Cerita tentang konflik antara Israel dan Palestina, memang tidak ada habisnya untuk dibahas. Bahkan baru-baru ini, negeri Daud itu semakin gencar menggempur wilayah yang dicurigai menjadi basis pertahanan militan Hamas. Alhasil, Rumah Sakit Indonesia pun tak luput dari sasaran rudal yang dilancarkan melalui serangan udara tersebut.

Dilansir dari bbc.com, tak ada korban jiwa dalam serangan mendadak tersebut. Namun di sisi lain, Rumah Sakit Indonesia harus menanggung kerugian material yang bisa dibilang tidak sedikit. Sebagai institusi kesehatan, keberadaan Rumah Sakit Indonesia seharusnya tak boleh diserang secara militer. Terlebih, keberadaannya yang penuh kisah historis, telah lama membantu perjuangan rakyat Palestina dari sisi kesehatan.

Dibangun secara khusus untuk masyarakat Palestina

Rumah Sakit yang didedikasikan untuk masyarakat Indonesia [sumber gambar]
Diserahkan secara resmi oleh Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) , Rumah Sakit Indonesia (RSI) Gaza menjadi wujud nyata atas dukungan masyarakat Tanah Air pada perjuangan Palestina. Dilansir dari republika.co.id, institusi kesehatan itu dikenal sebagai mustasyfa Indonesia oleh masyarakat Gaza. Di dalamnya bahkan telah dilengkapi peralatan medis canggih dengan kualitas terbaik. Menariknya, seluruh pembangunan Rumah Sakit tersebut murni dari hasil sumbangan rakyat Indonesia tanpa ada campur tangan pemerintah.

Sumbangan murni dari rakyat Indonesia tanpa ada campur tangan pemerintah

Dibangun dengan menggunakan uang rakyat Indonesia [sumber gambar]
Keberadaan RSI Gaza di Palestina, telah menjadi sebuah saksi bersejarah tentang kekuatan persaudaraan antar kedua bangsa. Dilansir dari republika.co.id, pembangunannya yang menelan dana hingga 126 miliar rupiah tersebut, semuanya murni datang dari masyarakat. Mulai dari yang kaya hingga miskin, bahu membahu memberikan sumbangan. Tak ada dana asing atau milik pemerintah yang ikut membangun Rumah Sakit tersebut.

Sempat hancur sebagian karena serangan rudal Israel

Salah satu bagian dari Rumah Sakit Indonesia yang hancur terkena roket [sumber gambar]
Dengan dalih balas dendam terhadap serangan kelompok Hamas di Israel, angkatan bersenjata negeri Bintang Daud itu menembakkan roket mereka secara membabi buta. Dilansir dari dunia.tempo.co, Jet tempur dan sejumlah helikopter menghantam sekitar 80 target, dimana kelompok Hamas merupakan target yang diincar. Memang, tak ada korban jiwa saat serangan terjadi. Namun, rumah sakit yang dibangun oleh Indonesia di wilayah utara Gaza, dikabarkan rusak di beberapa bagian karena efek ledakan rudal.

Peristiwa pengeboman yang dikutuk oleh pemimpin Indonesia

Presiden Jokowi mengecam aksi pemboman dekat wilayah Rumah Sakit Indonesia [sumber gambar]
Sontak, serangan mengejutkan yang merusak Rumah Sakit Indonesia itu dikecam oleh Presiden Joko Widodo. Dilansir dari nasional.tempo.co, sang kepala negara itu menyampaikan keprihatinannya pada peristiwa tersebut. “Ya kami tahu, rumah sakit itu rusak dan Indonesia mengecam, mengecam keras serangan Israel di tanggal 27 Oktober kemarin,” kata Jokowi yang saat itu berada di Pendopo Delta Wibawa, Sidoarjo, Jawa Timur.

Suasana mulai kondusif pasca serangan udara

Situasi pasien di RSI Gaza [sumber gambar]
Setelah terjadi kesepakatan gencatan senjata antara pihak Hamas dan militer Israel, keduanya mulai menghentikan intensitas serangan. Menurut informasi dari bbc.com, keadaan di sekitar Rumah Sakit Indonesia berangsur-angsur normal. Para pasien yang sebelumnya diungsikan karena serangan udara, sudah menempati kamarnya masing-masing. Menurut seorang relawan Indonesia yang bernama Muhammad Hussein, ada setidaknya 100 roket diluncurkan saat terjadinya serangan. Diberitakan juga oleh siaran pers Medical Emergency Rescue Committe (MER-C) yang dilansir dari bbc.com menyebutkan, setidaknya lima roket jatuh tidak jauh dari lokasi RS Indonesia. Alhasil, dentuman keras dari benda tersebut menyebabkan kerusakan pada ruangan kantor administrasi, toilet, koridor, ICU, dan lainnya.

Apapun alasannya, Israel tidak dibenarkan untuk menyerang instalasi non-militer seperti Rumah Sakit Indonesia di atas. Meski tak ada korban jiwa, aksi tersebut berpotensi mencederai undang-undang internasional. Khususnya mengenai serangan terhadap warga sipil dan pekerka kesehatan. Semoga saja, kejadian semacam ini tak lagi terulang di masa depan. Mudah-mudahan ya Sahabat Boombastis.