Sejak pertama kali beroperasi pada 13 Juni 2015 lalu, tol Cipali (Cikopo-Paliman) memang sering sekali menelan korban jiwa. Nah, seolah menjadi hal yang horor, warga sekitar percaya kalau semua kecelakaan yang terjadi di tol ini bukan kebetulan belaka, tetapi ada penyebabnya, termasuk dari segi mistis.

Dalam rentan empat tahun dilalui, sudah puluhan atau mungkin ratusan nyawa yang melayang di jalan ini. Nah, kalian pasti penasaran kan penyebab sebenarnya, apa sih yang terjadi. Kali ini, Boombastis akan membahas tuntas, baik dari segi mistis ataupun pernyataan para ahli. Simak terus uraiannya ya!

Penggusuran makam yang dipercaya keramat

Nah, pertama, pembangunan tol Cipali ini ternyata harus menggusur setidaknya 600 makam. Salah satu di antaranya adalah makam Mbah Samijem yang dianggap keramat oleh penduduk setempat. “Makam Mbah Samijem sudah ada sebelum Kota Majalengka ada,” kata Ahmad, tokoh Desa Panjalin Lor seperti dilansir dari kabar24.com.

Batu bleneng Tol Cipali [sumber gambar]
Parahnya lagi, penggusuran dan pemindahan makam warga oleh kontraktor jalan tol Cipali tanpa melalui ritual, seperti ziarah ke makam Mbah Samijem dan lainnya. Seharusnya, sebelum memindahkan, orang-orang harus meminta izin dan berdoa terlebih dahulu, agar pembangunan jalan tersebut lancar dan kemudian hari tak terjadi hal yang tidak diinginkan.

Tidak ada proses izin ke ahli waris

Selain tak berlaku baik kepada orang-orang yang sudah meninggal, pengerjaan jalan ini juga tidak izin secara baik-baik kepada para ahli warisnya. Melansir beritatrans.com, pra kontraktor langsung memindahkan makam setelah memberikan uang kompensasi yang hanya Rp 100.000. Untuk saat ini, kondisi makam yang ada juga berada di tengah-tengah sawah dan perkebunan.

Kecelakaan maut [sumber gambar]
Tidak ada satu pun akses jalan yang bisa dilewati warga, sehingga saat ada warga yang meninggal, warga harus berjalan masuk ke sawah dan menggotong keranda secara estafet. Padahal sebelumnya, strategi makam tidak membuat warga harus berjuang dan capek-capek berjalan jauh.

Pengendara yang sering terlena kecepatan

Jika dilihat dari faktor jalan, menurut Pengamat Transportasi Agus Pambagio,  pengemudi di Indonesia ini belum terbiasa dengan jalur yang lurus tanpa hambatan. Nah, kondisi jalan inilah menjadi penyebab para pengemudi cepat bosan dan akhirnya timbul kelelahan. Karena lelah inilah mereka bisa saja hilang konsentrasi dan lengah dengan kecepatan mobilnya.

Pengemudi yang terlena [sumber gambar]
“Waktu itu saya tidak sadar, asik saja ngobrol, tiba-tiba saat melihat speedometer, kecepatan mobil sudah di angka 178,” kata seorang pengemudi. Padahal dia merasa kecepatan mobil hanya sekitar 80 hingga 100, melansir jpnn.com.

Tingkat kemiringan tol Cipali

Nah, tak hanya jalan yang lurus-lurus saja yang jadi masalah. Tol Cipali juga didominasi oleh jalan yang berkelok dan bergelombang serta mempunyai sudut kemiringan yang tak tampak. Lebih lanjut, Agus sebagai pengamat transportasi mengatakan saat pengemudi terlalu kencang berkendara, maka dia akan terbuang, namanya daya lontar.

Tol yang berkelok [sumber gambar]
Salah satu warga bahkan pernah melihat sebuah mobil berputar di jalan tol ini sebanyak 20 putaran. Hal ini memang aneh, namun benar-benar terjadi dan disaksikan oleh warga sekitar.

BACA JUGA: Terkenal Angker, Inilah 5 Jalur Tol di Indonesia yang Sering Sekali Memakan Korban

Jadi, bukan hanya daya mistisnya saja yang kuat. Kondisi jalan yang kadang lurus dan kadang berkelok membuat peluang terjadi kecelakaan semakin besar. Belum lagi kalau misalnya pengendara mengantuk, ngobrol, dan memacu kendaraannya dengan kecepatan penuh.