7 Alasan Mengapa Terorisme Sangat Mirip Dengan Sebuah Perusahaan

oleh Adi Nugroho
10:00 AM on Nov 2, 2015

Mungkin kita menganggap jika hidup seorang teroris sangatlah mudah. Cukup menjadi orang jahat, melakukan aksi teror berupa pengeboman atau penembakan. Namun sebenarnya terorisme tak ubahnya sebuah bisnis perusahaan. Mereka harus melakukan banyak hal seperti training, pekerja kontrak, hingga membuat iklan untuk perekrutan anggota.

Organisasi terorisme juga mencari untung besar agar kelompoknya tetap bisa hidup. Menggaji anggotanya yang juga memiliki keluarga. Jadi tak salah jika kita menganggap kelompok teroris adalah sebuah bisnis tapi dengan cara yang lebih ekstrem. Berikut penjelasannya untuk anda!

Baca Juga
6 Bencana Terbesar di Indonesia Ini Menjadi Penanda Pergantian Tahun yang Kelam
Dulu Dikenal Gembong Teroris Sadis, Begini Nasib Umar Patek Sekarang Yang Cinta NKRI

1. Branding Kelompok Teroris

Kita salah jika membayangkan kelompok teroris hanya mencari anggota lalu menyuruhnya berjuang. Bahkan merelakan nyawanya untuk kasus seperti bom bunuh diri. Apakah mungkin dengan perekrutan biasa mereka mau melakukannya? Jawabannya adalah tidak. Kelompok ini juga melakukan branding kepada organisasinya meski agak terselubung.

Branding Kelompok Teroris [image source]
Branding Kelompok Teroris [image source]
Mereka biasanya menawarkan keuntungan yang besar, memperlihatkan pesona yang tak bisa ditampik. Akhirnya beberapa individu yang notabene orang kaya atau berpendidikan tinggi bisa terperosok ke dalamnya. Baik ISIS atau Al-Qaeda juga membuat kelompoknya jadi terkenal hingga masalah perekrutan dan pencarian dana menjadi lebih gampang.

2. Merekrut Anggota Menggunakan Form Pendaftaran

Jangan membayangkan jika seseorang ingin bergabung dengan Al-Qaeda maka mereka akan dites kemampuan menembak. Atau dites seberapa jahat dan kejinya mereka. Saat penyerbuan Osama bin Laden tahun 2011 silam, pihak militer Amerika menemukan sebuah form untuk join grup ini. Bahkan ada juga CV yang dikirimkan anggota.

Merekrut Anggota Menggunakan Form Pendaftaran [image source]
Merekrut Anggota Menggunakan Form Pendaftaran [image source]
Kelompok ini juga menyeleksi anggotanya dengan sangat teliti. Kemampuan menulis CV juga menjadi dasar penerimaan. Mirip sekali dengan perekrutan di perusahaan, kan? Padahal mereka tidak bekerja di kantor. Kerjanya agar visi misinya terpenuhi meki menyebarkan kengerian pada masyarakat.

3. Kemampuan Mencari Investor

Bagi beberapa perusahaan, investor adalah sesuatu yang sangat penting. Uang merekalah yang nantinya diputar dan menghasilkan untung. Tanpa investor sebuah perusahaan, terutama start-up tidak akan berjalan dengan baik. Kelompok terorisme juga melakukan hal yang sama. Mereka ingin mencari investor atau dalam hal ini donor untuk kepentingan operasional mereka.

Kemampuan Mencari Investor [image source]
Kemampuan Mencari Investor [image source]
Biasanya mereka melakukan penculikan atau pemerasan. Jika sudah sangat kepepet biasanya mereka juga menyelundupkan narkoba dan juga senjata. Uang inilah yang digunakan untuk membayar anggota, konsumsi harian, hingga biaya perawatan dan training anggota baru. Jika sampai sumber dana ini tak ada, maka bisa dipastikan organisasi ini tak bisa berjalan dengan baik.

4. Melakukan Training Kepada Anggota Baru

Training adalah hal yang sangat penting dari perekrutan anggota baru. Perusahaan mana pun akan melakukannya agar anggota baru bisa bekerja dengan baik. Menyesuaikan dengan ritme kerja serta lingkungan. Kelompok terorisme juga melakukan hal yang sama. Biasanya mereka akan merekrut anggota semudah mungkin. Anak-anak jauh lebih baik.

Melakukan Training Kepada Anggota Baru [image source]
Melakukan Training Kepada Anggota Baru [image source]
Alasannya adalah mereka sangat mudah diarahkan. Doktrin-doktrin yang sangat principal bisa masuk dengan cepat. Latihan bertarung juga bisa dilakukan agar saat dewasa mereka bisa cepat ditugaskan. Itulah mengapa hampir setiap kelompok teroris selalu memiliki tempat training yang tertutup untuk memajukan organisasi terornya.

5. Ada Hari Libur dan Bonus

Tak hanya perusahaan asli yang memberikan libur atau bahkan cuti kepada pegawainya. Kelompok teroris juga melakukannya. Mereka akan memberikan libur dalam jangka waktu tertentu. Alasannya adalah agar mereka mendapatkan kebahagiaan. Tidak bosan dengan pekerjaan dan mampu bekerja dengan penuh saat dibutuhkan.

Ada Hari Libur dan Bonus [image source]
Ada Hari Libur dan Bonus [image source]
Bagi mereka yang sukses menjalankan misi, atau bahkan melebihi ekspektasi, bonus sudah menanti. Bonus ini bisa berupa uang, keringanan, hingga wanita. Tergantung kesepakatan awal yang diberlakukan. Terbukti kan jika mereka juga menerima apa yang diberikan oleh seorang karyawan perusahaan?

6. Hadir di Social Media Untuk Berinteraksi

Salah satu komponen paling penting dari sebuah perusahaan adalah interaksi dengan masyarakat luas. Dalam hal ini perusahaan membuat sebuah akun sosial yang nantinya digunakan untuk menjaring komentar publik. Kelompok teroris seperti ISIS juga melakukannya. Mereka menggunakan media sosial seperti Twitter untuk keperluan sosialisasi.

Hadir di Sosial Media Untuk Berinteraksi [image source]
Hadir di Sosial Media Untuk Berinteraksi [image source]
Dengan menggunakan akun sosial, kelompok teroris akan dengan mudah mengetahui komentar publik. Sebesar apa kebencian terhadap mereka dan juga bertujuan menjaring anggota. Akun ini juga bisa dimanfaatkan untuk branding dan persuasi yang kuat. Mereka tak lagi kelompok yang harus sembunyi-sembunyi. Mereka terbuka dengan teror yang mereka buat kepada masyarakat.

7. Melakukan Promosi Agar Organisasi Jadi Besar

Promosi adalah sesuatu yang penting bagi setiap perusahaan. Dengan promosi mereka akan mampu menjual sesuatu yang mereka buat. Entah itu berupa barang atau pun jasa. Tanpa promosi maka perusahaan akan sulit berkembang dengan baik. Bahkan bisa jadi bangkrut sebelum mendapatkan untung.

Organisasi teroris juga melakukan sebuah promosi. Biasanya mereka akan membuat sebuah video untuk perekrutan dengan diberi visi dan misi. Salah satu video yang dibuat ISIS untuk promosi organisasinya biasa anda saksikan di atas. Mereka melakukan apa saja yang dianggap perlu hingga menyerupai sebuah perusahaan.

Nah, melihat tujuh poin di atas kita semua akan paham jika organisasi teror juga punya sistem. Mereka tak hanya main tembak atau bom. Segalanya diatur sedemikian rupa agar sesuai dengan visi, misi, dan mendatangkan keuntungan yang entah itu apa.

Next
Like us on Facebook Follow us on Twitter
ARTIKEL LAINNYA
ARTIKEL PILIHAN
5 Kejadian Nyleneh Orang Indonesia yang Terekam Google Street View, Awas Ngakak! Dulu Terkenal Sering Tampil Hot, Begini Kabar ‘Mama Abdel’ Sekarang yang Makin Bikin Deg-degan Potret Kehidupan Mewah Anak Orang Kaya di Hong Kong yang Dijamin Membuatmu Melongo 12 Kelakuan Pengguna Medsos “Kelewat Awam” Ini Dijamin Bikin Kamu Ngakak Jengkulitan Salut! 5 Artis Tajir Ini Nggak Segan Pamerkan Kelakuan Bak ‘Rakyat Jelata’ di Sosial Media Kisah Sedih Eva, Calon Pengantin Yang Tertabrak Kereta Saat Mengantar Undangan Pernikahannya Inilah Beberapa Kelakuan ‘Gak Lazim’ Saat Terjadi Kecelakaan Lalu Lintas, Kamu Pasti Salah Satunya 7 Aktris Sinetron Kolosal Cantik dan Seksi ini Pernah Menghiasi Layar Kaca Kamu Zaman Dulu Kocak, Obrolan Orang Mesum PDKT Ngajak Chatting Endingnya Malah Bikin Ngakak 5 Ibu Mertua Paling ‘Membahayakan’ Sedunia Inilah Perubahan Wajah Thalia Maria Marcedes dari Cantik Sampai Cantik Banget Inilah 4 Pernikahan Super Mewah Anak Pejabat dan Konglomerat Indonesia yang Bikin Mata Terbelalak Inilah 4 Alasan Mengapa Israel Harus Tunduk Hormat pada Indonesia 10 Postingan Nyeleneh Pengguna Medsos Pamer Kemesraan, Berasa Pingin Nampol Lihatnya Inilah 11 Status Kocak “Emak Zaman Now” di Medsos yang Bikin Minder Anak Muda Karena Kalah Eksis Belum 30 Tahun, 5 Cewek Cantik Zaman Now Ini Sudah Bergelimang Harta, Hampir Saingi Syahrini! Foto-Foto Ini Memperlihatkan Betapa Seru dan Kocaknya Adegan di Balik Layar Film Superhero Idaman Anak 90-an 14 Tahun Berlalu, Begini Kabar Pemain Sinetron “Di Sini Ada Setan” yang Dulu Bikin Kamu Bergidik Ngeri 4 Barang Ini di Indonesia Harganya Luar Biasa, Tapi di Afrika Orang Miskin pun Wajib Punya Chatting Kids Zaman Now Minta Foto “Buka-bukaan” ke Gebetannya Ini, Endingnya Bikin Melongo
BACA JUGA