Bagi pencinta sepak bola melihat beberapa pemberitaan mengenai kembalinya dirijen Arema Yuli Sumpil ke stadion, tentu menjadi sebuah hal yang amatlah mengejutkan. Apalagi kalau melihat hukuman untuknya yang seumur hidup dilarang nonton sepak bola langsung di stadion seluruh Indonesia, pastinya hal itu layaknya petir di siang bolong. Come Back-nya Yuli sendiri diketahui terjadi ketika Arema FC menjalani partai lanjutan Piala Indonesia pada Selasa (21/11).

Melihat hal tadi mungkin kalian akan bertanya-tanya kenapa Yuli bisa kembali mendukung tim Singo Edan secepat ini. Bahkan bila dilihat tenggat waktu ia dijatuhi hukuman ini bisa dikatakan, belum genap satu tahun ia menjalani sanksi berat dari Komisi Disiplin PSSI tersebut. Nah untuk mengetahui apa menjadi penyebab ia bisa kembali memberikan dukungan simak ulasan berikut sobat. Yuk let’s go.

Hukuman Yuli hanya berlaku di kompetisi Liga 1 saja

Yuli Sumpil kembali [Sumber Gambar]
Sebagai jawaban dari rasa penasaran kalian tentang kembalinya Yuli Sumpil ke stadion dengan waktu yang cepat. Melansir laman Bolasport, ternyata sanksi seumur hidup larangan datang ke stadion seluruh Indonesia hanya berlaku di kompetisi Liga 1 saja. Sedangkan ketika di Piala Indonesia, pria kelahiran 14 Juli 1976 dibebaskan untuk tidak menjalankan sanksi yang ia terima. Dirijen kelompok suporter Aremania ini sendiri menerima hukuman setelah pada laga Arema FC menghadapi Persebaya Surabaya membuat ulah dengan memprovokasi pemain cadangan dari Tim Bajul Ijo.

Langsung memimpin para suporter

Seperti menjadi pelampiasan rindu yang sudah menggunung kehadiran Yuli di stadion ketika itu juga disambut riuh oleh penonton di Stadion Gajayana Malang. Saat itu juga larangan Arema menggelar pertandingan tanpa disaksikan pendukungnya juga tidak berlaku di kompetisi Piala Indonesia. Alhsil berkat hal tersebut terciptalah sebuah sinergi antara dirijen dan juga para pemain ke 12 yang membuat laga Arema kembali ramai. Yuli kala itu juga langsung memimpin Aremania untuk menyanyikan chants andalan, seperti salah satunya Salam Satu Jiwa. Tapi sayang, beberapa lagu provokatif masih beberapa kali terdengar di stadion.

Kehadirannya berbuah kemenangan telak di derby Malang

Arema Vs Metro Fc [Sumber Gambar]
Spirit baru yang hadir dari tribune penonton ternyata mempunyai pengaruh yang besar untuk kesebelasan Arema FC. Berlaga di babak 64 besar tim berjuluk Singo Edan sukses memenangi partai bertajuk derby Malang. Saat pertandingan Persekam Metro FC dibuat tidak berdaya dengan permainan ciamik anak asuh Mila Petrovic yang hasilkan 5 gol berbalas satu saja. Melansir laman Bola.net, gol Arema disumbangkan oleh Sunarto, Nasir, Makan Konate, dan Johan Alfarizi. Hasil yang juga membuat tim identik kostum warna biru ini lolos ke babak 32 besar Piala Indonesia 2018.

Apakah ini bentuk tidak konsistennya hukuman PSSI?

Insiden Yuli masuk stadion [Sumber Gambar]
Melihat beberapa hal tadi, mungkin kalian akan sedikit sependapat jika kehadiran Yuli Sumpil ke stadion ini adalah bentuk tidak konsistennya sebuah hukuman dari PSSI. Sebetulnya kalau vonisnya seumur hidup harusnya dijalankan sesuai ketentuan, agar bisa menimbulkan efek jera kepada pelaku. Dan membuktikan kalau pihak federasi benar-benar tegas megenai masalah suporter. Kalau hanya seperti gretak sambal tanpa ketegasan, tentunya tujuan dari pemberian hukuman seumur hidup bisa menguap. Namun, terlepas dari hal itu memisahkan pencinta bola dengan olahraga ini merupakan sebuah kemustahilan. Besar harapan kalau mesti diperbolehkan Yuli tidak akan mengulangi kesalahannya.

BACA JUGA: Di Balik Sikap Kontroversinya, Beginilah Sisi ‘Baik’ Yuli Sumpil Sang Dirigen Aremania

Kehadiran kembali Yuli Sumpil di stadion adalah sedikit gambaran bagaimana sanksi dari PSSI kerap tidak konsisten. Kendati banyak berdalil ini bentuk keadilan, namun tanpa ketegasan sebuah hukuman tidak akan membuat seorang menemui efek jera. Tapi sejatinya sebuah keputusan, langkah Komdis untuk Yuli ini pastinya sudah melalui pertimbangan matang.