Setiap Tahun, Rp 200 Miliar Pendapatan Parkir Pemprov DKI Jakarta Hilang

oleh Admin
10:28 AM on Aug 6, 2014

Di ibu kota, mendapat lahan parkir adalah hal yang cukup sulit. Namun dibalik kesulitan mendapat parkir, ada dana sangat besar yang menguap begitu saja setiap tahunnya. Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok mengatakan ada ratusan miliar pendapatan parkir Pemprov DKI yang hilang setiap tahunnya, dilansir oleh detik.com, Selasa (5/8). Dengan jumlah yang besar tersebut, Ahok mengeluarkan solusi cara mengatasinya, yaitu dengan memberlakukan parking meter.Setiap-Tahun,-Rp-200-Miliar-Pendapatan-Parkir-Pemprov-DKI-Jakarta-Hilang

“Makanya kita sedang meminta pak Sunardi Sinaga (Kepala Unit Pelaksana Perparkiran DKI) untuk membereskan parking meter,” ujar Ahok di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat. Penggunaan parking meter akan lebih efektif, karena akan mencatat semua pendapatan parkir dengan lebih detil dan otomatis.

Baca Juga
Bukan Kegembiraan, 4 Lomba Agustusan Ini Justru Berakhir dengan Tragedi
Tak Melulu Miris, Ini Cerita dari Para Veteran yang Akhirnya Diperhatikan oleh Pemerintah

Sayangnya, rencana penggunaan parking meter masih belum bisa direalisasikan karena terkendala birokrasi yang rumit. Hal ini membuat Ahok kecewa karena lambatnya birokrasi akan semakin memperlambat penggunaan parking meter. “Sayangnya BPKD payah mengurusnya. Lambannya minta ampun, BPKD kita itu, aduh, capek deh,” ujar Ahok menanggapi lambatnya kinerja BPKD.

Di tempat terpisah, Sunardi Sinaga menyabutkan bahwa pendapatan parkir di badan jalan yang hilang setiap tahun diperkirakan mencapai angka Rp 200 miliar. Angka tersebut tidak masuk ke dalam kas daerah setiap tahunnya. Selama ini pihak pemrov DKI Jakarta hanya menerima Rp 326 miliar, yang terdiri dari Rp 300 miliar pendapatan pajak parkir gedung dang Rp 26 miliar pendapatan parkir di jalan.

“Banyak pendapatan parkir on the street yang hilang, karena banyak orang yang berkepentingan, kata lainnya banyak preman. Makanya parking meter sangat efektif dilakukan untuk menata parkir di Jakarta. Diharapkan, tidak ada lagi kebocoran (pendapatan) nantinya,” ujar Sunardi Sinaga.

Next
BERITA TERKAIT
BACA JUGA