Anak STM menjadi trending topic selama beberapa hari ini. Apalagi kalau bukan karena aksi mereka yang berani menantang para pemerintah yang duduk di kursi kekuasaan tanpa sedikitpun rasa takut. Mereka dengan segenap kekuatan meringsek dan melawan apapun yang ada di depannya yang dianggap sebagai ancaman. bahkan, water cannon dan aparat yang menyemperotkan gas air mata saja dilawan nih sama anak STM.

Yah, STM memang identik dengan murid yang nakal dan suku tawuran. Bahkan ada nih siswa STM yang mengaku mengapa STM lekat dengan stigma negative, karena hidup sebagai siswa STM itu keras. “Anak STM dicubit dikit aja sama anak sekolah lain, bisa rusuh satu kabupaten,” jawabnya dalam situs Quora.com. Namun, enggak semua loh begitu, bahkan saat ikut dalam demo beberapa hari ini, ada banyak sekali sisi lain dari anak STM yang bisa kita lihat sebagai kebaikan.

Pertama kali bersatu padu untuk Indonesia

Sebagai siswa yang terkenal punya passion tawuran sejak lahir, anak STM juga mengerti kok kapan harus ribut, kapan harus bersatu dan damai. Nah, untuk pertama kalinya salam sejarah semua anak STM yang ada di Bogor berkumpul dan bersatu akan mengadakan aksi mendesak pemerintah.

Mungkin sebagian dari mereka memang paham apa yang sedang marak dan membuat resah masyarakat, sedangkan sebagian yang lain boleh jadi belum paham tapi mereka ikut berpartisipasi. Nah, meski sudah kumpul satu kota, siswa ini mengiyakan saat mereka diminta untuk tidak rusuh dan harus santuy.

Masih ingat untuk diam bila ada kumandang azan

Melansir Suara.com, massa aksi pelajar penolak beragam RUU bermasalah yang didominasi sanak STM, menghentikan serangannya terhadap kerumunan polisi di kawasan perlintasan kereta Stasiun Palmerah dekat DPR RI, pada Rabu (25/9/2019) saat azan Magrib berkumandang. Para siswa ini awalnya melawan aparat dengan melempari batu, sementara pihak keamanan yang terdiri dari para polisi ini mempertahankan diri dengan tameng.

Anak-anak STM [sumber gambar]
Karena azan, salah satu siswa meminta temannya berhenti karena masuk waktu azan. “Tahan dulu woi, enggak pernah ngaji lo ya?” begitulah kira-kira yang dikatakan oleh sang siswa. Selanjutnya, baik para siswa STM maupun aparat berdiam diri untuk sementara, bahkan pihak kepolisian berjaga di lokasi dalam kondisi duduk.

Di tengah demo, masih ingat buku yang basah

Bideo berikut ini mungkin lucu mungkin juga menonjolkan sisi baik anak STM yang akrab dengan anggapan miring. Di tengah siraman air yang terus dilancarkan kepada para siswa yang meringsek maju, salah satu dari mereka mengatakan bahwa bukunya basah. Hal ini tentu saja dianggap sebagai video epic oleh netizen. Bagaimana bisa di tengah heboh-hebohnya berdemo, masih ingat buku yang basah di dalam tas.

Banyak sekali komentar lucu yang diluncurkan oleh warganet. Mulai dari anak STM yang memang hanya punya 1 buku untuk semua, hingga kemungkinan si anak yang ingat akan pekerjaan rumahnya yang ada di buku tersebut. Duh, ada-ada aja~

Demo boleh, hormat orang tua adalah wajib

Nah, sementara teman-temannya berlari ke jalanan dan akan segera bertindak, sekelompok anak STM tampak menyalami kakek-kakek tua yang mungkin tak sengaja mereka lewati. Setelahnya, mereka juga baru tampak menyusul rombongan yang sudah masuk ke jalan raya.

Duh, meskipun niatnya ingin mendemo para pemerintah yang tidak bijak di gedung DPR, tapi masih punya sopan santun dan rasa hormat yes. Yang begini, tampang sangar tapi hatinya hello kitty kayaknya.

BACA JUGA: STM Nggak Cuma Soal Tawuran, Mereka juga Bisa Memperjuangkan Keadilan

Tak hanya itu saja loh. Ada yang bahkan pulang demo cepat karena besoknya akan ulangan Agama. Sebelumnya juga permisi dulu ke abang busway karena akan masuk ke dalam busway yang sudah penuh penumpang. Ya, kita memang enggak bisa lihat pribadi orang dari satu sisi ya. Enggak semua anak STM itu badung dan nakal kok, banyak yang masih patuh kepada orang tua, pinter ngaji, baik, dan rajin menabung. Hehe.