Tangan Anak Albino Dipotong Untuk Dijadikan Ramuan Dukun

oleh Ayu
14:03 PM on Mar 13, 2015

Orang dan anak albino juga manusia, namun ternyata masih ada mitos yang merugikan mereka. Ada sebuah kepercayaan bahwa bagian tubuh anak albino bisa dijadikan ramuan yang menyembuhkan penyakit AIDS, bahkan bisa membawa keberuntungan.

Karena keyakinan itu, nasib malang menimpa seorang anak albino bernama Baraka Cosmas. Bocah usia 6 tahun itu diserang saat berada di rumah bersama keluarganya. pelaku adalah sekelompok orang yang sepertinya mengincar Baraka Cosmas.

Baca Juga
Ternyata Beberapa Negara Ini Benderanya Terinspirasi Dari Majapahit Loh, Mana Saja Tuh
Bikin Emosi! Rombongan Pemuda Indonesia Ini Malah Sengaja Membentangkan Bendera Secara Terbalik

Akibat kejadian ini, rumah mereka di Tanzania diobrak-abrik. Baraka dipukul dan dipotong tangannya, karena mereka akan membawa potongan tubuh itu pada dukun atau cenayang. Memang selama beberapa tahun terakhir, perlakuan diskriminasi dan kekejaman pada albino meningkat meski mulai banyak diungkap oleh media dunia.

Baraka Cosmas via Dailymail

Saat ini, Baraka dan ibunya harus opname di rumah sakit karena mengalami luka serius. Selain itu, bocah yang malang tersebut harus kehilangan salah satu tangannya karena pihak yang tidak bertanggung jawab. Dilansir dari Dailymail, ternyata Baraka adalah korban ketiga dari para pelaku.

Sudah ada dua anak yang menjadi korban modus penyerangan serupa yakni pada Desember dan kurang dari sebulan yang lalu. Peristiwa ini tentu sangat miris mengingat mereka masih anak-anak dan ada pelanggaran hak asasi manusia di sini.

Mempercayai bahwa bagian tubuh orang albino bisa memberikan keberuntungan atau menyembuhkan penyakita adalah doktrin yang merugikan. Selain itu memicu tindakan kriminal karena banyak orang yang menggunakan segala cara demi mendapatkan potongan tubuh orang albino tersebut.

Hal ini karena potongan tubuh orang albino dicari dan dibeli dengan harga yang sangat mahal. Sayangnya hal ini berdampak tragis bagi kalangan orang atau anak albino tersebut. Jonathan Beale, salah satu gerakan perlindungan kaum albino di Tanzania mengatakan bahwa mirisnya di negara paling miskin di dunia itu, bahkan hingga tahun-tahun mendatang masih akan ada orang miskin yang melakukan kekejaman semacam ini demi uang.

Next
BERITA TERKAIT
BACA JUGA