Pernah denger nama Rebecca Alexandria? Sebagian dari kita mungkin masih asing dengan nama itu ya. Tapi jangan salah, ternyata remaja berusia belia tersebut merupakan wakil Indonesia yang jadi juara balet di Amerika. Nggak main-main, jadi juara loh.

Nggak heran sih kalau Rebecca jadi juara. Pasalnya, abege berusia 12 tahun ini memang dikenal tangguh. Bukan hanya soal kemampuan dan bakatnya di dunia balet, namun juga perjuangannya yang keras. Kalau kini Rebecca jadi juara, itu semua berkat usahanya yang luar biasa. Untuk mengenal lebih dekat dengan balerina asal Indonesia, berikut ini adalah beberapa faktanya.

Pernah dibully dan dihina oleh teman-temannya

Rebecca dan balet [Sumber Gambar]
Seperti kita tahu, balet dikenal dengan tari untuk kalangan menengah atas. Sementara Rebecca datang dari keluarga yang bisa dibilang sulit dari segi ekonomi. Namun, ia memutuskan mengikuti kata hati untuk bergabung dengan sekolah balet tertua dan terbesar di Indonesia, Marlupi Dance Academy (MDA), Rebecca sempat dihina dan dibully oleh teman-teman sekelasnya. Meski demikian, Rebecca memutuskan untuk tidak peduli. Ia mengabaikan hinaan teman-temannya dan tetap gigih berlatih karena ingin membuktikan kemampuannya.

Cidera kaki bukan halangan baginya untuk bangkit lagi

Rebecca Alexandria [Sumber Gambar]
Banyak halangan untuk mencapai impian, begitu juga dengan Rebecca. Ia sudah merasakan dari titik terbawah, mengalami kesulitan ekonomi hingga dibully teman-temannya. Tak sampai di sana, karena ada satu cobaan yang benar-benar menguji mental Rebecca, ketika ia mengalami kecelakaan mobil yang membuat kakinya cidera. Meski demikian Rebecca memutuskan untuk tidak menyerah. Setelah memulihkan kondisinya, ia segera kembali berlatih, kemudian berani untuk berkompetisi lagi.

Mengharumkan nama Indonesia di Amerika

Rebecca Alexandria juara di Amerika

Rebecca membuktikan bahwa usaha keras selalu membuahkan hasil. Setelah berlatih tanpa peduli cercaan dan kecelakaan, Rebecca akhirnya berhasil mencapai titik di mana ia berhasil menjadi pemenang di ajang Internasional. Beberapa bulan lalu, ia diundang untuk melakukan pertunjukan tari balet solo klasik di event Youth American Grandprix (YAGP) 2018 di Pusat Teater Lincoln H. Koch. Ada yang tau event tersebut? Event itu merupakan kejuaraan balet bergengsi di kelas dunia. Keren banget kan? Dan hebatnya, Rebecca mendapatkan juara satu.

Belajar balet dari balita

Bagi Rebecca, balet adalah dunianya. Sejak berusia 2,5 tahun, ia sudah belajar balet. Mungkin di sanalah passionnya. Dari balet pula, ia belajar untuk disiplin, dan keseriusan. Rebecca selalu mengagumi gerakan balet yang menurutnya indah. Meski ia merasa tarian tersebut juga sangat sulit, apalagi mempelajari gerakan-gerakan yang cukup rumit. Bahkan Rebecca harus belajar agar tidak pusing saat melakukan gerakan berputar. Setelah mendapat juara pertama di ajang bergengsi, Rebecca mendapat beasiswa untuk sekolah balet di AS, Australia, dan London Inggris. Bangga dong pastinya. Selamat ya, Rebecca.

BACA JUGA: Murid-Murid SD ini Membanggakan Indonesia dengan Prestasi di Bidang Teknologi, Profesor Cilik!

Dari kisah Rebecca, kita bisa belajar bahwa mencintai mimpi adalah satu-satunya cara untuk bertahan untuk menghadapi pelbagai tantangan. Cibiran, hinaan hingga masalah keuangan, semuanya hanya bagian dari proses menuju kesuksesan.