Sebagai negara yang besar dengan ragam suku, entnis, dan tradisi, tidak bisa dibantah kalau saat ini Indonesia tubuh dengan kemajemukan yang luar biasa. Bahkan berkat hal tersebut, masyarakat negara ini mampu menciptakan olahraganya sendiri. Seperti contohnya adalah sepak takraw, kali dan juga pencak silat. Khusus nama terakhir tersebut tahun lalu, lewat olahraga tersebut lagu Indonesia Raya banyak berkumandang di ajang Asian Games 2018.

Masih berbicara silat, dari sekian banyak aliran bisa dikatakan Pagar Nusa adalah seni bela diri terus eksis di tengah perkembangan zaman. Lahir dari salah satu pesantren seni bela diri tumbuh menjadi salah satu, jenis pencak silat mampu go internasional beberapa waktu lalu. Lalu seperti apakah aliran pencak silat satu ini? Untuk mengetahui simak ulasannya di berikut ini.

Salah satu silat bernafaskan Nahdlatul Ulama (NU)

Perkumpulan pendekar [Sumber Gambar]
Lahir di salah satu pondok legendaris di Kediri bernama Lirboyo, memang tidak bisa dipungkiri kalau sebagi aliran silat ini mempunyai benang merah dengan Nahdlatul Ulama. Pasalnya, seperti yang kita ketahui bersama tempat tersebut adalah pesatren yang bernapaskan NU. Dari penelusuran penulis, Pagar Nusa sudah ada sejak 34 tahun lalu. Berangkat dari keresahan para Kia,i besar NU, tentang surutnya silat di halaman pesantren akhirnya pada 10 Desember 1985 resmi berdiri. Dan KH. Abdullah Maksum Jauhari menjadi Kia,i pertama menjadi ketua umum seni bela diri ini.

Mempunyai jati diri yang sangar abis

Para Pesilat Pagar Nusa [Sumber Gambar]
Dalam perkembangan Pagar Nusa bisa dikatakan merupakan seni beli diri yang mempunyai visi dan misi atau jati diri yang sangar. Mereka ternyata bukan berdiri sebagai olahraga silat yang biasa-biasa saja. Tercatat ada enam pendoman dasar yang mempunyai makna baik untuk para pesilat di seni bela diri ini. Dimulai dari Ukhuwah Pagar Nusa yang melambangkan tidak membedakan aliran silat, dilanjutkan dengan Ukhuwah Nahdliyyah tanpa membedakan latar belakang sosial dan politik, lalu Ukhuwah Islamiyah tidak membedakan golongan agama islam, sampai pada Ukhuwah Basyariah,Ukhuwah Wathaniyah, dan Ukhuwah Insaniyah yang mempunyai makna selalu menghargai sebuah perbedaan.

Salah satu seni bela diri yang dipromosikan pemerintah

festival riyadh [Sumber Gambar]
Selain beberapa hal tadi, Pagar Nusa juga menjadi salah satu pencak silat asli Indonesia yang dipromosikan oleh pemerintah. Dilansir Boombastis dari Kompas.com, awal tahun 2019 lalu bersama seni bela diri lain seperti Pencak Silat Saman, Pencak Silat Reog Ponorogo, mereka hadir di festival Janadriyah ke-33 di Riyadh, Arab Saudi. Usut punya usut, hal ini dilakukan sebagai bentuk upaya agar ke depan olahraga satu ini bisa dipertandingkan di olimpiade. Dan apabila masuk, tentunya akan menjadi hal yang baik, lantaran olahraga leluhur bisa mentas di event olahraga skala dunia. Besar kemungkinan juga bisa jadi salah satu lumbung emas untuk negara.

Acap kali lahirkan pesilat yang berprestasi

Aksi Silat Pagar Nusa [Sumber Gambar]
Meski baru dikenalkan ke beberapa negara, namun prestasi pesilat dari aliran Pagar Nusa tidaklah bisa dipandang sebelah mata. Melansir laman NU.Or.Id, lewat pesilatanya bernama Tegar Ananda Ekhi Bayu Satriaji nama Indonesia harum di World Pencak Silat Championship 2015 di Thailand. Ketika pemuda 23 tahun tersebut sukses meraih perunggu di Kelas J (90-95 KG) setelah mengalahkan dua lawan tanding dari Brunei dan Vietnam. Prestasi yang menjadi sedikit bukti perkembangan olahraga ini saat ini.

BACA JUGA: Terlupakan di Indonesia, Olahraga Warisan Majapahit Ini Malah Jadi Kebanggaan di Filipina

Kehadiran olahraga-olahraga asli ini memang sangat layak untuk diberikan apresiasi tinggi. Pasalnya kehadiran adalah bukti jika keragaman bangsa ini mampu hasilkan banyak hal-hal positif. Selain sebagai pewaris leluhur memang sudah menjadi hal wajib melestarikan budaya lokal.