7 Fakta Sang Diktator yang Membesarkan China, Mao Zedong

oleh Rizal
12:00 PM on Sep 2, 2015

Bukan tanpa alasan kenapa Adolf Hitler, Josef Stalin, dan sederetan orang dengan kelakuan serupa, dianggap sebagai manusia paling buruk sepanjang masa. Tentu saja karena mereka semua telah membantai hampir sebagian besar manusia di zaman itu. Makian dan kutukan pun masih kerap terdengar meskipun pelakunya sudah meninggal beberapa dekade lalu. Mao Zedong, ia tercatat pernah melakukan kejahatan serupa, tapi justru dipuja hingga kini khususnya oleh orang-orang China.

Baca Juga : 7 Fakta Tentang Hitler yang Jarang Diketahui Orang

Baca Juga
6 Alasan Kenapa One Piece Nggak Pernah Bikin Penggemar Bosen Meski Sudah 20 Tahun
Inilah 4 Alasan Mengapa Profesi TKI Bisa Bikin Seseorang Jadi Kaya Mendadak

Jika kamu menengok kembali buku-buku sejarah, maka kamu akan terkejut jika dalam masa kepemimpinannya dari tahun 1949-1976, Mao setidaknya sudah menghabisi 50-70 juta nyawa. Entah itu karena perang, bunuh diri, atau memang sengaja dibunuh karena diduga akan membahayakan pemerintah.  Namun berkatnya, China perlahan tumbuh menjadi negara besar seperti sekarang.

Hitler dan Stalin mungkin sudah cukup banyak orang yang mengetahuinya. Namun hanya segelintir orang saja yang tahu seluk beluk Mao Zedong. Berikut ulasan unik tentang sang diktator paling mematikan sepanjang sejarah.

1. Mao Berangkat dari Keluarga yang Miskin

Menjadi penguasa besar bangsa China, siapa yang menyangka Mao ternyata lahir dari keluarga miskin. Ayah dan ibunya bekerja sebagai petani di Shaoshan, Hunan. Mao lahir dengan bimbingan Buddha dan Confusianis, ia diasuh oleh keluarga yang lemah lembut, meskipun sang ayah kadang sangat tegas. Meskipun miskin, namun Mao rupanya cukup beruntung. Berkat usaha sang ayah dengan membeli tanah-tanah di sekitar desanya, hidup keluarga pun makin mapan.

Di rumah inilah Mao mengawali langkah besarnya bagi bangsa China [Image Source]
Di rumah inilah Mao mengawali langkah besarnya bagi bangsa China [Image Source]
Sehingga tak heran di kala keluarga lain di desa miskin ini hidup kekurangan, Mao malah sudah bisa bersekolah. Semasa kecilnya, pria yang lahir 26 Desember 1893 ini punya perangai yang kasar dan suka berkelahi. Namun minat baca dan belajarnya luar biasa. Meskipun sempat dikeluarkan dari sekolah dan kemudian masuk sekolah lain, Mao tumbuh jadi pemikir hebat dan mungkin bisa dibilang agak sedikit culas.

Next
BERITA TERKAIT
BACA JUGA