7 Eksperimen Mengerikan dengan Manusia Sebagai Kelinci Percobaannya!

oleh Adi Nugroho
07:00 AM on Aug 7, 2015

Dalam setiap penemuan baru, entah itu obat atau pun alat kesehatan pasti ada fase uji coba terlebih dahulu. Fase ini akan diberikan kepada objek uji coba yang biasanya berupa hewan atau manusia sendiri. Perlakuan obat atau alat kepada objek uji coba akan diteliti hingga menghasilkan sebuah kesimpulan akan fungsi dari penemuan tersebut.

Baca Juga : 7 Peristiwa Paling Misterius Di Dunia

Baca Juga
Nggak Terima Anaknya Ditegur, Orangtua Zaman Now Langsung Hajar Guru SMA di Kendari
4 Fakta Mengenai Beberapa Petinggi TNI yang Dilarang Menginjakkan Kaki di Amerika

Manusia jarang sekali dijadikan objek uji coba karena alasan keselamatan atau tidak sesuai dengan nurani. Tapi beberapa tahun lalu, manusia kerap dijadikan proyek uji coba sebuah eksperimen mengerikan. Mereka diberi perlakuan tidak manusiawi agar ilmuwan menemukan data yang valid akan proyek uji cobanya. Berikut proyek mengerikan itu!

1. Proyek Membiarkan Manusia Menderita Sifilis

Pada tahun 1923, Amerika pernah melakukan percobaan yang sangat mengerikan. Mereka mengumpulkan sekitar 400 orang yang menderita Sifilis, lalu diberi perlakuan yang tidak baik. Penderita ini dibohongi akan diobati hingga sembuh. Namun nyatanya mereka justru dibiarkan karena ilmuwan ingin mengetahui bagaimana pertumbuhan penyakit mematikan ini di tubuh pasien.

Proyek Membiarkan Manusia Menderita Sifilis  [image source]
Proyek Membiarkan Manusia Menderita Sifilis [image source]
Ilmuwan mengumpulkan data yang dianggap sangat valid ini agar kelak dapat mengatasi penyakit Sifilis dengan benar. Hingga tahun 1940 saat penicillin telah disetujui sebagai salah satu obat sifilis, para objek uji coba ini tidak mendapatkan perawatan lanjutan. Mereka tetap dibiarkan menderita. Beberapa objek akhirnya meninggal dunia secara perlahan hingga pada tahun 1972 penelitian ini dihentikan.

Next
Like us on Facebook Follow us on Twitter
ARTIKEL LAINNYA
ARTIKEL PILIHAN
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA