in

4 Alasan Mengapa Tutup Paksa Warung Saat Bulan Puasa Tak Perlu Lagi Dilakukan

Warung saat puasa [sumber gambar]

Membuka warung saat puasa Ramadan sampai saat ini masih terus menjadi perdebatan. Hal tersebut seringkali mendapatkan kecaman dan larangan, meski sebagian masih ada yang menyediakan makanan dan bebas disinggahi oleh mereka yang tak berpuasa. Ada yang buka dengan cara ditutupi tirai, ada pula yang secara terang-terangan.

Bahkan, saking ruwetnya masalah buka-tutup warung saat bulan puasa ini, ada perda yang mengatur khusus loh. Padahal, kalau buka pun sebenarnya tidak akan berpengaruh dengan nilai ibadah seseorang. Tapi kan, kalau warung terus menerus buka bisa membuat tergoda? Hmmm, begini loh alasannya mengapa warung makan tak perlu tutup saat Ramadan~

Masa iman goyah hanya karena lihat jajaran makanan warteg?

Warung saat puasa [sumber gambar]
Puasa itu adalah tentang kejujuran kepada diri sendiri. Mau warung tutup atau buka pun kalau masalah ibadah puasa ini kembalinya ke masing-masing individu. Seseorang bisa saja keluar untuk makan siang saat berpuasa dan ikut buka bersama keluarga saat adzan magrib, tak akan ada yang tau. Godaan itu sebetulnya bukan datang dari warteg yang sedang buka, akan tetapi dari hawa nafsu diri sendiri. Bulan puasa begini, syaitan dikarantina loh~

Ada banyak orang yang tidak puasa

Ibu hamil yang tidak puasa [sumber gambar]

Berpuasa masuk dalam salah satu list rukun Islam. Namun, dalam kondisi tertentu ada kok orang yang diberi keringanan untuk tidak berpuasa. Misalkan saja orang yang sakit –bisa bertambah parah kalau berpuasa, ibu hamil dan menyusui yang mungkin merasa belum bisa mengerjakan aktivitas berat sehingga harus membeli makanan di luar. Dengan adanya warung yang menjual makanan dan buka saat Ramadan, mungkin mereka merasa terbantu, iya kan?

Lagi dan lagi, Indonesia punya empat agama lain selain Islam

Ada banyak orang yang gak puasa [sumber gambar]
Indonesia punya empat agama lain selain Islam. Namun, konon toleransi antar-agama adalah hal yang masih sangat sulit sekali diterapkan dengan baik. Orang bangun gereja, dilarang, ada orang yang melaksanakan ibadah (selain Islam) digerebek, buka warung saat puasa juga terancam kena sanksi. Padahal, orang yang agamanya Kristen, Buddha, serta Hindu juga membutuhkan beli makanan. Meskipun mereka minoritas, umat beragama lain juga bagian dari bangsa ini dan patut pula dihargai hak-haknya, guys.

Jangan menghambat rezeki orang lain

Warung yang tutup [sumber gambar]
Berbicara tentang rezeki, memang benar sudah diatur oleh Tuhan yang Maha Kuasa, namun kalau tidak diusahakan juga tak mungkin datang sendiri bukan? Menjual makanan adalah salah satu ikhtiar pemilik warung untuk mencari rezeki. Masa iya, saat orang lain punya niat untuk menghidupi keluarga dari berjualan makanan, lha kok malah dilarang dan tak boleh buka. Lagian, buka warung selama Ramadan juga memudahkan orang-orang yang mencari menu berbuka, jadi bisa saling menguntungkan.

BACA JUGA: Ketika ‘Buka-Tutup’ Warung Jadi Polemik Menyambut Bulan Puasa

Jangan pamer makanan, jangan buka warung, kalau makan saat bulan Ramadan mending sembunyi saja. Pernyataan di atas akan lebih membuat damai kalau orang yang berpuasa sendiri menjaga hawa nafsu dan tak usah gampang pengin. Tak peduli mau ada warung yang tutup atau buka, kalau memang niatnya sungguh-sungguh mau puasa, pasti bisa menahan hingga bedug berbuka.

Written by Ayu

Ayu Lestari, bergabung di Boombastis.com sejak 2017. Seorang ambivert yang jatuh cinta pada tulisan, karena menurutnya dalam menulis tak akan ada puisi yang sumbang dan akan membuat seseorang abadi dalam ingatan. Selain menulis, perempuan kelahiran Palembang ini juga gemar menyanyi, walaupun suaranya tak bisa disetarakan dengan Siti Nurhalizah. Bermimpi bisa melihat setiap pelosok indah Indonesia. Penyuka hujan, senja, puisi dan ungu.

Leave a Reply

Beda Keyakinan, Perlakuan 5 Seleb kepada ART-nya Ini Bikin Adem Hati

Tak Banyak Orang Tahu, Begini Aturan Minum Obat yang Dianjurkan Selama Bulan Ramadan