5 Jembatan Paling Ekstrem di Malang yang Hanya Boleh Dilalui Mereka yang Ahli dan Berani

oleh Rizal
15:00 PM on Aug 24, 2015

Menurut penjajah Belanda dulu, Malang dikatakan adalah zona segitiga emasnya Jawa Timur. Alasannya, karena kota ini dikelilingi oleh gunung-gunung yang membuatnya seperti dibentengi dengan kuat. Jika Belanda saja sudah mengakuinya, maka kenyataannya tentu saja demikian.

Baca Juga : Menyeberangi 5 Jembatan Gantung Paling Ekstrim, Siapa Takut!

Baca Juga
Blunder! 7 Pejabat Ini Pernah Salah Ucap Ketika Sedang Menyampaikan Pidato Penting
Inilah Perbandingan Tunjangan Veteran Indonesia dan Luar Negeri Ibarat Langit dan Bumi

Tak hanya dikaruniai kondisi geografis yang unik, Malang juga punya sederet hal menarik lain. Mulai dari tempat wisata, kampus, dan juga tempat misteri yang sempat diulas redaksi Boombastis beberapa waktu lalu. Nah, selain deretan hal tersebut ada juga yang begitu ikonik dengan Malang dan hanya segelintir saja yang mengetahuinya. Percaya atau tidak, kota ini punya jembatan rahasia yang cukup ekstrem dan benar-benar butuh kemampuan mumpuni dan juga keberanian untuk bisa melewatinya.

Mampir ke Malang hanya bawa bekal uang dan pakaian saja, tapi juga lengkapi dirimu dengan kemampuan mengemudi handal. Siapa tahu kamu akan melewati jalanan menyeramkan berikut.

1. Jembatan Pelor

Jembatan ini sering digunakan sebagai salah satu alternatif jalur paling cepat menuju Samaan dan sekitarnya dari arah Jalan Brigjen Slamet Riyadi. Meskipun sebagai salah satu jalur alternatif paling cepat, namun disarankan untuk tidak melewati jalan ini. Khususnya jika kamu masih belum benar-benar menguasai skill mengendarai sepeda motor.

Bersenggolan di sini akan membawamu ke akhirat [Image Source]
Bersenggolan di sini akan membawamu ke akhirat [Image Source]
Jembatan Pelor ini terbagi menjadi 2 bagian yang terpisah. Jembatan pertama adalah ketika masuk dari arah Brigjen Slamet Riyadi dan tinggal lurus saja untuk mencapai jembatan kedua. Alasan kenapa kamu sebaiknya menghindari jembatan ini lantaran lebar jalannya yang hanya cukup untuk satu motor saja. Sehingga ketika melewatinya harus bergantian. Belum lagi konstruksi Jembatan Pelor 1 yang masih dibuat dari kayu dan baja sebagai penyangganya. Sehingga menghasilkan suara berderit yang mengesankan jembatan ini seperti mau roboh.

Alasan lain kenapa jembatan ini lebih baik jangan dilewati kalau kamu belum ahli adalah karena tingginya yang tidak karuan. Sekitar 10 meter di bawah Jembatan Pelor 1 adalah sungai berantas. Jadi, cukup ngeri rasanya ketika melewatinya. Apalagi buat kamu yang tidak suka ketinggian.

Tantangan lain di sini adalah pejalanan kaki yang juga melewatinya. Harus ekstra hati-hati agar tidak bersenggolan satu sama lain atau bakal berakhir tragis jatuh dan mengapung di sungai Brantas. Untuk Jembatan Pelor 2 masih cukup aman karena konstruksinya sudah cor serta ketinggian jembatan yang masih normal. Walaupun bentuk fisiknya juga tidak lebih lebar dari yang pertama.

Next
Like us on Facebook Follow us on Twitter
ARTIKEL LAINNYA
ARTIKEL PILIHAN
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA