Lewat sebuah tayangan tv bertajuk Mata Najwa, 25 Juli 2018 lalu, masyarakat Indonesia dipertontonkan bagaimana enaknya penjara para pencuri uang negara di Sukamiskin. Mereka sebetulnya merugikan bangsa dan tak bisa dipungkiri telah menimbulkan hal-hal buruk, tapi malah menikmati fasilitas bagus di dalam jeruji besi. Entah siapa yang harus bertanggung jawab dalam kasus ini, tapi satu yang pasti hal tersebut adalah tindakan ‘tidak terpuji’.

Apalagi bila menilik sejarahnya tempat tersebut dahulunya merupakan tempat Soekarno ditahan oleh pemerintah Belanda. Dalam pengasingannya di Sukamiskin, Bung Besar terus mengupayakan bagaimana merdeka negara ini. Eh malah sekarang menjadi tempat untuk ‘darmawisata’ para pencuri uang negara. Lembaga pemasyrakatan (LP) Sukamiskin sendiri didirikan tahun 1918. Menurut laman Tempo.com, tempat ini dulunya bukan tahanan untuk koruptor, tapi penjara untuk tahanan politik Belanda. Jadi tidak heran bila dahulu tahun 1930-an Putra Sang Fajar ditahan di sana.

Penjara Sukamiskin dahulu [Sumber Gambar]
Lewat suratnya yang dimuat dalam buku berjudul Di Bawah Bendera Revolusi, presiden pertama Indonesia tersebut menceritakan bagaimana pedihnya tempat tersebut. Selain itu juga, tidak satu fasilitas yang mengistimewakan beliau saat berada di Sukamiskin. Melansir dari Beritagar.id, saat itu juga Soekarno juga ditempatkan di sebuah penjara yang sempit. Tidak itu saja, lewat pucuk surat pernah ditulis disana juga digambarkan apabila Sukamiskin bak kurungan yang memerangkap binatang ternak.

Kamar Bung Karno [Sumber Gambar]
Saat di Sukamiskin juga rambut Soekarno dipotong habis mendekati gundul. Kala pagi beliau juga harus mengikuti kegiatan tahanan yang berat dan bermandikan oli lantaran harus menggunakan alat besar untuk memotong-motong kertas. Berkat hal inilah ketika malam Bapak Bangsa tersebut mengaku merasa kepayahan saat malam beranjak datang. Ditambah lagi mandi juga hanya diberi batas hanya selama enam menit saja. Kondisi yang bila dibandingkan dengan sekarang memiliki perbedaan 360 derajat lebih. Bahkan melansir laman Tempo, taman Bung Karno juga kerap digunakan tempat berhura-hura atau bersenang-senang.

Soekarno di LP Sukamiskin [Sumber Gambar]
Melihat berbedaan ini memang begitu mengejutkan dan menyedihkan. Terlepas berbedaan zaman atau apapun dalil untuk menyanggahnya, korupsi adalah perbuatan tercela serta merugikan banyak orang. Apabila mereka mendapatkan fasilitas seperti terlihat dalam serial TV lalu, jelas saat ini ada yang salah terhadap bangsa kita.