Zaman sekarang sepertinya batasan antara pria dan wanita sudah semakin memburam ya. Saat ini sudah banyak sekali tanggung jawab laki-laki yang dilakukan perempuan dan begitu pula sebaliknya. Hal itu juga termasuk masalah pekerjaan yang mana semakin banyak saja wanita mencoba pekerjaan lelaki, salah satunya dengan menjadi tukang ojek. Kalau dulu ojek hanya identik dengan lelaki, sekarang sudah banyak pengemudi ojek perempuan lalu lalang di jalanan.

Pastinya pekerjaan semacam itu dipilih bukan tanpa alasan dan resiko. Berikut ini ada tujuh hal yang sering sekali dirasakan oleh para wanita tangguh pengemudi ojek yang wajib kita pahami.

Siap menempuh jarak jauh

Pengantaran jauh [image source]
Mungkin selama ini banyak sekali wanita yang memang terbiasa berkendara di jalanan tapi tidak untuk jarak jauh. Tapi kalau sudah memutuskan menjadi tukang ojek tentunya kita harus siap mengantar penumpang ke mana pun tujuannya. Karena jika terlalu memilih-milih penumpang, bisa-bisa kita malah tidak mendapatkan pesanan sama sekali. Untung ada jarak limit 25 km. Tapi tetap lumayan lah buat seorang wanita. Pekerjaan ini yang kemudian harus membuat perempuan membiasakan diri berkendara kemana pun.

Kerja sampai tengah malam

Ojek malam [image source]
Jika menjadi pegawai kantoran mungkin jam kerja seorang wanita disesuaikan dengan porsinya ya. Tapi seorang tukang ojek tentunya harus siap bekerja kapan saja waktunya, sekalipun sampai larut malam. Bila kebanyakan wanita sudah bisa istirahat di malam hari, para driver ojek ini justru masih harus berjuang di jalanan menanti orderan dari penumpang demi mendapatkan penghasilan tambahan. Apalagi di kota-kota besar yang mana jam kerjanya bisa sampai tengah malam, dan tentunya pasti akan ada pelanggan untuk sang tukang ojek.

Ketika driver ojek cewek lebih mungil daripada penumpangnya

Ojek wanita [image source]
Hal lain yang sering menjadi keluhan para driver wanita adalah saat mendapat pesanan dari penumpang gemuk. Seperti yang kita tahu tidak semua pengemudi ojek wanita memiliki fisik yang kuat layaknya pria, jadi wajar saja bila mereka merasa sedikit kesulitan bila harus membonceng penumpang jenis ini. Mereka benar-benar harus memikirkan bagaimana melewati padatnya jalan raya dengan menjaga keseimbangan membawa kendaraan.

Harus kuat hati diintimidasi ojek pengkolan

Ojek pangkalan [image source]
Meskipun jumlah wanita yang melakukan pekerjaan pria sudah banyak, namun tetap saja ada orang-orang yang masih memandang sebelah mata. Apalagi jika pekerjaan yang dipilih adalah tukang ojek. Tidak jarang mereka diintimidasi secara tidak langsung oleh tukang ojek pengkolan yang menyatakan bahwa lebih baik seorang wanita bekerja di dapur sana daripada harus ngojek karena kurang pantas katanya. Belum lagi kalau omongan semacam itu disampaikan dengan bahasa kasar, sebisa mungkin diabaikan saja daripada harus berdebat.

(Paling) Sering diminta gantian mengemudi

Gantian mengemudi [image source]
Saat menunggu pesanan, tentu saja mereka tidak bisa memilih pelanggan. Mau itu perempuan atau laki-laki, semua saja saja. Tidak jarang bila mendapat penumpang laki-laki, para driver wanita itu diminta untuk bertukar posisi. Jadi drivernya yang giliran dibonceng penumpang. Entah hal ini untuk alasan sungkan atau tidak sabar dengan cara mengemudi seorang wanita.

Resiko orang cantik, digodain penumpang

Digoda penumpang [image source]
Kalau drivernya itu cewek, muda, dan cantik, laki-laki mana yang tahan untuk tidak menggodanya. Kasus yangseperti ini sudah sering sekali terjadi. Biasanya penumpang akan kembali mengontak secara pribadi untuk membuat janji bertemu, entah diajak makan, nonton, atau sekedar jalan-jalan. Ada juga penumpang yang terang-terangan menyatakan ketertarikan saat diantar sang pengemudi wanita.

Resiko cari rejeki, diusir di sana sini

Ojek wanita [image source]
Karena statusnya sebagai perempuan, banyak orang yang masih menganggap driver ojek ini sebagai sosok lemah dan memperlakukannya dengan semena-mena. Beberapa orang memaparkan bahwa bila mereka mengantarkan penumpang melewati pangkalan ojek, tak jarang para tukang ojek itu akan berani mengusirnya bila tahu si pengemudi ini wanita karena sudah paham bahwa tidak akan ada perlawanan.

Mungkin pekerjaan sebagai tukang ojek dipandang cukup ringan oleh sebagian orang karena bebang kerja tidak sebanyak para pegawai kantoran. Namun sebenarnya apapun pekerjaannya pasti memiliki tantangan tersendiri. Apalagi bila sebuah pekerjaan itu sudah identik dengan salah satu gender, seperti halnya jika ngojek harus dilakukan oleh wanita. Tapi diluar itu semua, para tukang ojek wanita ini termasuk sosok-sosok luar biasa yang berani mengambil tantangan baru.