Setiap orang punya konsep masing-masing mengenai pernikahan seperti apa yang mereka kehendaki. Alih-alih rencanakan pesta meriah, pasangan ini malah sudah mempertimbangkan semua budget sedari awal acara pra-nikah. Tidak mahal dan jauh dari kata istimewa, undangannya saja mereka hanya memakai bungkus kopi sachet.

Yap, kopi yang biasa Sahabat semua beli di warung dengan harga seribuan itulah disulap menjadi kertas undangan, amat sangat sederhana bukan? Btw, hal ini dilakukan bukan tanpa alasan loh, yuk kita lihat mengapa kok pengantin sepakat membuat undangan unik untuk pernikahan mereka.

Low budget dan bermanfaat untuk yang diundang

Undangan ini pertama kali diposting oleh akun facebook Donny Golden. Ia mengunggah sebuah foto undangan berupa selembar kertas sebesar kartu nama yang distaples pada sebungkus kopi Kapal Api. Nama kedua mempelai adalah Amel dan Heri, bisa Sahabat baca dari kertas kecil tersebut. Walaupun kecil, foto dan nama pengantin, tanggal menikah, serta tempatnya dibubuhkan dengan jelas.

Undnagan dari kopi sachet [Sumber gambar]
Menurut Donny sendiri, cara mengundang seperti ini lebih hemat dan bermanfaat untuk orang yang diundang. Ya, bayangkan saja, kita mencetak sendiri kertas tersebut dan hanya butuh sedikit biaya. Sedangkan untuk kopinya paling banyak hanya mengeluarkan 1500 rupiah per sachet. Yang mengundang senang karena low budget, yang diundang juga senang karena bisa dapat kopi gratis.

Cara mengundang yang ternyata populer di beberapa daerah

Tak hanya terjadi pada pasangan asal pasangan asal Kampung Bungaok, Desa Caringin, Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang ini saja ternyata, Sahabat. Dilihat dari komentar netizen, model mengundang semacam ini cukup sering dilakukan di beberapa daerah.

Undangan unik murah [Sumber gambar]
Di antara mereka ada yang mengatakan bahwa di daerahnya bahkan terkadang memakai shampoo sachet, deterjen, mie instan, atau jajanan murah lain yang juga ditempel kertas kecil yang menjelaskan detail acara. Bagi yang lelaki mereka sering membuat undangan dengan tulisan tangan di kertas biasa yang dimasukkan ke dalam amplop, di dalamnya ditambah dengan dua atau tiga batang rokok. Hmm, boleh ditiru nih!

Inspirasi undangan yang sangat bisa ditiru

Dari pengakuan banyak netizen, kita akui memang semakin ke sini, semakin banyak orang yang berlomba mengadakan pesta pernikahan besar-besaran. Dari kartu undangan saja, ada yang sampai menghabiskan puluhan juta, belum lagi catering, make-up, serta dekorasi. Padahal jika mau dipikir-pikir, mereka yang diundang pasti hanya membaca undangan sekilas saja untuk memastikan tempat dan tanggal, setelahnya undangan bisa saja langsung dibuang.

Pernikahan yang sah [Sumber gambar]
Atau mungkin ada yang memilih untuk tidak usah datang, yang penting memberikan amplop uang. Metode yang dipakai oleh Amel dan Heri ini bisa jadi inspirasi, terlebih bagi yang masih mempermasalahkan budget nikah.

Kisah lain pernikahan itu murah

Esensi dari menikah itu memang bukan mewahnya acara, melainkan sahnya ijab dan qabul. Selain Amel dan Heri ada banyak loh pasangan yang memilih menikah dengan cara yang sangat sederhana. Sebelumnya, mungkin Sahabat Boombastis semua pernah membaca artikel dengan judul menikah itu murah, yang memperlihatkan pasangan dengan mahar murah meriah,

Mahar air putih [Sumber gambar]
bahkan ada yang hanya sebotol air putih. Atau kisah lain lagi, mereka yang memasak sendiri untuk keperluan makanan para tamu undangan, sehingga saat ditotal biaya menikah yang dihabiskan tidak mencapai lima juta Rupiah. Kehidupan rumah tangganya? Tetap aman tenteram tuh.

BACA JUGA: 5 Kisah ‘Menikah Itu Murah’, dari Mahar 25 Ribu Rupiah Hingga Segelas Air Putih

Menikah dengan budget murah bukan berarti seorang tidak mampu, pun pasangan yang mahal resepsinya tidak menjamin keduanya bahagia. Jika memang tidak punya cukup budget tapi sudah sangat ngebet menghalalkan anak orang, beberapa tips nikah murah di atas bisa dicoba. Tetapi kalau memang berasal dari keluarga yang mampu secara finansial, pernikahan layaknya Crazy Rich pun tak masalah. Lha wong duitnya banyak kan?