Tubuh tersusun atas berbagai sistem yang kompleks, mulai saraf, pencernaan hingga reproduksi. Tidak ada satu pun bagian tubuh yang sifatnya useless alias tidak berguna. Apa benar demikian? Ternyata pernyataan ini tidak seratus persen harus dipercaya.

Baca Juga : 7 Manusia yang Lahir Dengan Kelebihan Anggota Tubuh Paling Aneh

Benar sekali, ternyata ada beberapa bagian tubuh kita yang perannya tidak begitu penting. Sehingga meskipun dihilangkan, tidak akan berpengaruh banyak pada tubuh. Meskipun begitu, tidak jadi alasan bagi kita untuk mengambilnya kecuali karena penyakit dan prosedur medis lainnya. Tubuh bagian mana sih yang meskipun dihilangkan tapi masih bisa hidup normal? Berikut ulasannya.

1. Appendix

Organ kecil tipis berukuran 5-10 sentimeter ini terletak di ujung usus besar. Fungsinya sendiri masih belum diketahui dengan pasti. Namun berdasarkan penelitian yang ada, diketahui kalau appendix adalah rumahnya bakteri baik yang membantu pencernaan kita. Ajaibnya, meskipun usus buntu diangkat, ternyata tidak begitu mempengaruhi kesehatan.

Usus buntu [Image Source]
Usus buntu [Image Source]
Seperti yang kamu tahu, usus buntu adalah penyebab dari penyakit yang dinamakan appendicitis. Kondisi tersebut terjadi jika benda tabung kecil ini mengalami peradangan atau pembengkakan. Operasi pengangkatan appendix jadi salah satu solusi paling mujarab untuk mengatasi penyakit ini. Namun jika kondisi seperti ini lambat ditangani maka akan menyebabkan komplikasi yang lebih parah.

2. Tail Bone

Fungsi tail bone atau tulang ekor adalah untuk keseimbangan. Manfaat ini tentu saja hanya diperuntukkan bagi hewan yang memiliki ekor panjang sungguhan. Misalnya monyet serta berbagai jenis hewan lain.

Tulang ekor manusia [Image Source]
Tulang ekor manusia [Image Source]
Tak hanya hewan, manusia juga memiliki tulang ekor. Namun karena kita sudah bisa berjalan bahkan berlari secara benar tanpa perlu adanya sebuah benda panjang menjuntai di bagian belakang tubuh, jadi bisa disimpulkan kalau manusia sebenarnya tidak memerlukan tulang ekor. Konsep ini juga didukung oleh para ilmuwan salah satunya adalah seorang ahli anatomi kebangsaan Jerman bernama R Wiedersheim.

Tulang ekor memang dianggap tak berguna. Setidaknya tanpa keberadaannya pun kita bisa hidup. Tapi Tuhan tidak akan pernah menciptakan sesuatu tanpa tujuan. Jadi kita tunggu saja para ahli meneliti hal menakjubkan apa sih  di balik penciptaan tulang ekor bagi manusia.

3. Otot Telinga Luar

Lucu sekali menyaksikan telinga kucing atau kelinci yang bisa bergerak-gerak itu. Meskipun tidak bisa seaktif mereka, kita sebenarnya bisa lho melakukan hal yang sama. Faktanya telinga binatang lucu ini tidak hanya bergerak-gerak untuk menghibur kita, tapi merupakan bagian dari mekanisme pendengaran mereka.

Otot telinga luar [Image Source]
Otot telinga luar [Image Source]
Berbeda dari mereka, fungsi otot kuping kita sebenarnya tidak jelas selain hanya sebagai penarik perhatian saja dengan digerak-gerakkan sedemikian rupa. Jadi, seumpama dihilangkan pun tidak akan terlalu bermasalah. Hanya saja nilai estetika badan kita jadi berkurang banyak.

4. Amandel

Salah satu di antara kamu pasti pernah mengalami yang namanya penyakit amandel, lalu masih bisa sehat seperti sedia kala setelah melalui proses pengangkatan. Hal tersebut jadi bukti kalau kita bisa hidup tanpa si jaringan limpoid satu ini. Fungsi amandel sebenarnya adalah untuk menangkal bakteri dan kuman yang masuk ke dalam tubuh lewat makanan.

Ilustrasi amandel [Image Source]
Ilustrasi amandel [Image Source]
Namun amandel juga bisa mengalami peradangan yang membuat kita tiba-tiba susah napas, demam, sulit menelan dan sebagainya. Tidak disarankan sih untuk langsung mengangkat amandel begitu mendapati gejala penyakitnya. Obati dulu dengan petunjuk dokter. Kalau terpaksa silahkan dilakukan tanpa perlu khawatir akan terjadi hal-hal yang membahayakan bagi tubuh.

5. Lapisan Mata Ketiga

Selain menguap dan melakukan stretching dengan merentangkan tangan, salah satu aktivitas wajib setelah bangun tidur adalah membersihkan kotoran yang ada di mata. Secara tidak sengaja hampir tiap hari kamu memegang lapisan mata ketiga, tempat kotoran mata biasa menempel.

Third eyelid atau lapisan mata ketiga [Image Source]
Third eyelid atau lapisan mata ketiga [Image Source]
Mungkin kamu heran lantaran ternyata manusia juga punya lapisan mata ketiga yang biasanya hanya dimiliki oleh burung, reptil dan ikan. Jika di beberapa jenis hewan Lapisan mata ketiga berfungsi penuh untuk melindungi mata, pada manusia tidak ada manfaat khusus selain hanya sebagai pengindah mata saja.

6. Puting Pada Pria

Percayakah kamu kalau sebenarnya cetakan tubuh manusia seluruhnya adalah mengacu kepada bentuk tubuh wanita? Baru ketika embrio berusia sekitar 6 minggu kemudian mulai mengarah ke gender yang ditentukan berdasarkan kromosom. Hal ini pun menyebabkan pria juga punya apa yang wanita miliki. Yup, puting susu.

Puting dada pria [Image Source]
Puting dada pria [Image Source]
Untuk wanita sih kita sudah tahu betul fungsinya, tapi bagi laki-laki? Masih belum begitu jelas. Mungkin saja sebagai pengingat kalau para pria tidak boleh berlaku kasar kepada wanita. Soalnya dulu mereka jugalah wanita, meskipun hanya untuk 6 minggu saja.

7. Jari Kelingking Kaki

Faktanya, sebenarnya kita bisa lho hidup hanya dengan empat jari kaki saja. Manusia bisa berdiri tegak, berjalan dan bahkan berlari hanya dengan empat tumpuan jari saja.

Jari kelingkin kaki [Image Source]
Jari kelingkin kaki [Image Source]
Penjelasan mengenai sejarah jari kelingking kaki manusia diungkapkan oleh Dr Anish Kadakia dari Northwestern University. Ia mengatakan kalau kita manusia merupakan evolusi dari primata. Nah, primata sendiri menggunakan kaki dalam aktivitas grabbing. Sehingga kaki mereka didesain mirip tangan dengan 5 buah jari.

Kemudian seiring berjalannya waktu, evolusi pun terjadi dan menghasilkan struktur tulang yang berbeda dan jadilah manusia seperti sekarang ini. Jari kelingking adalah warisan nenek moyang yang fungsinya tidak maksimal lagi untuk kita, begitu ungkap Kadakia.

Baca Juga : 7 Manusia Ini Bertahan dari Kondisi yang Seharusnya Membuat Mereka Mati

Tuhan tidak menciptakan segala sesuatunya tanpa maksud dan tujuan. Kita sendiri yang sebenarnya masih belum menyadarinya. Termasuk apa tujuan Tuhan membekali kita dengan serangkaian organ tubuh di atas. Namun seiring dengan berkembangnya teknologi dan sains, segera semua akan terjawab.