in

Ayah Emil Dardak Meninggal Dunia, Mobilnya Menabrak Truk karena Sopir Diduga Mengantuk

Kabar duka menyelimuti tanah air, kali ini datang dari dunia politik dan bisnis. Ayah Wakil Guberbur Jawa Timur Emil Dardak, Achmad Hermanto Dardak, mengalami kecelakaan dan meninggal dunia pada Sabtu (20/8/2022) pada sekitar pukul 03.25 WIB.

Pria 65 tahun tersebut sempat dibawa ke rumah sakit di sekitar lokasi kejadian, tetapi nyawanya tidak tertolong. Bagaimana kronologi meninggalnya Achmad Hermanto Dardak? Simak ulasan lengkapnya berikut.

Berada di Semarang untuk hadiri acara

Hermanto Dardak dan Emil Dardak. [Sumber Gambar]
Hermanto Dardak dan Emil Dardak. [Sumber Gambar]
Hermanto Dardak berada di Semarang untuk menghadiri sebuah acara pada Kamis (18/8/2022). Setelah acara selesai sekitar pukul 23.00 WIB, Hermanto memutuskan untuk langsung kembali ke Jakarta bersama sang sopir mengendarai mobil Innova. Hermanto tidak sendiri ketika menghadiri acara tersebut, melainkan bersama kerabatnya. Sang kerabat memilih untuk menginap dahulu di Semarang sebelum kembali ke Jawa Timur.

Mobil menabrak truk saat hendak ke Jakarta

Mobil Innova milik Hermanto dikendarai oleh sang sopir bernama Angga Saputra saat hendak menuju ke Jakarta. Mobil tersebut berada di lajur 2 dengan kecepatan 100 kilometer per jam dan memasuki gerbang Tol Kalikangkung, Jawa Tengah. Namun, Angga yang diduga mengantuk menabrak truk Hino yang berada di lajur lambat (lajur kiri). Akibatnya, mobil Hermanto mengalami kerusakan berat di bagian depan dan kiri.

Mobil Innova yang dikendarai Hermanto Dardak rusak parah. [Sumber Gambar]
Mobil Innova yang dikendarai Hermanto Dardak rusak parah. [Sumber Gambar]

Truk yang ditabrak mengalami kerusakan di sejumlah bagian, seperti ban sobek dan pangkon lampu bengkok. Hermanto pun langsung dilarikan ke Rumah Sakit Umum Aro Kota Pekalongan. Namun, nyawa Hermanto tidak tertolong, ia pun meninggal dunia. Sementara itu, sopir mengalami luka-luka.

Dugaan utama karena sopir mengantuk

Achmad Hermanto Dardak meninggal dunia. [Sumber Gambar]
Achmad Hermanto Dardak meninggal dunia. [Sumber Gambar]
Menurut keterangan dari Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol M Iqbal Alqudusy, penyebab utama kecelakaan yang dialami Hermanto akibat dari sopir yang mengantuk. Pasalnya, saat kecelakaan terjadi, kondisi arus lalu lintas cerah dan landai. Sementara itu, kondisi jalan baik alias tidak berlubang dan tidak ada kerusakan lain. Sopir truk yang ditabrak mobil Hermanto juga memberikan kesaksian bahwa arus lalu lintas sedang tidak ramai maupun sepi.

Dimakamkan di TMP Kalibata

Jenazah Hermanto dibawa dari rumah sakit di Pekalongan ke rumah duka di Duren Sawit, Jakarta Timur. Jenazah Hermanto dibawa terlebih dahulu ke kantor Kementerian PUPR untuk disalatkan. Kemudian, dimakamkan di TMP Kalibata pada hari ini (21/8/2022) sekitar pukul 08.30 WIB. Hermanto dimakamkan di TMP Kalibata mengingat ia adalah penerima Bintang Mahaputra, gelar atau tanda kehormatan tertinggi dari Pemerintah RI.

Suasana pemakaman Hermanto Dardak di TMP Kalibata. [Sumber Gambar]
Suasana pemakaman Hermanto Dardak di TMP Kalibata. [Sumber Gambar]
Berbagai ucapan belasungkawa berdatangan dari berbagai kalangan, termasuk pejabat. Beberapa di antaranya adalah Gubernur Jawa Timur Khofifah dan Agus Harimurti Yudhoyono. Sejumlah pejabat juga mengenang sosok Hermanto yang dikenal berdedikasi dalam pekerjaan dan hidup bersahaja. Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartanto adalah dua di antara pejabat tersebut.

Profil Achmad Hermanto Dardak

Achmad Hermanto Dardak lahir pada 6 Januari 1957 di Trenggalek, Jawa Timur. Ia merupakan seorang insinyur sipil, dosen, dan cendekiawan yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Persatuan Insinyur Indonesia (PII) periode 2015–2018. Selain itu, Hermanto juga pernah mengemban amanah sebagai Kepala Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah periode 2014−2016 dan Wakil Menteri Pekerjaan Umum periode 2010−2014.

Achmad Hermanto Dardak. [Sumber Gambar]
Achmad Hermanto Dardak. [Sumber Gambar]
Sebagai seorang cendekiawan, Hermanto berkontribusi kepada Indonesia. Ia meraih berbagai penghargaan, seperti International Road Federation (IRF) Professional of the Year 2014 dan Implementor Jembatan Suramadu, Tol Trans-Jawa, dan Jembatan Selat Sunda. Selain itu, ia juga mendapatkan penghargaan sebagai Insinyur Profesional Utama dari Persatuan Insinyur Indonesia (PPI) dan bertindak sebagai Ketua Tim UU Jalan dan UU Tata Ruang.

BACA JUGA: Tentang Microsleep Agar Kita Bisa Terhindar dari Kecelakaan karena Mengantuk

Semoga segala kebaikan Hermanto Dardak diterima oleh Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga yang ditinggalkan diberi kesabaran serta keikhlasan. Kita dapat mencontoh dedikasi serta prestasi Hermanto Dardak untuk berkontribusi bagi Indonesia.

Written by Galih Hayu

Viral Karyawan J.Co Dimaki Ibu-Ibu karena Harus Menutup Outlet, Sampai Bawa-Bawa Keperawanan

Dapat Gaji 500 Juta Per Bulan, Pria Ini Malah Keluar dari Pekerjaannya karena Bosan