Pernah dengar kalimat “Asal Bapak Senang”? Sebuah kalimat ampuh yang mungkin bahkan masih digunakan hingga saat ini. Kalimat yang disingkat ‘ABS’ tersebut biasa dilontarkan sebagai bentuk sikap menurut atau sekedar menyenangkan hati seseorang yang menjadi atasan seperti pemimpin, ketua, bos dan sebagainya.

Menariknya, kalimat “Asal Bapak Senang” memiliki sejarah yang lumayan panjang di masa lalu. Tak banyak yang tahu bahwa kalimat tersebut pernah menjadi nama sebuah band yang didirikan oleh Resimen Cakrabirawa, pasukan khusus pengawal Presiden di era Soekarno.

Band pengiring pesta di Istana itu bernama Asal Bapak senang (ABS)

Hobi musik dan menari Soekarno di Istana Negara menjadi awal munculnya sebuah band yang bernama Asal Bapak Senang (ABS). Anggotanya diisi oleh Resimen Cakrabirawa dan menjadi pengiring musik dan menari pada setiap pesta yang diselenggarakan di Istana. Hal ini dituturkan oleh perwira polisi kesayangan Sukarno, Mangil Martowidjojo.

Band ABS dalam acara ramah tamah Presiden Sukarno dengan undangan [sumber gambar]
Meski terkesan lucu dan tak lazim, Mangil mengatakan bahwa istilah yang digunakan pada band-nya itu tak memiliki muatan politis apa pun. “Band kami menjadi tersohor karena singkatan ini. Satu-satunya band yang dapat mengikuti kehendak Bung Karno hanya band polisi pengawal pribadi Soekarno,” ucap Mangil dalam dalam Kesaksian tentang Bung Karno, 1945-1967 (1999:133).

Berakar dari zaman Feodal hingga Orde Baru

Meski istilah ‘Asal Bapak Senang’ mulai populer setelah tahun 1960-an, fakta sejarah menunjukkan kalimat tersebut telah ada dan menjadi sebuah sikap yang lazim digunakan sejak zaman dahulu. Menurut Mochtar Lubis dalam Situasi dan Kondisi Manusia Indonesia Kini (1977:19), ABS digunakan para abdi untuk menyenangkan raja-raja atau para penguasa feodal dengan cara memberikan berita yang baik-baik saja.

Presiden Soeharto bersama para pejabat negara [sumber gambar]
Beranjak ke era Orde Baru, kalimat ABS banyak digunakan untuk menyenangkan Soeharto. Banyak cara digunakan oleh orang-orang yang dekat dengan sang Smiling General itu hanya untuk menyenangkan hatinya. Jika tidak, konon yang jadi pertaruhan tentu saja nasib dan karier mereka sendiri.

Kalimat ‘sakti’ untuk menghindar dari amarah atasan

Kalimat ‘Asal Bapak Senang’ akhirnya lazim menjadi sebuah sikap yang kerap digunakan hanya untuk menyenangkan atasan. Alasannya pun bermacam-macam. Mulai dari terhindar dari amarah penguasa, mengamankan jabatan, memuluskan rencana, hingga hanya sekedar agar mendapat perhatian atasan alias penjilat.

Ilustrasi Kamus Besar Bahasa Indonesia [sumber gambar]
Menurut catatan Kees Bertens dalam Sketsa-sketsa Moral: 50 Esai tentang Masalah Actual (2004:35), singkatan ABS sudah masuk dalam daftar akronim Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) sejak edisi 1988 karena sudah begitu lumrah digunakan dalam keseharian. Kebiasaan tersebut akhirnya terus berulang hingga ke era selanjutnya.

Lestari hingga di era Jokowi

Soal ABS ternyata pernah disinggung oleh Presiden Joko Widodo saat mengimbau kepada para pengusaha dan investor, dalam acara ekspor perdana Mitsubishi Xpander ke sejumlah negara di Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (25/4/2018). Mantan Walikota Solo menyinggung soal perizinan yang terkadang dipersulit di lapangan.

Presiden Joko Widodo dalam acara ekspor perdana Mitsubishi Xpander [sumber gambar]
Padahal, negara telah memerintahkan agar jajarannya mempermudah soal perizinan investasi dan ekspor. “Jangan takut untuk melaporkan karena itu penting buat saya. Jangan laporan ke saya hanya ABS, ABS, asal bapak senang, tetapi laporan di lapangannya berbeda. Saya tidak suka hal seperti itu,” ujar Jokowi yang dikutip dari Kompas (25/04/2018).

BACA JUGA: 5 Pengkhianat yang Paling Dibenci Sepanjang Sejarah Manusia

Praktik-praktik ‘Asal Bapak Senang’ mungkin masih banyak ditemui hingga saat ini. Tentu saja, ada sebuah pergeseran makna yang cukup jauh dari yang sebelumnya hanya dikenal sebagai nama band di era Sukarno, menjadi kalimat ampuh untuk menyenangkan hati atasan.