Kontroversi ‘ikan asin’ akhir-akhir ini menjadi sorotan luas di masyarakat. Hal ini berawal dari konten video Galih saat diwawancarai pasangan youtuber Rey Utami-Benua di media sosial, di mana ada kata-kata mereka yang terlontar menyamakan Fairuz dengan ‘ikan asin’. Tak terima, Fairuz pun melaporkan ketiganya pada polisi.

Dilansir dari news.detik.com, Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya meningkatkan status kasus ‘ikan asin’ dari penyelidikan menjadi penyidikan. Kasus tersebut dinilai oleh pihak berwajib mengandung unsur pidana. Tak hanya kejadian di atas, meski hanya berbentuk kata-kata yang terlihat sepele, peristiwa di bawah ini buktikan ucapan yang ‘nylekit’ berpotensi membuat pelakunya terjerat oleh hukum.

Ujaran ‘idiot’ Ahmad Dhani yang berujung bui

Kata-kata ‘Idiot’ yang dilontarkan oleh musisi sekaligus politisi Ahmad Dhani beberapa waktu lalu, membuat pentolan band Dewa 19 itu bermasalah dengan hukum. Dilansir dari cnnindonesia.com, mantan suami Maia Estianti divonis 1 tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Surabaya dalam kasus pencemaran nama baik lewat ujaran ‘idiot’, .

Pengancam penggal Presiden Jokowi yang akhirnya diciduk polisi

Karena tak bisa mengendalikan ucapannya, seorang pemuda berinisial HS ditangkap oleh polisi karena dinilai indak pidana kejahatan terhadap keamanan negara dan tindak pidana di bidang ITE. Pada saat itu, HS yang tengah berada di kerumunan masyarakat melakukan ancaman pembunuhan terhadap Presiden RI dan kemudian viral di dunia maya. HS sendiri dikenai Pasal 104 Kita Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) dan Pasal 27 ayat 4 junto pasal 45 ayat 1 UU RI nomor 19 tahun 2016 perubahan atas UU RI no 11 tahun 2008 tentang ITE.

Robertus Robert ditangkap polisi karena dinilai menghina institusi TNI

Aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) yang juga Dosen Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Robertus Robet, ditangkap oleh pihak kepolisian karena dinilai menghina institusi TNI. Dilansir dari cnnindonesia.com, hal ini bermula beredar video Robet menyanyikan lagu ABRI dengan lirik yang telah diubah pada acara kamisan di depan Istana Negara beberapa waktu lalu.

Mantan Gubernur DKI Basuki Tjahja Purnama yang dianggap menistakan agama

Ucapan ‘keseleo lidah’ yang akhirnya berujung bui, sempat terjadi pada mantan Gubernur DKI Basuki Tjahja Purnama alias Ahok. Dikutip dari news.detik.com, Majelis hakim menyatakan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sudah merendahkan Surat Al-Maidah ayat 51 dalam pernyataan sambutan kepada warga di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu pada 27 September 2016.

BACA JUGA: Viral Pria Ingin Penggal Kepala Presiden, Begini Lho Kalau Kejadiannya Dilakukan di Amerika

Ucapan yang dikeluarkan terkadang tak sadar telah menjadi ‘perangkap’ yang mematikan bagi dirinya sendiri. Alih-alih memberikan manfaat pada orang lain, hal tersebut malah mendatangkan masalah yang ujung-ujungnya tersangkut hukum. Inilah bentuk nyata dari ungkapan klasik Mulutmu Harimaumu. Semoga bisa mengambil hikmahnya ya Sahabat Boombastis.