Setiap orang tentu ingin menyelesaikan pendidikannya dan meraih gelar sarjana. Namun, kadang jalan untuk memakai toga dan dikelilingi orang tersayang saat momen bahagia itu berbeda-beda setiap orang. Ada yang lancar saja, ada pula yang penuh tantangan bahkan mungkin berhenti di tengah jalan.

Salah satu cerita yang bisa menjadi inspirasi adalah kisah yang datang dari seorang pria bernama Sudarlin Laoddang. Ia bercerita bahwa kakak lelakinya harus menunggu dulu 21 tahun demi memakai sebuah toga. Lama amat ya? Nah, kamu harus tau kisah lengkapnya deh, dalam Boombastis.com berikut.

Sempat kuliah namun terhenti demi menghidupi adik-adiknya di kampung

Biayai sekolah adiknya [Sumber gambar]
Tujuan dari kuliah tentulah lulus dan wisuda bukan? Beda lagi masalahnya kalau di tengah-tengah perjuangan tersebut harus berhenti karena masalah tertentu. Mengenai kisah kakaknya (Suryadin Laoddang), Sudarlin mengatakan bahwa di tahun 1988 sang kakak sudah pernah kuliah. Dua tahun kemudian ibu mereka, yang menjadi tulang punggung keluarga meninggal dunia. Mereka hidup tiga bersaudara, Sudarlin sendiri masih duduk di kelas 3 SMP, sedangkan adiknya kelas 1 SMP. Sebagai anak tertua, kedua adik tersebut merupakan tanggung jawab kakaknya. Menggantikan peran orangtua, ia memutuskan untuk full bekerja dan membiayai sekolah kedua adiknya.

Hal yang masih ia lakukan saat adik-adiknya kuliah

Lanjutan cerita [Sumber gambar]
Pada tahun 2004, Sudarlin mengatakan ia lulus SMA, menyusul 2006, adik yang terakhir (Habaruddin Laoddang) juga selesai. Sudarlin dan adiknya lanjut kuliah dengan masih mengandalkan biaya dari kakaknya. Bayangkan saja, seorang kakak rela membanting tulang agar adiknya bisa mengenyam pendidikan, mulia sekali kan hatinya? Cerita berlanjut, sang kakak menikah pada 2007. Di sela-sela menghidupi keluarganya, ia masih memberi uang untuk kedua adiknya. Yang membuat Sudarlin bersyukur adalah kakak iparnya merupakan perempuan yang baik dan rela membagi penghasilan suaminya yang pas-pasan.

Ekonomi keluarga yang mulai membaik

Ilustrasi tokoh mukenah [Sumber gambar]
Setelah Sudarlin lulus kuliah pada tahun 2008, ia mendapat pekerjaan kemudian. Sedangkan sang adik lulus 2 tahun berikutnya dan juga langsung bekerja. Pada 2012, Sudarlin mengatakan kondisi ekonomi mereka mulai membaik. Perlahan tapi pasti, satu persatu mimpi mereka mulai terwujud. Adik bungsunya menikah, Sudarlin sendiri lanjut dan lulus S2, dan kakaknya kembali kuliah di Universitas Mercu Buana Yogyakarta, walau usianya sudah tak lagi muda.

Berhenti bekerja dan memulai usaha sendiri

Kisahnya viral di jagad maya [Sumber gambar]
Sembari kuliah, sang kakak ternyata mulai membangun usaha sendiri dan berhenti dari pekerjaan lamanya. Meski awalnya sulit, ia terus mendapat semangat dari sang istri. Hasilnya ternyata memuaskan. Berkat brand bisnis Dosen Jualan dan Mukena Distro, enam tahun terasa membahagiakan kalau kata Sudarlin. Ia melihat kakaknya sekarang sudah punya rumah sendiri, kendaraan, kantor, bahkan membuka cabang di berbagai kota. Pada 23 April lalu, Suryadin resmi menyandang gelar sarjana, di umurnya yang sudah 39 tahun.

BACA JUGA: Orang Tua Tunanetra, Perjuangan Gadis Pencari Beasiswa dan Lulus Kuliah Ini Bikin Terharu

Setiap orang memang punya time-nya masing-masing. Kesuksesan, hidup enak, serta rintangan yang kita jalani memang tidak bisa disamakan dengan orang lain. kuncinya, asalkan sabar, terus berusaha sambil terus berdoa pasti ada jalan dan kemudahan hidup untuk kita. Semoga orang-orang di luar sana yang masih berjuang demi satu tujuan baik juga diberikan kemudahan oleh Tuhan ya. Fighting!