Bukan hanya di Indonesia, di luar negeri pun memiliki banyak tradisi yang unik dan berbeda. Contohnya saja tradisi mencoba pria ala suku Kreung di Kamboja yang bikin pria bahagia. Bagaimana tidak, tradisi ini memungkinkan mereka mencoba berbagai wanita walaupun secara sistem wanita yang menentukan. Kadang seperti inilah wujud tradisi. Bikin kaget dan nggak percaya.

Masih soal tradisi, khususnya yang berhubungan dengan pernikahan, di dunia ini ada banyak adat-adat yang nyeleneh dalam arti sesungguhnya. Bukan pernikahan yang sakral dan semacamnya, tapi tradisi-tradisi yang bikin geleng kepala. Salah satu misalnya adalah tradisi menonton malam pertama dari pasangan yang baru menikah. Edan, kan? Tak hanya itu, masih ada banyak tradisi pernikahan nyeleneh lainnya yang bisa kamu ketahui lewat ulasan berikut.

Hubungan badan sebagai tontonan keluarga

Waduh malu dong diintip keluarga [image source]
Beberapa waktu lalu muncul sebuah gambar viral sebuah tradisi pasangan pengantin harus melakukan malam pertama di depan keluarga. Hal ini jelas sangat tidak lazim kalau dibandingkan dengan masyarakat umum. Ternyata tradisi tersebut sudah terjadi turun temurun di keluarga tersebut. Meskipun tampak aneh, tapi bagi mereka hal itu merupakan kebanggaan jika bisa berhubungan badan pertama kali di saksikan oleh keluarga. Ternyata tradisi serupa juga ada di negara Cali, Colombia. Kalau di sana, hanya ibu mertua yang bisa menyaksikan hal tersebut. Pasalnya tradisi negara itu mewajibkan agar ibu mertua ikut menonton malam pertama, karena dengan begitu pernikahan anaknya baru dianggap syah.

Pengantin tanpa senyum

Tanpa Senyum [image source]
Berbeda pula dengan apa yang ada di Kongo, biasanya pernikahan selalu identik dengan kemeriahan dan senang-senang, namun tidak untuk mempelainya. Ada sebuah tradisi di Kongo di mana pengantinya tidak boleh tersenyum sama sekali saat prosesi pernikahan. Masyarakat Kongo menganggap pernikahan adalah sesuatu yang sangat sakral, sedangkan senyuman atau tawa berarti sebuah ejekan. Jadilah sebuah pernikahan tanpa senyuman yang bakal memberikan efek buruk bagi siapa saja yang melanggar aturan tersebut. Tidak seperti di negara lainnya, pernikahan di Kongo ini terbilang sangat kaku.

Berhubungan badan dengan banyak lelaki sebelum menikah

Pernikahan Tibet [image source]
Di salah satu daerah di Tibet memiliki sebuah tradisi yang sangat aneh. Bagi pengantin wanita diwajibkan untuk berhubungan badan dengan banyak lelaki. Bagi orang disana, agar benar-benar dianggap sudah siap untuk menikah, maka minimal harus berhubungan badan sebanyak 10 kali. Baru setelah itu perempuan tersebut boleh menerima pinangan dari seorang lelaki. Semakin banyak berhubungan badan akan semakin baik, apalagi kalau pasangannya adalah pria luar negeri, maka dianggap wanita tersebut sudah siap lahir batinnya untuk menikah. Nyeleneh memang, tapi begitulah kenyataannya.

Menginjak tamu sebelum malam pertama

Diinjak Pengantin [image source]
Kalau tradisi Kepulauan Marquesas, Tahiti ini bisa dibilang sangat merugikan para tamu undangan. Entah mulai kapan ada tradisi itu, tapi setelah melakukan sebuah pernikahan, pengantin diwajibkan untuk menginjak para tamu. Nantinya para undangan tersebut akan berjejer seperti karpet yang memanjang. Selanjutnya satu persatu dari para tamu tersebut harus di injak oleh kedua mempelai. Baru setelah prosesi ini selesai, mereka benar-benar dianggap sah sebagai pasangan suami dan istri. Setiap injakan yang dilakukan oleh kedua mempelai itu, mereka harus mengucapkan terima kasih dan selamat tinggal pada temu yang mereka injak. Prosesi berakhir saat kedua mempelai masuk ke kamar pengantin, dan usailah tradisi wajib masyarakat Marquesas itu sebagai pasangan yang sah. Unik memang, tapi kalau begini jadi jarang yang bakal menghadiri undangan.

BACA JUGA: 17 Wisata Khas Banyuwangi Paling Hits yang Bakal Membuatmu Amnesia dengan Bali

Meski seaneh apapun, tradisi tetaplah sebuah adat yang harus dilakukan. Bagi kita mungkin itu memang aneh, namun bagi mereka itu merupakan hal yang sakral dan memiliki nilai tersendiri. Itulah yang namanya perbedaan tradisi, seaneh apapun kita tetap harus menghormatinya.