Siapa di sini yang suka gigit kuku? Hmm.. mungkin banyak dari Sahabat Boombastis yang suka sekali dengan aktivitas satu ini. Ya mungkin karena sudah menjadi kebiasaan semenjak kecil sehingga sulit untuk dihilangkan. Padahal kita tahu sendiri, jika perbuatan tersebut bisa dikatakan jorok lantaran kuman bisa masuk kapan saja ke dalam mulut.

Nah, gigit kuku tersebut ternyata tak hanya menghasilkan kuman pada tubuh kalian lho. Tapi juga beragam penyakit yang bisa menyerangmu kapan saja. Contohnya seperti di bawah ini Sahabat Boombastis.

Mengakibatkan kanker langka yang berakhir dengan amputasi

Siapa sangka, ternyata gigit kuku juga bisa menyebabkan kanker lho. Peristiwa ini dialami oleh seorang remaja asal Australia bernama Courtney Whithorn. Gadis berumur 20 tahun tersebut divonis mengidap kanker acral lentiginous melanoma yang sangat jarang terjadi pada orang seusianya. Pada awalnya, Whithorn menggigit kuku setiap hari karena sudah menjadi kebiasaannya. Namun akhirnya, di kukunya muncul bintik berwarna hitam atau kecoklatan dan sejak itulah ia divonis menderita kanker langka.

Amputasi jari [Sumber Gambar]
Menurut Dr. Walayat Hussain, dari British Association of Dermatologists kalau sebenarnya gigit kuku ini bukan faktor utama penyebab kanker. Tapi, ini diakibatkan oleh peradangan pada kuku yang tidak disadari sehingga kanker menjadi berkembang. Mau tidak mau, untuk mengakhiri perkembangan kanker, Whithorn harus mengamputasi jarinya.

Keracunan darah tidak dapat dihindari

Kalau sering menggigit kuku, keracunan darah bisa saja terjadi Sahabat Boombastis. Seperti yang dialami oleh pria bernama Luke Hanoman asal Inggris. Mulanya, dirinya menggigit kuku dan tak sengaja melukai jari tangannya. Namun, dari hari ke hari, keadaan lelaki usia 28 tahun tersebut semakin tidak baik. Ia menderita demam, menggigil dan juga mengeluarkan keringat dingin. Nah, setelah ditelusuri oleh dokter, ternyata Luke menderita sepsis alias keracunan darah karena luka di jari tangannya itu. Maka dari itu, ia harus menjalani perawatan di rumah sakit selama beberapa minggu. Untungnya, dirinya selamat dari penyakit keracunan darah itu.

Mengakibatkan keracunan darah [Sumber Gambar]
Melihat kasus Luke ini, menurut IFL Science, jika keracunan darah akibat menggigit kuku sangat jarang terjadi. Peristiwa ini bisa menimpa Luke dikarenakan imun tubuhnya sedang lemah. Akibatnya, penyakit sepsis tersebut dapat menyerang tubuh Luke dengan cepat. Jadi, jika jari kalian terluka lantaran menggigit kuku, lebih baik untuk segera diobati ya.

Infeksi kulit di sekitar kuku

Akibatnya selanjutnya kalau sering menggigit kuku adalah dapat membuat kulit menjadi infeksi. Yap, kulit yang dimaksud hanyalah di sekitar kuku saja ya Sahabat Boombastis. Nah, ini juga diungkapkan oleh Rochelle Torgerson selaku spesialis kulit di Mayo Clinic. Ia menjelaskan jika infeksi ini berawal dari luka akibat gigitan. Biasanya, kuku akan memerah, membengkak dan mulai terasa sakit dari hari ke hari.

Infeksi pada kulit [Sumber Gambar]
Kalau sudah begini, sebaiknya untuk segera memeriksakan ke dokter. Sebab, jika ini tak segera ditangani, maka akan menyebabkan infeksi berkelanjutan yang bernama paronychia. Infeksi semacam ini hanya bisa diobati dengan operasi dan dirawat dengan antibiotik serta obat antijamur. Jika infeksi disebabkan oleh bakteri, kuku juga bisa menjadi rapuh dan terasa sakit.

Bisa merusak gigi kalian

Gigi pun ternyata juga bisa terpengaruh oleh aktivitas gigit kuku lho. Menurut Richard M.D, seorang ahli dalam masalah kuku di Weill Cornell Medical College dan anggota dari American Academy of Dermatology, kebiasaan satu ini mampu merusak gigi di berbagai sisi.

Dapat merusak gigi [Sumber Gambar]
Aktivitas tersebut dapat merusak struktur gigi karena terlalu sering bergesekan antara bagian atas dengan yang bawah. Sehingga membuat gigi seseorang bentuknya menjadi lebih aneh daripada sebelumnya. Lalu, aktivitas ini juga dapat memicu penyakit gusi dan gigi yang dihasilkan dari kuman-kuman pada kuku.

Nah, sudah tahu kan apa saja akibat dari seringnya menggigit kuku? Kalau kalian masih melakukan kebiasaan satu ini, lebih baik untuk dikurangi ya. Kebiasaan satu ini biasanya banyak dilakukan karena sedang cemas atau gugup. Jadi, untuk kalian yang masih sulit untuk menghilangkan aktivitas satu ini sebaiknya untuk segera berkonsultasi kepada psikolog. Daripada mengalami akibat-akibat di atas, lebih baik untuk menghilangkan kebiasaan tersebut bukan?