5 Bahan Kimia Mematikan ini Lebih Berbahaya dari yang Digunakan Siti Aishah

oleh Faradina
13:00 PM on Feb 17, 2017

Belakangan ini dunia internasional digegerkan oleh berita terbunuhnya saudara tiri Kim Jong Un, Kim Jong Nam oleh dua wanita dengan menggunakan racun atau bahan kimia berbahaya. Satu hal yang membuat publik penasaran mungkin tentang motif pembunuhan tersebut. Namun hal lain yang juga dipertanyakan adalah seperti apa bahan kimia yang diduga bernama Ricin tersebut sampai bisa memiliki efek sangat cepat.

Ricin sendiri merupakan bagian dari minyak jarak yang selama ini memang dikenal menyehatkan. Bagian yang beracun tersebut berasal dari ampas biji yang telah di ekstrak menjadi minyak. Biji atau ampas tersebut sangat berbahaya bila dihirup karena dapat menghentikan aktivitas sel dalam tubuh. Ricin ini sebenarnya sudah populer digunakan di Amerika dan Rusia sebagai senjata kimia.

Baca Juga
Dinobatkan Jadi Atlet Tercantik dan Terseksi SEA Games 2017, Ini Lho Pesona Lindswell Kwok Yang Bikin Indonesia Bangga
Inilah 4 Bukti Kalau Pengguna Medsos yang Ada di Indonesia Polosnya Bukan Main

Banyak pakar yang berpendapat bahwa ricin sama berbahayanya dengan sianida karena bila diaplikasikan pada dosis berlebih maka akan menyebabkan kematian. Berbicara mengenai racun tersebut, berikut ada lima jenis bahan kimia berbahaya lainnya yang lebih mematikan dari sianida maupun ricin dan harus diwaspadai.

Botulinum Toxin

Zat yang satu ini berada di tingkatan yang cukup membahayakan. Bagaimana tidak, satu sendok makan Botulinum Toxin dipercaya dapat membunuh lebih dari 1 milyar manusia. Itulah kemudian bahan ini sangat terkenal di kalangan pengembang senjata kimiawi. Menurut isu yang beredar, rezim Saddam Hussein pernah menggunakan racun ini untuk menghabisi banyak orang.

Botulinum Toxin [image source]
Botulinum Toxin dihasilkan oleh bakteri yang bernama Clostridium Botulin. Bakteri tersebut juga bisa ditemukan dalam makanan tertentu. Namun baru bisa mematikan bila makanan tersebut dipanaskan lebih dari 100 derajat celsius. Sekarang zat ini juga ditemukan dalam beberapa jenis obat dan kosmetik, maupun botox. Tapi sepertinya sudah melewati perlakuan khusus sebelumnya.

VX

Zat yang satu ini sama halnya seperti pestisida. VX dikenal hanya digunakan untuk keperluan perang saja dan dikategorikan sebagai senjata pembunuh masal. Bahan kimia yang satu ini tidak berbau dan tidak berasa. Meskipun saat ini penggunaannya dilarang, namun kekuatan militer di dunia masih menyimpan VX sebagai senjata.

VX [image source]
Jika gas ini sedikit saja mengenai kulit manusia, efeknya langsung menyebabkan kematian. Sedangkan bila gas ini terhirup oleh kita, gejala pertama yang akan dialami adalah serupa flu namun lama kelamaan dapat memicu kelumpuhan sampai kematian.

Tetrodotoxin

Jenis racun yang biasa disingkat dengan TTX ini berasal dari ikan buntal. Bagi penggemar sushi, mungkin sudah merupakan hal biasa untuk mengonsumsi ikan jenis ini. Buntal memang aman dikonsumsi, namun racun yang dibawanya memiliki efek mematikan.

Tetrodotoxin [image source]
Efek yang ditimbulkan sendiri mulai dari kelumpuhan di bagian mulut, bermasalah menelan dan berbicara, kesulitan mengendalikan tubuh, seluruh badan gemetar, koma, dan kemudian meninggal. Gejala-gejala tersebut mulai terjadi antara 17 menit sampai 6 jam.

Sarin

Sarin hanya membutuhkan waktu 1 sampai 10 menit sampai akhirnya dapat menghabisi nyawa sang korban. Gejala pertama yang dialami setelah menghirup gas ini adalah mengeluarkan ingus dan merasa sakit di bagian dada yang selanjutnya membuat kita sulit untuk bernafas.

Sarin [image source]
Sarin pertama kali ditemukan pada 1938 di Wuppertal-Elberfeld, Jerman. Kemudian mereka mencoba untuk mengembangkan jenis pestisida ini namun ternyata lama kelamaan berubah menjadi racun yang mematikan. Resep racun ini kemudian diserahkan pada German Army Weapon Office dan diproduksi sebagai senjata.

Polonium

Polonium merupakan salah satu elemen radioaktif yang diduga menjadi penyebab meninggalnya pemimpin Palestina, Yaser Arafat. Saking berbahayanya zat ini, dunia ilmu pengetahuan sudah tidak lagi menggunakannya dalam hal penelitian lagi. Jenis Polonium 210 diperkirakan memiliki dampak 250000 kali lebih besar dibandingkan hidrogen sianida. Bisa dibayangkan bagaimana berbahayanya bahan ini.

Polonium [image source]
Polonium juga disebut-sebut merupakan salah satu zat yang digunakan Amerika saat perang dunia ke dua untuk menghancurkan Nagasaki. Sementara menurut teorinya, Polonium 210 dapat membumihanguskan 10 juta manusia. Bila radiasi bahan berbahaya ini tak mampu membunuh satu nyawa, maka efek lainnya adalah menyebabkan kanker.

Layaknya kasus kopi sianida beberapa waktu lalu, kita jadi semakin tahu bahwa ada banyak bahan kimia berbahaya yang digunakan dengan tujuan beragam. Sebenarnya sih zat-zat ini sudah diciptakan sebagaimana fungsinya, tapi ada oknum yang memanfaatkan efek samping dari bahan kimia tersebut untuk ide-ide yang lebih mengerikan.

Next
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
error put content