Kabar duka kembali datang dari dunia hiburan tanah air. Pasalnya, salah satu pengisi acara berita kriminal di televisi telah berpulang. Memang, acara berita kriminal di televisi begitu banyak. Tapi, tentu kalian nggak pernah bisa lupa dengan acara ‘Sergap’ di salah satu stasiun TV nasional. Bukan hanya menyuguhkan berita, acara satu ini juga menyajikan segmen yang beda banget dari yang lain.

Apa itu? Tentu saja Bang Napi. Perannya di sini adalah memberi komentar perihal kasus-kasus yang terjadi di masyarakat. Selain memberi komen, sosok yang punya body kekar itu juga kerap memberikan pesan agar warga lebih berhati-hati dengan tindak kejahatan yang terjadi dalam sehari-hari. Kini, sosok Bang Napi yang diperankan oleh Arie Hendrosaputro itu telah tiada. Meski belakangan ini jarang terlihat, tatap saja sosoknya membekas di benak masyarakat. Apa sih yang membuat sosok Bang Napi sulit dilupakan? Tentu saja berkat 7 ciri khas ini.

Teriakan ‘Waspadalah-waspadalah’

Bang Napi waspadalah [image source]
Buat kalian, apa sih yang paling berkesan tentang Bang Napi? Yuph, tentu semua ingat sama suara kencengnya saat mengatakan “Waspadalah-waspadalah”. Saking bekennya, mungkin dulu kalian dan teman-teman juga sering mengucapkan hal yang sama. Ya memang, kata itu udah identik banget sama Bang Napi. Terbukti lho, meski sudah sekian tahun nggak lagi ditayangkan di tv, tapi kata-kata Bang Napi saat mengatakan ‘Waspadalah’ itu tetap melekat kuat di benak kita.

Badan kekar bertato

Badan kekar bertato [image source]
Satu lagi nih yang jadi ciri khas Bang Napi banget. Adalah badannya yang kekar dan juga bertato. Entah gambar seram yang memenuhi lengan besarnya itu benar-benar tato asli atau atau gambar buatan yang nggak permanen. Tapi, tiap kali tampil di layar kaca sebagai Bang Napi, Arie Hendrosaputro memang selalu mempertontonkan tatonya yang bikin ngeri itu. Dan sampai sekarang, badan kekar bertato itu sudah jadi ciri khusus bagi pengisi segmen di acara Sergap ini. Intinya, kalau kurus dan nggak bertato, pastilah bukan Bang Napinya Sergap.

Topeng separuh wajah

Bang Napi [image source]
Dan yang nggak pernah ketinggalan, ketika syuting sebagai Bang Napi, Arie Hendrosaputro juga mengenakan topeng separuh wajah berwarna putih. Entah apa maksud dari topeng tersebut, mungkin buat menambah kesan serem kali ya. Tapi, karena topeng tersebut juga, masyarakat nggak bisa melihat wajah Bang Napi secara jelas. Tapi, saat Bang Napi melepas topengnya, wajahnya nggak seseram yang kalian bayangkan, kok. Malah lembut dan kebapak-an banget.

Rompi hitam tanpa baju

Bang Napi [image source]
Bukan Bang Napi kalau pakai baju dong. Iyes, yang namanya Bang Napi yang kerap tampil di tv selalu pakai rompi dan celana panjang hitam doang, tanpa pakai kaus sebagai dalaman. Yah, sebab kalau pakai kaus, tatonya yang gahar itu jelas nggak bakal kelihatan. Memang sih, dengan rompi hitam dan tato di lengan, penampilannya seperti narapidana beneran. Seremnya maksimal.

Bandana di kepala

Foto bang Napi bersama Limbad [image source]
Selain properti berupa topeng separuh wajah dan rompi hitam, Bang Napi juga pakai aksesoris kepala. Bukan topi apalagi peci. Hayo, kira-kira kalian ingat nggak sih sama aksesoris kepalanya? Yoi, Bang Napi tentu nggak lengkap penampilannya kalau tanpa bandana di kepala. Pengikat kepala warga hitam dengan motif putih itu selalu jadi bikin kegarangan Bang Arie saat di depan layar televisi makin sempurna.

Selalu tampil di balik jeruji


Bang napai dengan rompi hitam [image source]

Namanya juga segmen Bang Napi, biar makin maksimal settingnya juga dibuat seolah-olah ada di penjara. Makanya, abang kekar satu ini selalu tampil di balik jeruji. Eh tapi, sejak namanya makin dikenal luas, Bang Napi juga kerap diajak foto bersama beberapa artis lain, dan tentu saja saat mereka selfie bareng nggak perlu masuk dalam jeruji.

Quote inspiratif

Quote bang Napi [image source]
Selain kata ‘Waspadalah’ yang diucapkan sebanyak dua kali, tentu kalian masih ingat dengan quote inspiratif Abang satu ini kan? Biasanya, setelah memberikan komentar tentang berita kriminal yang tersiar, sebagai penutuh Bang Napi selalu membubuhkan quote berisi pesan : kejahatan terjadi bukan karena ada niat pelakunya, tapi karena ada kesempatan. Setelah itulah baru ditutup dengan hentakan, waspadalah-waspadalah!

Itulah tujuh ciri khas yang tentu nggak bisa kalian lupakan meski sudah cukup lama Bang Napi nggak terlihat di layar kaca. Terlebih saat ini, ketika beliau telah menghadap yang Maha Kuasa. Semoga amal kebaikannya diterima di sisi-Nya. Pesan-pesan Bang Napi, tentu akan kita ingat selalu. Salam waspadalah.