Sudah menjadi rahasia umum, selain handal berakting seorang Iko Uwais juga jempolan dalam urusan bela diri. Bahkan berkat hal tersebut saat masih muda, suami Audy ini sempat merebut beberapa penghargaan di ajang pencak silat Indonesia. Seperti contohnya, ketika dinobatkan sebagai Juara III Kejuaraan Silat Daerah Antar Perguruan DKI Jakarta 2003. Lalu mendapatkan Penampilan Terbaik Kategori Dewasa Tunggal pada Festival Pencak Silat Cibubur 2005.

Iko sendiri mulai menekuni seni bela diri pada tahun 1999, langsung dilatih sang kakeknya pemeran film Mile 22 ini belajar aliran silat bernama Tiga Berantai. Meski namanya masih sedikit asing di telinga kalian, tapi berkat Tiga Berantai bisa dibilang menjadi aliran penuh sejarah dan hebat di Indonesia. Lalu seperti apakah aliran pencak silat ini sebenarnya? Mari ikuti Boombastis untuk mengetahuinya.

Seni bela diri yang sudah lama berdiri

Kalau ditarik sejarah ke belakang, rupanya tidak satu atau tiga tahun lalu silat jenis ini muncul. Lebih dari itu, Tiga Berantai saat ini sudah mempunyai usia mencapai angka 45 tahun. Dalam perkembangannya, banyak ditemukan fakta kalau Tiga Berantai Dahulu bermula dari seorang Pangeran Jayakarta.

Anak-anak latihan silat [Sumber Gambar]
Hal ini didasari oleh kemiripan ciri serangan sang pangeran dengan silat tersebut yang menggunakan kekuatan cakar jari tangan dengan landasan tenaga dalam yang kuat. Dalam perjalanannya lewat pewaris jurus tersebut yakni Hj. Achmad Bunawar pada tahun 1975 dibantu Hj. Deddy Setiadi mendirikan perguruan silat tersebut secara resmi.

Memiliki tiga unsur sangar dalam silatnya

Seperti halnya aliran-aliran seni bela diri lainnya di Indonesia, Tiga Berantai juga mempunyai unsur besar dalam ilmu silatnya. Terdiri dari tiga jenis yakni Si Macan, Si Tembak, dan Si Karet kolaborasinya menghasilkan gerakan silat yang menawan. Hal ini lantaran dalam ketiga hal tersebut menggambarkan masing-masing jurus.

Salah satu jurus Tiga Berantai [Sumber Gambar]
Seperti Si Macan, merupakan gerakan dari pangeran Jayakarta yang cirinya adalah serangan cakar jari tangan dengan landasan tenaga dalam yang kuat. Lalu Si Tembak, diwariskan Pangeran Sugiri menggunakan pukulan telapak kedua belah tangan dengan posisi tubuh yang tegap dan kuda-kuda yang kuat. Dan terakhir adalah Si Karet ilmu silat yang merupakan penggabungan dari berbagai aliran. Ciri khasnya mengandalkan gerakan cepat dan variasi serangan.

Pendekar Tiga Berantai kerap catatkan prestasi epic di silat

Dalam perkembangannya selain terus menjaga Tiga Berantai agar tetap hidup perguruan ini juga mencetak pendekar-pendekar yang berprestasi. Contohnya adalah Eko Wahyudi yang pada tahun 2018 yang lalu sukses mengharumkan nama Indonesia di pentas Asian Games. Ketika itu, Eko menjadi penyumbang medali emas pertama untuk nomor seni kelas tunggal putra.

Aksi Eko Wahyudi Asian Games [Sumber Gambar]
Dari penelusuran penulis, ternyata jauh sebelum capaian tadi, Eko Wahyudi juga sempat persembahkan emas untuk Indonesia di ajang SEA Games pada tahun 2001, 2003, dan 2005. Selain hal ini, Tiga Berantai juga menjadi salah satu perguruan pendiri Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI).

BACA JUGA: 4 Perjuangan Iko Uwais Mengharumkan Nama Bangsa dalam Dunia Perfilman Internasional

Menengok beberapa fakta tadi memang pencak silat Indonesia memang layak dilabeli luar biasa. Selain menjaga warisan leluhur tetap menyala, juga menjadi salah satu cabang olahraga yang mampu berikan prestasi untuk Ibu Pertiwi.