Bagi kita orang Indonesia, tentunya begal adalah hal yang familiar di telinga. Pasalnya, kata tersebut kerap digunakan untuk melabeli tidak kejahatan dan perampasan di jalanan. Pada umumnya, orang yang melakukan tindakan kriminal tersebut merampok kendaraan bermotor. Masih terkait begal, ternyata hal tersebut juga ada di jagat sepak bola lho sobat Boombastis.

Eitss, tapi jangan berpikir aneh-aneh dulu, begal yang ada di olahraga 11 Vs 11 ini tidak merampas harta benda kok. Cuman digunakan untuk melabeli para pemain gelandang yang kerap melakukan permainan keras untuk menghentikan serangan lawan. Dan berikut beberapa pesepakbola yang masuk kategori tersebut menurut penilaian Boombastis.

Legenda hidup AC Milan Gennaro Gattuso

Gatusso duel dengan Ronaldo [Sumber Gambar]
Masuknya nama satu ini ke daftar pemain berlabel begal tentu bukanlah hal yang mengejutkan. Pasalnya, selama dulu masih menjadi pemain, Gattuso memang terkenal sosok yang keras di atas lapangan. Bahkan tidak segan jatuh bangun untuk bisa menghentikan sebuah serangan lawan. Berkat gaya tersebut, pria asal Italia dalam perjalanan kariernya sudah banyak menerima hukuman kartu. Dari penelusuran kami, pria yang kini jadi pelatih AC Milan tersebut sudah menerima sekurangnya 29 kartu di Liga Champions.

Kapten Legendaris Manchester United Roy Keane

Roy Keane melawan Juventus [Sumber Gambar]
Layaknya Gattuso, Roy Keane juga menjadi mantan aktor lapangan hijau mempunyai label ini. Dalam catatan kariernya, pria asal Irlandia ini sudah mengumpulkan 7 kartu merah saat bermain di kompetisi Inggris. Jumlah yang bisa menjadi gambaran bagaimana kerasnya, dirinya di atas lapangan. Dari pengamatan penulis, Keane adalah sosok gelandang yang sungkan menghentikan lawan dengan cara-cara keras, mulai menarik baju, memancing emosi, sampai sliding tackle super keras. Berkat kebiasaan ini, dirinya sempat bermusuhan dengan Patrick Viera.

Pemain dari Negeri Samba Fernandinho

Fernandinho menghalau lawan [Sumber Gambar]
Setali tiga uang dengan pemain tadi, pemain gelandang Manchester City yaitu Fernandinho juga menjadi seorang begal yang kejam di lapangan. Seperti nama-nama tadi, pemain asal Brazil juga kerap halal segala cara untuk bisa menghentikan serangan lawan. Kebiasaan tersebut pun membuat mantan FC Shakhtar Donetsk ini, menjadi punggawa Manchester City yang paling banyak menciptakan sebuah pelanggaran. Dilansir dari laman Bola.SoloPos.com, Gelandang berusia 33 tahun tersebut menjadi pemain dengan pelanggaran terbanyak musim ini, sebanyak 16 kali.

Hariono menjadi bekal untuk klub Persib Bandung

Aksi Hariono [Sumber Gambar]
Selain pemain luar negeri, aktor-aktor lapangan Indonesia juga ada lho yang mempunyai label ini. Seperti salah satu contohnya adalah Hariono, pemain asal Sidoarjo yang kini bermain untuk Persib Bandung. Seperti halnya nama-nama tadi, sebagai gelandang 33 tahun tersebut kerap praktekkan permainan yang keras. Dirinya tidak segan-segan untuk beradu badan atau lakukan sliding tackle untuk menghindarkan gawang dari serangan lawan. Tidak hanya itu, Hariono juga bisa menjadi perusak skema permainan lawan dengan gaya bermainnya.

Kuncoro assisten pelatih Areama Fc

Kuncoro melatih Arema [Sumber Gambar]
Masih terkait pemain dijuluki begal di Indonesia, assisten pelatih Arema yaitu Kuncoro juga menyandang status tersebut. Sewaktu masih aktif bermain, dirinya dikenal dengan lugas, keras, dan tidak pernah takut untuk berduel di lapangan. Bahkan sampai mempunyai prinsip bola boleh lolos tapi pemain tidak. Dan tuturnya kepada laman Ngalam.co, “Saya dulu akan berusaha keras merebut bola dari kaki lawan dengan cara apapun”. Berkat hal itu, tak ayal hukuman kartu menjadi makanan sehari-hari.

BACA JUGA: Pemain-pemain Berpostur Mungil yang Sukses Guncang Jagad Sepak Bola Dunia

Berkaca dari pemain-pemain tadi agaknya sebutan sepak bola bukan hanya olahraga menendang bola memang benar adanya. Orang-orang tadi menunjukkan kalau di sini juga banyak terjadi kontak fisik. Meski keras, sebagai mana sebuah olahraga semua pemain atau terlibat di lapangan hijau harus mejunjung tinggi nilai sportivitas.