in

Diduga Sempat Terima Kekerasan dalam Aksi 22 Mei, Driver Ojol Ini Belum Pulang Hingga Kini

Kerusuhan yang terjadi di beberapa titik pada tanggal 22 Mei lalu meninggalkan sejumlah pertanyaan. Tak hanya rusuh saja, beberapa orang juga harus berurusan dengan para Brimob, bahkan ada yang datangkap dan belum pulang hingga sekarang.

Bukti adanya tindak penangkapan disertai dengan kekerasan (pemukulan) ini terungkap dari sebuah video yang beredar. Melansir tempo.co, anggota Brimob Polri disebut menangkap lebih dari satu orang dari area Smart Services Parking pada Kamis pagi lalu, 23 Mei 2019, seusai kerusuhan 22 Mei 2019. Lokasinya di area Masjid Al Huda, Jalan Kampung Bali XXXIII, Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Kampung Bali [sumber gambar]
Salah satu dari banyak pemuda yang ditangkap bernama Arya atau Iyo. Iyo adalah pengemudi ojek online yang ketika terjadi penangkapan, ia berada di lokasi tersebut –lebih tepatnya mangkal istirahat sambil menunggu orderan di satu sudut kampung tak jauh dari Gedung Bawaslu itu. Lokasinya berbeda dengan area parkir Masjid Al Huda lokasi empat orang ditangkap dan video viral. Namun anehnya, Iyo yang menurut saksi ikut ditangkap ini belum pulang hingga sekarang.

Beberapa saksi yang ada di tempat kejadian mengungkapkan bahwa mereka melihat Iyo saat dihampiri lalu digebuk secara brutal oleh para Brimob hingga babak belur. Salah satu yang memberi klarifikasi adalah ketua RT setempat, WindaDevianti. Winda menuturkan bahwa memang ada sejumlah pemuda ditangkap dalam penyisiran oleh anggota Brimob pada Kamis pagi 23 Mei, termasuk Iyo. Tetapi, Winda mengaku telah menjelaskan bahwa Iyo yang ditangkap adalah warganya, bukan massa perusuh.

Para Brimob yang diduga memukuli korban [sumber gambar]
Ada pula rekan Iyo yang sesama pengemudi ojek online mengatakan bahwa mereka sempat sahur bersama. Lalu, ketika Iyo tiba-tiba ditangkap, sang rekan sudah menjelaskan bahwa Iyo bukan pendemo, akan tetapi hal itu tidak digubris oleh para penangkap. Belakangan baru diketahui jika penyebab Iyo ditangkap adalah olesan odol di bawah matanya, yang biasanya digunakan para demonstran untuk menghindari serangan gas air mata aparat.

Tragedi salah tangkap sebelumnya [sumber gambar]
Mengenai hilangnya Iyo, kerabat sudah melapor ke Polda Metro Jaya dan Polres Jakarta Barat. Namun hasilnya tetap nihil. Sang pelapor yang enggan disebut namanya ini mengaku kalau ia merasa tidak ada kejelasan terhadap kasus Iyo. “Saya datangi Dirkrimum (Direktorat Kriminal Umum), lalu dilempar ke Tahti (Direktorat Tahanan dan Barang Bukti), tapi terus dilempar dan katanya tidak ada,” ungkap sang kerabat melansir tempo.co.

BACA JUGA: Mengenang Kembali Peristiwa Mei 98 dan Kasus yang Tak Terungkap Hingga Saat Ini

Jika memang kasus ini merupakan salah tangkap, maka Iyo bukanlah orang pertama, Sahabat. Sebelumnya, ada Teuku Yazhid yang dikira sebagai penghina dan pemuda yang ingin membunuh Presiden Joko Widodo. Padahal, Yazhid bukan pelaku sebenarnya dan hanya memiliki wajah yang mirip dengan Sayyid Fahry (sang pelaku). Video pengancaman pembunuhan dan penangkapan, serta klarifikasi dari Yazhid dan keluarga ini pun sempat viral dan tersebar di Twitter.

Written by Ayu

Ayu Lestari, bergabung di Boombastis.com sejak 2017. Seorang ambivert yang jatuh cinta pada tulisan, karena menurutnya dalam menulis tak akan ada puisi yang sumbang dan akan membuat seseorang abadi dalam ingatan. Selain menulis, perempuan kelahiran Palembang ini juga gemar menyanyi, walaupun suaranya tak bisa disetarakan dengan Siti Nurhalizah. Bermimpi bisa melihat setiap pelosok indah Indonesia. Penyuka hujan, senja, puisi dan ungu.

Leave a Reply

Dapat Kesempatan Jenguk Sang Ayah Saat Ulang Tahun, Begini Beda Kisah Al, El, dan Dul

Matahari Berada Tepat di Atas Ka’bah, Begini Lho Dampaknya untuk Kehidupan