Masih ingat dengan cerita KKN Desa Penari? Tentunya ya. Cerita ini adalah kisah horror yang sempat memuncaki trending selama kurang lebih satu pekan di berbagai media sosial. Pengalaman mistis nan mengerikan yang dialami oleh 6 orang mahasiswa ini turut dirasakan oleh para pembaca.

Bahkan, ada banyak sekali hal yang terjadi setelah cerita ini viral. Mulai dari netizen yang melakukan investigasi ke tempat kejadian, orang-orang yang meminta agar dibuatkan versi filmnya, hingga sang penulis yang kemudian menerbitkan cerita ini dalam versi novel –yang tentunya lebih detail dan lengkap.

Namun, selain Bima dan Ayu yang menjadi pemeran utama, sekaligus tokoh yang terkena kutukan hingga meninggal dunia, ada lagi satu sosok yang tak kalah penting, yaitu Badarawuhi. Sebelum ini, ia bukanlah sosok terkenal dan tak banyak diulas. Pasca kisah KKN ini viral, Badarawuhi menjadi misteri lain yang berhasil dikuak oleh netizen. Siapakah dia? Yuk, kepoin di dalam ulasan berikut ini.

Badarawuhi adalah penguasa hutan di desa yang menjadi latar KKN

Ilustrasi penari dan KKN mistis [sumber gambar]

Di desa di mana Bima dkk melaksanakan KKN, penduduknya tidak menyebut nama langsung untuk merujuk Barawuhi. Ibaratnya Voldemort dalam Harry Potter yang lebih dikenal dengan ‘you know who’. Namun, tetua kampung itu kemudian menjelaskan setelah salah satu dari anak KKN ternyata telah bertemu dan mengetahui namanya. Badarawuhi adalah ratu penguasa hutan di desa di mana KKN tersebut dilaksanakan. Ia adalah salah satu pemilik sinden (tempat mandi para penari) di hutan tersebut sebelum mereka manggung dan disaksikan oleh para lelembut yang ada di sana.

Badarawuhi yang marah karena tempat suci mereka yang dipakai untuk perbuatan terlarang

Ilustrasi sosok Badarawuhi [sumber gambar]

Selain menjabat sebagai ratu dan pemilik sinden, Badarawuhi juga punya tugas menari dan menyenangkan para penjaga (makhluk lain) hutan. Tempat yang dikunjungi oleh Bima dan Ayu dalam KKN Desa Penari adalah lokasi keramat yang sebenarnya tak boleh dimasuki oleh manusia. Sialnya, tak hanya masuk saja, Ayu dan Bima juga melakukan hubungan intim (kawin), sehingga sang Badarawuhi murka dan mengutuk mereka berdua. Ayu dalam hal ini harus menjadi seorang penari dan menggantikan posisi Badarawuhi selama ini. Sementara Bima, harus mengawini Badarawuhi –yang kemudian melahirkan ribuan anak yang berwujud ular.

Badarawuhi yang berwujud separuh ular separuh manusia

Ada banyak tanggapan mengenai cerita ini. Sebagian netizen percaya, lalu sebagian lagi menganggap bahwa hal itu hanyalah fiktif belaka alias karangan penulis saja. Namun, dari tim Kisah Tanah Jawa, Om Hao menjelaskan bahwa memang yang diceritakan adalah kisah nyata. “Ini sebenernya ceritanya apa adanya, bener, nyata. Cuman secara packagingnya, pengemasannya itu untuk cerita pake ditambahi fiktif karena berkaitan dengan penyajian,” seperti yang dia ungkap dalam Insertlive.com. Om Hao juga mengatakan bahwa Badarawuhi adalah salah satu primadona, sosok penari yang digambarkan memiliki kecantikan yang luar biasa, wujudnya separuh ular dan separuh manusia atau siluman. Om Hao juga mengatakan bahwa dirinya sempat diseret sebentar ke Desa Penari ini saat ia mengunjungi daerah tersebut.

BACA JUGA: 4 Cerita Seram dari Para Peserta KKN di Desa Penuh Misteri

Setiap daerah, hutan, desa, mereka punya adat tersendiri yang harus dipatuhi –apalagi oleh para pendatang. Melakukan hal yang di luar batas kewajaran tentu akan mengganggu kenyamanan, termasuk makhluk selain manusia. Jika Bima dan Ayu tidak melanggar apa yang sudah diberitahukan kepada mereka oleh Pak Prabu, mungkin KKN ini tak akan seseram ini ceritanya. Dan yang pasti, Badarawuhi tak akan pernah marah dan memberi kutukan kepada dua anak manusia itu.