7 Suku-suku Terasing di Dunia yang Masih Bertahan di Tengah Modernitas

oleh Tetalogi
12:00 PM on Jan 14, 2016

Di tengah serbuan era teknologi yang semakin jauh berkembang dan masyarakat yang hidup modern, rasanya sulit membayangkan ada orang-orang yang masih hidup dengan cara-cara tradisional. Apalagi kita yang sudah begitu terbiasa dengan kemudahan era millenium ini.

Tapi jangan salah, ternyata masih banyak orang hidup tanpa tergantung dengan teknologi modern. Mereka mampu hidup dengan cara-cara tradisional mereka dan jauh dari serangan modernitas. Namun sayang, perlahan jumlah mereka kini semakin sedikit.

Baca Juga
6 Bencana Terbesar di Indonesia Ini Menjadi Penanda Pergantian Tahun yang Kelam
Dulu Dikenal Gembong Teroris Sadis, Begini Nasib Umar Patek Sekarang Yang Cinta NKRI

1. Tsaatan, Mongolia>

Suku Tsataan [Image Source]
Suku Tsataan [Image Source]
Suku Dukha atau yang dalam bahasa Mongol disebut dengan Tsataan adalah masyarakat penggembala Rusa Kutub yang tinggal di utara Mongolia. Mereka adalah salah satu suku penggembala Rusa terakhir di dunia. Namun dengan populasi rusa yang terus menyusut, kini hanya tinggal 40 keluarga yang masih meneruskan tradisi ini.

2. Gauchos, Argentina>

Seorang Gaucho [Image Source]
Seorang Gaucho [Image Source]
Gauchos adalah sebuah suku yang tinggal di wilayah selatan benua Amerika terutama di Argentina, Paraguay dan Uruguay. Mereka adalah para penunggang kuda hebat dan merupakan seorang penggembala yang tinggal dengan berpindah-pindah tempat. Gauchos adalah simbol nasional Argentina dan Uruguay yang mewakili tradisi nasional mereka.

3. Maori, Selandia Baru>

Maori [Image Source]
Maori [Image Source]
Maori adalah suku asli Polinesia yang tinggal di Selandia Baru. Mereka memiliki bahasa, budaya, dan mitologi sendiri yang unik. Kedatangan bangsa Eropa ke New Zealand memberikan banyak pengaruh terhadap kehidupan suku Maori. Konflik dengan pendatang, penyakit, dan masalah lain membuat populasi Maori mengalami kemerosotan. Namun sejak abad ke-20, mereka mulai bangkit kembali dan meningkatkan posisi mereka dalam masyarakat Selandia Baru.

4. Chukchi, Rusia>

Suku Chuckchi [Image Source]
Suku Chuckchi [Image Source]
Chukchi adalah suku asli yang tinggal di Semenanjung Chukchi dan pantai laut Chukchi serta laut Bering. Mereka terbagi menjadi dua macam, yaitu yang tinggal di wilayah perairan dan tundra. Yang tinggal di wilayah perairan memiliki tempat tinggal di tepi pantai dan sumber penghidupannya adalah berburu mamalia laut. Sementara yang tinggal di tundra atau padang di kutub, mereka bekerja dengan menggembala rusa kutub. Mereka harus berjuang untuk bertahan akibat kerusakan alam dan polusi yang dilakukan masyarakat modern.

5. Goroka, Indonesia dan Papua Nugini>

Goroka [Image Source]
Goroka [Image Source]
Goroka adalah suku asli yang tinggal di sebuah desa dataran tinggi kecil di Papua Nugini. Namun karena adanya peperangan antar suku dan perebutan wilayah kekuasaan, masing-masing tinggal jauh terisolasi dari yang lain sehingga munculah bahasa-bahasa baru. Karena itulah penduduk Goroka hidup sederhana tapi memiliki ikatan dan hubungan keluarga yang sangat erat, serta menghormati keajaiban alam dan dunia.

6. Nenets, Rusia>

Suku Nenets [Image Source]
Suku Nenets [Image Source]
Nenets adalah suku asli yang tinggal di wilayah utara Rusia dengan sistem kepercayaan yang menghargai bumi dan sumber daya alam yang dihasilkannya. Mereka hidup sebagai pemburu dan peternak rusa kutub dan telah bertahan ratusan tahun tinggal di wilayah dengan suhu -50 derajat celcius di musing dingin dan -35 derajat celcius di musim panas. Namun sejak revolusi Rusia, Uni Soviet memaksa suku Nenets untuk tinggal menetap dan bergabung dengan masyarakat serta menyekolahkan anak-anaknya di asrama. Akibatnya, banyak anggota suku Nenets yang kehilangan identitas budaya mereka.

7. Ladakhi, India>

Ladakhi [Image Source]
Ladakhi [Image Source]
Ladakh adalah nama sebuah gurun dingin di daerah utara India di wilayah Jammu dan Kashmir. Masyarakat Ladakhi tinggal di wilayah dengan suhu mencapai -30 derajat celcius ini dan mrmiliki kebudayaan yang begitu kaya dan banyak di antaranya sudah ada sejak zaman pra-Buddha. Wilayah Ladakh sangatlah sulit dicapai dan banyak jalanan kecil, sehingga hanya sahabat terbaik atau musuh terburuk saja yang akan bisa mencapai Ladakh.

 

Mungkin sulit membayangkan masyarakat yang bisa hidup terasing tanpa teknologi modern dan hanya mengandalkan alam. Namun dari sini kita bisa mempelajari serta memahami bahwa alam sebenarnya sangatlah penting untuk keberlangsungan hidup manusia. Maka dari itu, sudah seharusnya kita kembali menghargai alam dan berbuat sebaik mungkin untuk memelihara lingkungan hidup.

Next
Like us on Facebook Follow us on Twitter
ARTIKEL LAINNYA
ARTIKEL PILIHAN
5 Kejadian Nyleneh Orang Indonesia yang Terekam Google Street View, Awas Ngakak! Dulu Terkenal Sering Tampil Hot, Begini Kabar ‘Mama Abdel’ Sekarang yang Makin Bikin Deg-degan Potret Kehidupan Mewah Anak Orang Kaya di Hong Kong yang Dijamin Membuatmu Melongo 12 Kelakuan Pengguna Medsos “Kelewat Awam” Ini Dijamin Bikin Kamu Ngakak Jengkulitan Salut! 5 Artis Tajir Ini Nggak Segan Pamerkan Kelakuan Bak ‘Rakyat Jelata’ di Sosial Media Kisah Sedih Eva, Calon Pengantin Yang Tertabrak Kereta Saat Mengantar Undangan Pernikahannya Inilah Beberapa Kelakuan ‘Gak Lazim’ Saat Terjadi Kecelakaan Lalu Lintas, Kamu Pasti Salah Satunya 7 Aktris Sinetron Kolosal Cantik dan Seksi ini Pernah Menghiasi Layar Kaca Kamu Zaman Dulu Kocak, Obrolan Orang Mesum PDKT Ngajak Chatting Endingnya Malah Bikin Ngakak 5 Ibu Mertua Paling ‘Membahayakan’ Sedunia Inilah Perubahan Wajah Thalia Maria Marcedes dari Cantik Sampai Cantik Banget Inilah 4 Pernikahan Super Mewah Anak Pejabat dan Konglomerat Indonesia yang Bikin Mata Terbelalak Inilah 4 Alasan Mengapa Israel Harus Tunduk Hormat pada Indonesia 10 Postingan Nyeleneh Pengguna Medsos Pamer Kemesraan, Berasa Pingin Nampol Lihatnya Inilah 11 Status Kocak “Emak Zaman Now” di Medsos yang Bikin Minder Anak Muda Karena Kalah Eksis Belum 30 Tahun, 5 Cewek Cantik Zaman Now Ini Sudah Bergelimang Harta, Hampir Saingi Syahrini! Foto-Foto Ini Memperlihatkan Betapa Seru dan Kocaknya Adegan di Balik Layar Film Superhero Idaman Anak 90-an 14 Tahun Berlalu, Begini Kabar Pemain Sinetron “Di Sini Ada Setan” yang Dulu Bikin Kamu Bergidik Ngeri 4 Barang Ini di Indonesia Harganya Luar Biasa, Tapi di Afrika Orang Miskin pun Wajib Punya Chatting Kids Zaman Now Minta Foto “Buka-bukaan” ke Gebetannya Ini, Endingnya Bikin Melongo
BACA JUGA