2001.
Gempa yang terjadi di Tohoku, Jepang beberapa tahun lalu mengakibatkan beberapa gunung apinya aktif. Sebelumnya perlu kita ketahui jika di Jepang ada sekitar 110 gunung aktif yang tersebar di sepanjang kepulauan. Dua puluh di antaranya langsung aktif. Beberapa tahun kemudian ada 47 gunung yang menjadi aktif, bahkan aktivitas vulkaniknya terus meningkat, dan salah satu di antaranya adalah Gunung Fuji.
Sebuah prediksi mengatakan jika Chili akan mengalami gempa besar dengan kekuatan 8.5 SR pada tahun 2014. Dan benar-benar terjadi meski kekuatannya lebih kecil, yakni 8.2 SR. Segitu pun sudah meluluh lantakan hampir seluruh negara Chili yang terletak di benua Amerika.
Sebuah bencana mungkin terjadi meski tanpa prediksi. Atau malah tidak terjadi meski telah diprediksi. Tugas kita adalah selalu waspada, tidak takut yang berlebihan. Terpenting lagi adalah selalu berserah diri pada Tuhan.
Delapan bulan lamanya keluarga Alvaro Kiano Nugroho (6) mencari anak sekaligus cucu tanpa kepastian jelas.…
Sedang ramai di Indonesia mengenai kasus korupsi yang menyeret nama Ira Puspadewi. Ia adalah mantan…
Di tengah gejolak politik terus menerus yang dipicu oleh presidennya, Amerika Serikat memberi kejutan baru…
Baru di Indonesia, ketika teror mengguncang sebuah institusi pendidikan. Di tengah-tengah pelaksanaan salat Jumat (7/11/2025)…
Ada yang terbang sampai lupa pulang. Seperti itulah harga emas akhir-akhir ini. Terus melambung tinggi…
Kabar gembira untuk warga Arab Saudi, atau mungkin Warga Negara Indonesia yang bermukim di sana.…