Sejak era Presiden Soekarno hingga Jokowi, Indonesia tetap menolak untuk membuka hubungan diplomatik dengan negeri bintang Daud, Israel. Sikap keras ini merupakan bentuk nyata dukungan Indonesia terhadap kemerdekaan Palestina, yang hak-haknya telah dirampas sejak 14 Mei 1948. Atas nama Zionis pula, Israel melakukan sejumlah kejahatan perang dan tragedi berdarah di abad modern ini.

Ironisnya, muncul sebuah tokoh asal Indonesia yang justru bertindak sebaliknya. Sosok yang bernama Yahya Cholil Staquf tersebut, malah memenuhi undangan sebagai peserta seminar sebuah forum yang diinisiasi oleh American Jewish Committee (AJC) di Israel. Alhasil, kenekatannya datang ke negeri yang dimusuhi oleh umat Islam itu memantik reaksi keras di masyarakat.

Penuhi undangan Isarel [sumber gambar]
Jika dilihat dari latar belakangnya, Yahya Cholil Staquf merupakan seorang mantan Juru bicara di era kepemimpinan Gus Dur. Ia pun dilantik sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Watimpres) pada Kamis 31 Mei 2018 silam. Yang menarik, Yahya Cholil Staquf yang biasa disapa Gus Yahya ini, juga menjabat sebagai Katib Aam (Sekjen) Suriyah PBNU. Sebuah organisasi keagaamaan terbesar di Indonesia yang justru alergi dan kerap menentang tingkah Israel terhadap Palestina.

Watimpres sekaigus Katib Aam PBNU [sumber gambar]
Tak hanya menuai reaksi di masyarakat, sejumlah tokoh politik pun turut angkat bicara. Dilansir dari news.detik.com, Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid pun mengkritik kehadiran Yahya Cholil Staquf di forum tersebut.

Dikritik oleh Hidayat Nurwahid [sumber gambar]
Itu yang menjadi kritik publik juga. Padahal dengan lugas beliau (Yahya) menyampaikan ke NU Online bahwa Gus Yahya Staquf berdiri–padahal dalam forum itu, beliau hanya duduk saja–untuk Palestina, bahkan untuk hormati kedaulatan Palestina sebagai negara yang merdeka,” ujarnya.

Bahkan pihak Hammas yang selama ini menjadi tameng bagi rakyat Palestina, juga ikut buka suara. Mereka mengungkapkan kekecewaannya terhadap aksi dari tokoh politik tersebut.

Hamas pun ikut mengomentari Yahya Cholis Staquf [sumber gambar]
Kami menghargai sikap bersejarah Indonesia yang selama ini mendukung hak-hak rakyat Palestina dan perjuangan mereka untuk kebebasan dan kemerdekaan. Kami juga mengecam tindakan tercela yang bukan hanya merupakan penghinaan terhadap rakyat Palestina dan pengorbanan mereka, tetapi juga bagi rakyat Indonesia yang sudah memiliki sejarah panjang dalam mendukung Palestina,” demikian pernyataan Hamas yang dilansir dari news.detik.com.

Namun beberapa pihak menyatakan, bahwa agenda Yahya Cholil Staquf memenuhi undangan Israel tersebut merupakan inisiatif pribadi.

Dianggap niat pribadi oleh Said Aqil Siraj [sumber gambar]
Menyikapi kehadiran KH Yahya Cholil Staquf ke seminar yang diadakan oleh Yahudi Amerika di Yerusalem, atau di Israel, kami NU menyatakan bahwa kehadiran KH Staquf atas nama pribadi, sama sekali tidak ada sangkut-pautnya dengan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama,” kata Ketua Umum NU, Said Aqil Siraj lewat siaran pers yang dilansir dari viva.co.id.

Setibanya di Israel, Yahya Cholil Staquf akan berbicara pada forum American Jewish Committee (AJC) bersama dengan tokoh lainnya. Seminar itu akan dipandu oleh moderator yang juga Direktur AJC, Rabi David Rosen dan bakal dihadiri oleh 2.400 orang. Bahkan seperti di video pun, Yahya Cholil Staquf sama sekali tak menyinggung tentang Palestina.

Meski terkesan kontroversial dan nenyakiti hati umat muslim di Indonesia, mudah-mudahan masyarakat Indonesia tidak terlanjur terprovokasi. Mari kita lihat bersama-sama dengan cerdas. Apakah agenda di atas bermanfaat bagi Indonesia dan Palestina atau ada rencana terselubung lainnnya? Entahlah. Hanya Tuhan yang tahu.