Pernah tidak sih berpikir kalau Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) itu pengawasannya sangat ketat? Soal-soalyang berbeda, belum lagi diawasi oleh guru-guru dari luar sekolah, menambah suasana mencekam saat mengikuti ujian. Alhasil bukannya disambut dengan semangat dalam mengerjakan, pelajar malah pingsan duluan.

Namun ternyata, penderitaan pelajar di Indonesia tidak sebanding dengan yang ada di luar negeri. Kalau misal dibandingkan, pengawasan di Indonesia dibilang ecek-ecek. Beberapa negara malah memberikan pengawasan yang di luar batas wajar hanya untuk ujian. Negara mana saja yang melakukan pengamanan gila tersebut, simak ulasannya berikut

China, peraturan super ketat

Ujian di China [image source]
Di negara ini, saat ujian para pelajarnya dihadapkan dengan berbagai peraturan yang mengikat. Pertama, ujian harus dilaksanakan di tempat terbuka. Bukan hanya itu, para pelajar wanita juga dilarang menggunakan pakaian dalam saat ujian. Selain itu, ujian harus diawasi dengan sebuah teleskop. Bila ketahuan menyontek, maka hukuman berat siap menanti. Benar-benar ketat bukan, bagaimana kalau hal seperti ini diterapkan di Indonesia? Mungkin, pelajar bukan takut dengan soal ujiannya tapi suasana ujiannya.

Artikel Lainnya
4 Sosok Keturunan Indonesia yang Sukses Jadi Tentara di Negara Lain, Salah Satunya Anak Artis
Nostalgia 5 Aplikasi Chatting Populer Anak 90-an yang Sekarang Cuma Tinggal Baunya Saja

India, dilarang menggunakan baju

Ujian militer tulis India [image source]
Kalau di India, peraturannya malah aneh. Di sini siswanya dilarang menggunakan baju yang menutupi tubuh saat ujian berlangsung. Ujian seperti ini berlaku bagi para calon tentara yang ingin mengikuti seleksi masuk militer. Semua ini dilakukan lantaran kedapatannya beberapa siswa yang menyontek menggunakan ponsel saat ujian sebelumnya. Tidak bisa dibayangkan bukan kalau ada siswi yang juga ikutan ujian tersebut, bisa tidak fokus ujian malahan.

Belgia, saat ujian drone beterbangan

Ujian di Belgia [image source]
Bukan untuk main-main atau upaya mata-mata, drone ini digunakan untuk mengawasi ujian. Untuk mengantisipasi kecurangan dalam ujian, penggunaan drone ini dianggap sangat efektif untuk mengawasi para siswa. Pasalnya, drone berbentuk sangat kecil serta dapat leluasa bergerak sehingga dapat memudahkan dalam pengawasan saat ujian. Andai saja diterapkan di Indonesia, mungkin drone nya yang hilang duluan.

Thailand, alat sederhana anti contek

Anti contek Thailand [image source]
Berbeda lagi dengan yang ada di Thailand, di negeri gajah putih ini pemerintahnya mewajibkan untuk membuat alat anti contek saat ujian. Alat anti contek itu sangat sederhana, hanya kertas A4 yang ditempelkan di sekitar kepala. Sehingga, tidak bisa menengok kanan-kiri dan hanya bisa melihat ke depan. Memang sebuah terobosan yang praktis, tapi para murid jadi malah terlihat konyol.

Kamboja, ribuan personel polisi siap mengamankan

Polisi Kamboja [image source]
Di Kamboja malah mengikutsertakan pihak kepolisian dalam menanggulangi kecurangan saat ujian. Tidak tanggung-tanggung lagi, 5 ribu-an polisi siap turun kelapangan hanya untuk mengawasi agar tidak terjadi kecurangan. Pemerintah Kamboja mengaku geram dengan masalah ini, karena mencontek bisa menjadi bibit dari perbuatan korupsi kelak.

Korea Selatan, keadaan super kondusif

Ujian Korea Selatan [image source]
Kamu akan melihat banyak polisi, tempat ibadah ramai serta suasana sunyi saat ujian nasional di Korea. Pasalnya pemerintahnya benar-benar membuat keadaan sekitar sangat kondusif. Pada saat ujian, tidak ada satupun pesawat yang take off atau landing dan tidak ada satupun kendaraan bermotor yang berani membunyikan klaksonnya. Ditambah lagi personel polisi yang siap berjaga untuk mengamankan saat ujian.

Beruntung sebenarnya jadi pelajar di Indonesia. Coba saja bayangkan bila sistem pengawasan ujiannya seperti negara-negara di atas, yang ada malah sebelum ujian sudah gagal karena saking gugupnya. Sebenarnya pengawasan seketat itu tidak dibutuhkan andai saja sudah tertanam kujujuran pada para pelajarnya.