in

Setuju atau Enggak? 5 Tindakan Memalukan Ini Perlu Diberi Sanksi Sosial

Jika Sahabat Boombastis memperhatikan di media sosial, banyak fenomena miris yang terjadi akhir-akhir ini. Di mana kelakuan kasar sampai memalukan jadi viral dan parahnya hanya berakhir dengan ucapan maaf. Padahal kalau kita pikir-pikir semua peristiwa itu tidak cukup diselesaikan dengan janji di mulut saja.

Mungkin beberapa di antaranya sudah ditindak oleh polisi. Tapi terkadang menginap di hotel prodeo rasa-rasanya tidak membuat mereka kapok. Nah, sepertinya hukuman berupa sanksi sosial bisa membuat mereka kapok dan orang tidak akan berani menirunya. Namun, tindakan seperti apa ya yang pantas diberikan sanksi sosial?

Para koruptor yang masih bisa haha hihi saat ditangkap

Sering kali kita gemes sendiri ketika melihat banyaknya koruptor yang masih sanggup cengengesan saat ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Padahal mereka sudah ketahuan telah mengambil uang rakyat yang jumlahnya tak sedikit. Parahnya, banyak dari mereka yang melambaikan tangan sembari senyum ke kamera. Duh, miris~

Setya Novanto dan Eddy Rumpoko [Sumber Gambar]
Contohnya seperti Setya Novanto yang menjadi tersangka penggelapan uang E-KTP. Kemudian ada Eddy Rumpoko selaku Walikota Batu yang ketahuan menerima suap terkait proyek pengadaan barang dan jasa di kantornya. Dan masih banyak lagi contoh-contoh lainnya yang seakan tidak bisa dihitung dengan jari. Maka dari itu, sepertinya sanksi sosial berupa dipajang di depan masyarakat umum akan membuat mereka kapok. Eh tapi jangan cuma sehari, kalau bisa sih lebih dari seminggu biar tahu rasa.

Bandar narkoba yang ingin merusak generasi bangsa

Fenomena yang tak kalah membuat emosi kita terkuras adalah kasus penyebaran narkoba. Ya, di Indonesia ini masih bisa dibilang darurat pengamanan dari obat-obatan terlarang. Dikarenakan banyaknya jalur masuk yang tak diketahui orang dan juga masyarakat ingin mendapatkan uang dengan cara mudah. Pada akhirnya, pengedar narkoba bukannya menjadi berkurang malah bertambah banyak setiap harinya.

Para pengedar narkoba [Sumber Gambar]
Melihat banyaknya korban dari obat-obatan terlarang ini, rasa-rasanya kurungan penjara tak akan cukup membuat pelaku jera. Jadi, salah satu cara supaya mereka malu dan tidak ingin mengulanginya adalah diberi sanksi sosial. Kabar baiknya, Polresta Denpasar, Bali sudah mulai menerapkan sanksi ini lho Sahabat Boombastis. Dengan memajang mereka di acara Car Free Day (CFD) sehingga banyak masyarakat yang melihat wajah-wajah para pengedar narkoba ini. Wah, boleh juga nih ditiru daerah lain..

Orang-orang yang berani bertindak mesum di wilayah umum

Di zaman yang edan ini, semakin banyak orang tidak tahu malu. Seperti nekat melakukan tindakan intim di tempat umum. Ya meski menurutnya tempat tersebut jauh dari pandangan orang-orang, tapi ya enggak gitu juga. Ini di Indonesia cuy, negara yang selalu menitikberatkan pada norma kesopanan. Jadi, jika ada yang berani melakukan hal tersebut, hukuman paling ampuh ya dengan sanksi sosial.

Seperti peristiwa yang terjadi baru-baru ini. Dilansir dari akun facebook Yuni Rusmini, ada dua orang remaja berusia 17 dan 18 tahun berhubungan intim di lantai salah satu masjid di Aceh. Akibatnya, mereka langsung diberi hukuman cambuk sebanyak 100x untuk membuat jera. Lalu ada juga sanksi sosial supaya keduanya malu atas perbuatannya.

Pelaku bentrokan yang sudah mengganggu kenyamanan masyarakat

Bentrokan memang tidak pernah lenyap dari negara kita. Selalu ada saja perkara yang membuat kedua kubu menjadi panas dan memilih menyelesaikan menggunakan kekerasan. Padahal, dengan cara kekeluargaan saja sepertinya masalah akan lebih cepat selesai dan tidak menimbulkan keributan baru.

https://www.instagram.com/p/BuL7b7EAp91/

Kejadian bentrok yang dilakukan oleh oknum mahasiswa di Universitas Hasanudin ini misalnya. Mahasiswa Kehutanan dan Peternakan memilih saling lempar batu untuk menyelesaikan masalah. Nah, keras kepala mereka ini sepertinya tidak akan hilang jika dibawa ke kepolisian saja. Perlu ada sanksi sosial supaya mereka lebih menyadari bahwa tindakannya sudah memalukan nama sendiri dan universitas.

Pelaku kekerasan seksual yang sudah merugikan psikis bahkan nyawa orang lain

Ini nih yang juga perlu diberikan hukuman sosial. Adalah para pelaku kekerasan seksual. Ya bagaimana tidak, si tersangka melakukan hal tersebut tanpa ada rasa bersalah sedikitpun. Bahkan, banyak juga yang terus mengulangi perbuatan bejatnya hingga bertahun-tahun. Mereka sih mendapat enaknya, tapi hal ini tentu berbeda 360 derajat dengan korban. Para korban bisa mengalami trauma sangat lama atau dapat berisiko kehilangan nyawa jika tidak menuruti kemauan dari pelaku.

https://www.instagram.com/p/BuLJsu9AYem/

Salah satu peristiwanya seperti yang diunggah pada akun instagram @makassar_iinfo. Ada perempuan yang dicabuli lalu dibuang ke tepi jalan. Beruntungnya banyak warga sekitar yang tanggap dengan membawa wanita malang tersebut ke rumah sakit. Sampai saat ini, perempuan itu masih dalam perawatan karena kondisinya belum stabil.

BACA JUGA : Selain Eksekusi Mati, Hukuman Seperti ini Sangat Pantas Dijatuhkan Kepada Para Predator Uang Rakyat

Sanksi sosial memang sangat dibutuhkan untuk menyelesaikan beberapa kasus. Ini dilakukan supaya si pelaku bisa jera dan malu akan perbuatannya. Semoga ini bisa menjadi referensi pihak kepolisian untuk menambah jenis hukuman bagi para tersangka kejahatan. Apa Sahabat Boombastis setuju?

Written by Firdha

Firdha Rahma, dilahirkan di Kota Malang tanggal 5 Agustus 1994. Ia tergabung di Boombastis.com sejak bulan Desember 2017. Perempuan bermata sipit ini suka sekali warna merah dan hewan yang bernama kucing. Dia mempunyai hobi menonton film segala genre, menulis dan baca-baca artikel tentang teknologi ponsel yang terbaru.
Punya hobi menulis sejak SMK, tapi belum begitu aktif di dunia blog. Nah, karena kuliah ada sedikit waktu senggang jadi kegiatan menulis bisa diterapkan kembali ke dalam blog. Blognya berisi tentang travelling, kuliner dan review film.

Leave a Reply

Berkaca dari Luna Maya, Begini Cara Tegar Hadapi Mantan yang Menikah dengan Sahabat Sendiri

Penuh Pilu, Inilah Deretan Partai Puncak Indonesia Vs Thailand yang Berakhir Luka Garuda