Kasih ibu sepanjang masa. Ungkapan tersebut begitu mengena bagi siapa saja yang teringat akan sosok yang melahirkan kita ke dunia itu. Tak jarang, air mata ini akan menetes manakala mengingat akan perjuangan dan kasih sayangnya merawat sang buah hati hingga dewasa. Ungkapan ini pula yang melekat erat pada sosok Nuryanti HR. Terik panas dan dinginnya hujan tak ia hiraukan demi menyambung hidup sekaligus menafkahi sang anak.

Ya, wanita asal Bandung, Jawa Barat itu adalah seorang supir angkot yang kerap membawa sang buah hati saat bekerja. Kisahnya menjadi viral lantaran ia bekerja dengan ditemani anaknya yang masih berusia tiga bulan. Meski dirasa berat, ia mengaku sangat bersyukur karena mendapatkan kesempatan untuk menggeluti profesi tersebut sejak 2006 silam.

Sebagai orang tua tunggal, ia bertanggung jawab untuk membesarkan ketiga buah hatinya. Meski penghasilan sebagai seorang supir angkot tidak mencukupi, toh ia tetap semangat mengerjakannya. Mulai dari pukul 4.30 WIB, saat hari masih gelap, Yanti sudah bersiap dengan kendaraannya. Menembus dinginnya udara pagi menyusuri jalur Ciwastra-Cicaheum. Menjelang adzan Isya berkumandang, baru dirinya pulang ke rumah.

Sebelum menjadi seorang supir angkot, Yanti mengawali profesinya di dunia transportasi itu sebagai kernet. Dilansir dari Jurnal Bandung, ia kemudian belajar menyetir, Yanti pun berniat mengikuti jejak sang sopir yang bernama Iwan. Waktu yang terus berputar, akhirnya mengijinkan Yanti menjadi sopir angkot. Ia juga terbantu dengan kebaikan H Dadang, seorang bandar angkot yang tinggal tak jauh dari rumah kontrakan Yanti di Cipagalo.

Yanti saat bersama si buah hati [sumber gambar]

Selama bekerja, Yanti juga membawa serta Adryan, anaknya yang masih berusia tiga bulan. Karena masih balita, kaca mobil bagian depan yang ia bawa ditutup stiker hitam. Hal ini dilakukan agar ketika cahaya matahari masuk, bisa melindungi si kecil agar tidak tidak kepanasan. Bahkan, Yanti kerap meracik susu di dalam botol seorang diri sembari menjalankan angkotnya agar Adryan tidak rewel atau merasa kehausan.

Tak jarang, ia juga mendapat tawaran dari penumpang wanita agar menggendong buah hatinya itu saat menangis. “Ada penumpang yang menawarkan diri untuk menggendong Adryan kalau menangis. Saya izinkan saya, tentu saya tanya dulu, keberatan atau tidak,” katanya yang dikutip dari Tribun Jabar. Tawaran baik itulah yang membuatnya sedikit terbantu kala bekerja.

Memberikan botol susu sembari menjalankan angkot [sumber gambar]

Sebagai manusia biasa dan ibu dari ketiga buah hatinya, hati kecil Yanti terkadang menangis jika melihat kondisinya pada saat ini. Jika dilihat ke belakang, Ia tetap setia menjalani pekerjaan tersebut demi menafkahi anaknya, mulai dari mengandung hingga melahirkan. Meski dirasa berat, toh tak ada jalan lain bagi Yanti untuk menyambung hidupnya sebagai supir angkot.

Saya itu terkadang sering menangis kalau melihat kondisi ini. Bukan karena cengeng ya, tapi ya begini lah. Hidup di jalanan itu keras kang. Saya sudah mulai lelah, jika ada modal untuk usaha, saya lebih memilih untuk berjualan saja, tapi hingga saat ini modal belum ada, kebutuhan si adek (anaknya) juga banyak, ujar Yanti yang dikutip dari Tribun Jabar. Ya, hidup memang penuh dengan perjuangan dan kerja keras.

BACA JUGA: Dikenal Berkelakuan Buruk, Ini Bukti Jika Masih Ada Sopir Angkot Berhati Mulia

Salut! Itulah ungkapan yang bisa diberikan pada sosok Nuryanti HR di atas. Dalam kondisi yang serba sulit, ia tetap giat mencari nafkah sembari mengasuh sang buah hati. Ya, peran sebagai seorang ibu sekaligus ayah, telah ia jalankan dalam satu waktu secara bersamaan. Wahai ibu, Semoga tetesan keringat dan airmatamu diberi ganjaran kesehatan dan rezeki yang berlipat oleh Tuhan yang Maha Esa.