Kecelakaan sudah menjadi hal yang lumrah di jalan raya. Contohnya seperti yang terjadi baru-baru ini, terdapat kecelakaan di Jalan Mojopahit, Mojokerto. Sebuah mobil Patroli Petugas Kepolisian Polres Mojokerto bertabrakan dengan truk yang keluar dari gang. Akibatnya, salah satu anggota kepolisian mengalami syok sehingga harus mendapatkan perawatan.

Peristiwa ini bermula dari dua anggota Sabhara yang menumpangi mobil Patroli Satuan Sabhara Polres Mojokerto Kota. Dua anggota tersebut sedang melakukan pengawalan seorang tahanan dari Lapas Klas IIB Mojokerto menuju ke Kantor Pengadilan Negeri (PN) Mojokerto. Namun, tepat di Jalan Mojopahit, terdapat sebuah truk yang tiba-tiba keluar dari gang sehingga menabrak mobil patroli tersebut.

Sebuah mobil Patroli Petugas kepolisian Polres Mojokerto Kota yang tengah bertugas mengawal tahanan di Mojokerto ditabrak truk di Jalan Mojopahit. Akibatnya, salah satu anggota kepolisian sempat mengalami syok dan harus mendapatkan perawatan.Peristiwa ini terjadi Kamis (10/1/2019), sekitar pukul 10.30 WIB. Mobil patroli Satuan Sabhara Polres Mojokerto Kota bernopol 1002/61 itu ditumpangi dua anggota Sabhara yang sedang melakukan pengawalan tahanan dari Lapas Klas IIB Mojokerto ke kantor Pengadilan Negeri (PN) Mojokerto.Namun, tepat di perempatan Kartini, di Jalan Majapahit Kota Mojokerto, mobil patroli ini di tabrak sebuah truk bernopol W 8123 UC yang dikendarai warga berinisial A asal Cerme, Gresik. Demikian laporan Fuad dari Radio Maja Mojokerto dalam program Jaring Radio Suara Surabaya.Selang beberapa jam pasca tabrakan, tersebar video berdurasi 30 detik yang menggambarkan secara jelas kejadian itu. Video itu menunjukkan bagaimana mobil patroli itu melaju dari arah alun-alun Kota Mojokerto ke Kantor kejaksaan yang dihantam truk.Tampak juga di dalam rekaman video itu, setelah tabrakan dua anggota Sabhara yang mengunakan seragam lengkap langsung menghampiri sopir truk dan menunjuk-nunjuk sopir itu agar turun dari mobil.Mengenai hal ini, AKBP Sigit Dany Setyono Kapolres Mojokerto membenarkan terjadinya peristiwa itu. Saat dikonfirmasi Radio Maja, petugas yang bersangkutan masih melakukan pemeriksaan terhadap sopir truk.Beruntung dalam kejadian itu tidak ada korban jiwa. Anggota Sabhara yang mengemudi mobil patroli tersebut juga tidak mengalami luka serius. "Hanya mengalami syok dan sudah menjalani perawatan," katanya. Kecelakaan lalu lintas itu ditangani unit I Laka Lantas Satlantas Polres Mojokerto Kota.#info kelanasurabaya.#yunirusmini fb#smg dimudahkan urusannya…Amin yarroballalamin ? ?

Posted by Yuni Rusmini on Thursday, 10 January 2019

Terkait kasus ini, AKBP Sigit Dany Setiyono Kapolres Mojokerto membenarkan terjadinya peristiwa tersebut. Lalu ia mengungkapkan jika petugas sedang melakukan pemeriksaan terhadap sopir truk. Untungnya dalam kecelakaan ini tidak menimbulkan korban jiwa. Dua anggota Sabhara tadi juga tak mengalami luka serius.

AKBP Sigit Dany Setiyono menjelaskan kebenarannya [Sumber Gambar]
Beberapa di antara netizen yang melihat kecelakaan ini mulai bernapas lega karena tak ada korban jiwa. Tapi ada juga sebagian warganet yang geram melihat peristiwa ini. Sebabnya adalah keterangan dari AKBP Sigit Dany Setiyono tadi yang menyebutkan jika sopir truk sedang diperiksa di kepolisian. Maka dari itu, sebagian netizen mengatakan jika kemenangan selalu ada di orang yang berpangkat.

Kontra netizen [Sumber Gambar]
Kalau dilihat dari banyak fenomena di Indonesia ini, memang pendapat tersebut ada benarnya. Tapi berkaca dari kecelakaan satu ini, rasanya pendapat netizen masih kurang benar. Alasannya karena dalam berkendara saat ingin keluar gang, ada etikanya tersendiri Sahabat Boombastis. Peraturan tersebut tertuang di dalam Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Keluar dari jalan kecil harus prioritaskan kendaraan dari jalan utama [Sumber Gambar]
Tepatnya di Pasal 113. Di sana dinyatakan pada persimpangan sebidang yang tidak dikendalikan dengan Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas, pengemudi wajib memberikan hak utama kepada beberapa kendaraan lain. Soal etika keluar dari gang atau jalan lebih kecil, diatur pada Pasal 113 poin b. Disebutkan bahwa pengemudi harus memberikan hak utama kepada kendaraan dari jalan utama jika pengemudi tersebut datang dari cabang persimpangan yang lebih kecil atau dari pekarangan yang berbatasan dengan jalan.

Berdasarkan pasal di atas, sopir truk kemungkinan besar bisa jadi tersangka utama dalam kasus ini. Sebab sudah terlihat jelas di kamera CCTV yang tersebar di media sosial. Tapi itu baru kemungkinan ya karena masih belum ada keterangan resmi dari kepolisian Mojokerto.

BACA JUGA : Jangan Nekat! 5 Hal Ini Wajib Diperhatikan Saat Berhadapan dengan Bus atau Truk di Jalan

Maka dari itu guys, ketika kita berkendara dan akan keluar dari gang kecil, sebaiknya jangan langsung tancap gas. Kurangi kecepatan dan lihat kanan dan kiri terlebih dulu. Kalau sudah aman, baru deh kita bisa meluncur. Walaupun kita dalam kondisi buru-buru, ada baiknya tetap waspada. Jika kalian kecelakaan, pasti kita yang bakal rugi.