Pekerjaan sebagai ojek online kalau kalau kita lihat-lihat memang sangat mudah. Hanya mengantar penumpang ke tempat tujuan, dapat bonus kalau bintangnya lima terus dan tinggal duduk manis aja jika ingin mencari pelanggan. Enggak lupa juga, kalau tak ada penumpang yang diantar, para driver ini bisa bekerja di tempat lain untuk mencari sumber rezeki lainnya.

Tapi meskipun pekerjaannya terlihat santai kayak di pantai, berprofesi sebagai pengemudi ojek online ini banyak dukanya lho Sahabat Boombastis. Kalau enggak percaya, simak dulu deh ulasan dari Boombastis.com berikut ini.

Aplikator terus buka lowongan, saingan pun semakin banyak

Dari mudahnya syarat pendaftaran dan cara kerjanya, membuat banyak orang lebih memilih berprofesi sebagai driver ojek online. Mereka yang awalnya mempunyai potensi untuk bekerja di kantoran, malah banting setir menjadi pengemudi ojek yang lagi digandrungi. Maka dari itu, aplikator tak henti-hentinya membuka lowongan pekerjaan sehingga jumlah karyawannya menjadi membludak. Dari pegawai yang jumlahnya bisa sampai jutaan ini, perusahaan bakal dapat keuntungan berlipat-lipat.

Lowongan kerja membludak. [Sumber Gambar]
Tapi tidak dengan driver ojek online itu sendiri. Semakin banyaknya driver baru, hidup mereka bagaikan di ujung tanduk. Ya bagaimana tidak Sahabat Boombastis, saingan semakin banyak dan akhirnya penumpangpun menyebar ke driver yang lainnya. Yang awalnya mereka bisa mendapatkan penumpang puluhan dalam sehari, kini mencari pelanggan satu saja rasanya sudah setengah mati.

Target dinaikkan namun jumlah bonus dikurangi

Masalah yang dihadapi para driver ojek online kini adalah bonus dikurangi. Jika biasanya setiap transaksi dinilai satu, tapi sekarang bonus hanya diberikan setengah saja. Hal ini sungguh membuat para pengemudi ojek online jadi sesak napas. Pendapatan sehari tak seberapa, tapi bonus yang diterima pun juga sangat tidak setara.

Bonus ojek online dikurangi [Sumber Gambar]
Kasus ini pun diperumit dengan adanya aturan kalau target dinaikkan. Memang sih hal ini menguntungkan bagi perusahaan, namun tidak dengan driver ojek online. Mereka harus kerja lembur bagai kuda supaya target tercukupi. Jika target tidak mencukupi, maka kemungkinan besar pengemudi bisa mendapatkan sanksi.

Driver yang jujur selalu kalah dengan pengemudi curang

Persaingan antar driver ojek online memang tidak dapat dihindarkan. Tapi sayangnya, banyak pengemudi ojek yang menganggap momen ini sebagai persaingan sengit dan harus ditindaklanjuti menggunakan cara-cara culas. Beberapa di antaranya menggunakan fake gps untuk berpura-pura mengantar penumpang. Lalu ada juga teknik tuyul yang digunakan untuk mengecoh para driver lain supaya tidak nongkrong di tempat sama.

Driver jujur harus melawan pengemudi curang karena aplikasi tambahan [Sumber Gambar]
Kalau sudah begini, kasihan sekali yang bekerja dengan jujur. Mereka yang mencari uang halal nyatanya harus kalah dengan driver culas. Ya semoga perusahaan yang bersangkutan bisa menyelesaikan masalah satu ini agar tidak merugikan pengemudi jujur.

Harus bersabar menghadapi sifat penumpang yang beragam

Namanya juga bekerja di bidang menawarkan jasa antar, jadi driver harus sabar menghadapi customer-nya. Apalagi kalau pelanggannya punya karakter yang tidak sabaran, wah si pengemudi kudu istighfar sepanjang jalan supaya dirinya kuat menghadapi cobaan. Daripada ia mendapat rating jelek, lebih baik ditahan-tahan dulu deh marahnya.

Driver harus sabar hadapi penumpang [Sumber Gambar]
Tapi terkadang, pelanggannya aja yang tak tahu diri. Mereka kerap kali memberikan rating rendah kepada driver lantaran masalah sepele. Entah helm atau jaket bau, kecepatannya lambat dan lain sebagainya. Kalau rating jeleknya hanya satu atau dua kali masih bisa dimaafkan. Lha jika ada tiga penumpang atau lebih memberikan bintang rendah, bisa-bisa si pengemudi dipecat dari perusahaan.

BACA JUGA : Capek-capek Beli Makanan Pesanan, Pengemudi Ojek Online Malah Dicancel Seenaknya

Beginilah duka yang dihadapi oleh para pengemudi ojek online. Mungkin kita melihat kerjanya santai dan tak terbatas waktu. Namun di balik itu semua, mereka harus memeras keringat untuk mendapatkan penumpang sebanyak-banyaknya demi mencapai target. Oleh karena itu gengs, kita sebagai pengguna layanan ojek online sebaiknya tidak meremehkan profesi satu ini. Jangan sampai deh kita membuatnya kecewa, karena pekerjaannya sangat tidak mudah. Yuk hargai profesi mereka yang sudah dengan ikhlas mengantarkan kita ke manapun tujuannya.