in

Bikin Geleng Kepala, Inilah 5 Rekor Pebulutangkis Indonesia yang Luar Bisa Hebat

Sebagai salah satu cabang olahraga yang digemari banyak masyarakat Indonesia setelah sepak bola, bulutangkis memang terus saja ciptakan kisah-kisah yang mengagumkan. Bahkan ketika bertanding di sebuah kejuaraan dunia atlet bulutangkis juga kerap menjadi nomor satu. Seperti baru-baru ini dilakukan oleh pasangan ganda putra sensasional Marcus Gideon dan Kevin Sanjaya di Japan Open 2018.

Apa yang dilakukan oleh Minion hanyalah sebagian kecil saja dari kegemilangan yang pernah dicatatkan oleh pebulutangkis negara kita. Beberapa atlet tepok kok tanah air juga sempat mengukir rekor-rekor yang sulit untuk lawan pecahkan. Malahan ni sobat, tak jarang juga kawan sesama atlet olahraga tersebut juga kesusahan untuk sekedar menyamainya. Dan berikut Boombastis berikan pada kalian rekor hebat pebulutangkis Indonesia.

Mengantongi dua medali sekaligus di satu kejuaraan

Christian-Hadinata- [Sumber Gambar]
Sebagai pebulutangkis kemampuan Cristian Hadinata meraih kalungan penghargaan memang menakjubkan. Jika disamakan dengan pesawat tempur pria keturunan Tionghoa ini adalah Sukhoi 57. Pesawat yang bisa membuat lawan gemetaran sekujur tubuhnya. Bahkan medali yang diperoleh Hidanata bisa dikatakan sulit untuk diulangi oleh pebulatangkis lain. Dilansir laman Bolasport, pria 68 tahun menjadi satu-satunya atlet Indonesia di olahraga ini bisa merebut dua medali disatu kejuaraan. Ketika itu, ia menjadi juara di nomor ganda putra dan ukir prestasi yang sama di nomor campuran.

Tony Gunawan menjadi pebulutangkis yang bisa juara di dua negara

Penampilan Tony Gunawan [Sumber Gambar]

Ngomong-ngomong masalah gelar juara double, pebulutangkis tanah air Tony Gunawan juga memiliki kisahnya. Pria yang bermain di nomor ganda putra ini menorehkan rekor gelar juara di negara yang berbeda. Melansir laman Bolasport, Tony sukses mendapatkan kepingan emas ketika membela panji Indonesia dan Amerika. Prestasi bagusnya tersebut diperoleh ketika berpasangan dengan Halim Haryanto dan Howard Bach dari negeri Paman Sam. Dari penelusuran penulis gelar yang didapatkan Tony dengan pasangan berbeda negara itu adalah 11 kali. Mulai dari All England sampai USA/SCB Championsip.

Taufik Hidayat menjadi atlet termuda menjadi peringkat satu dunia

Gaya Taufik Hidayat [Sumber Gambar]
Selain dari pasangan beregu, bulutangkis Indonesia juga mencatatkan rekor luar biasa di nomor tunggal putra. Lewat torehan Taufik Hidayat apa yang dituliskannya bisa dibilang sulit untuk disamai pebulutangkis zaman sekarang. Kendati kemampuannya tunggal putra usia muda saat ini tidaklah bisa padang sebelah mata. Dilansir laman Bola.com, Taufik sempat menjadi pebulatangkis tanah air termuda yang sukses menjadi nomor satu di dunia. Kisah tersebut diukirnya ketika baru menginjak usia 17 tahun. Selain itu dirinya juga jadi tunggal pertama yang jadi juara olimpiade dan kejuaraan dunia.

Berusia 14 tahun Mia Audina jadi penentu Indonesia juara Uber Cup

Aksi Mia Audina [Sumber Gambar]
Pada umumnya umur 14 tahun adalah usia dimana asik-asiknya seorang anak bermain. Atau malah ikut trend sana-sana sini agar tidak dikatakan kudet oleh teman sejawat. Namun, berbeda halnya jika menengok aktivitas seorang pebulutangkis Indonesia bernama Mia Audina. Perempuan yang sudah pindah kewarganegaraan Belanda ini menjadi penentu kemenangan tim Indonesia di Piala Uber Cup 1994. Berkat usia tersebut ia menjadi pebulatangkis wanita termuda dalam sejarah yang mampu merebut gelar di kejuaraan besar tersebut.

Kemenangan tercepat yang dicatatkan oleh ganda campuran Indonesia

Tontowi dan Liliyana [Sumber Gambar]
Jika dibanding dengan cabang olahraga lain lain pertandingan bulutangkis memang memiliki waktu yang sangat fleksibel. Dimana atlet yang bertanding di sana bisa menempuh waktu yang cepat, atau juga bisa lama seperti pertandingan Greysia Polii/ Nitya Krishinda ketika melawan pebulutangkis Jepang. Namun khusus penyelesaian pertandingan dengan waktu singkat baru-baru ini ditorehkan ganda campuran Indonesia di kejuaraan Cina Open. Melansir lamam Kompas, Tontowi/Liliyana menang dengan hanya membutuhkan waktu 22 menit saja. Rekor tersebut tercipta setelah menang atas atlet Jepang Yuki Kaneko/Misaki Matsutomo (Jepang).

Beberapa rekor diulasan tadi adalah bukti jika bulutangkis Indonesia tidaklah bisa diremehkan kehebatannya. Jika dibandingkan dengan cabor lain, olahraga satu ini kerap sekali menyumbang prestasi emas untuk ibu pertiwi. Kerberhasilan mereka dapatlah jadi contoh untuk cabang lain supaya ikut membuat Indonesia berjaya di olahraga.

Written by Galih

Galih R Prasetyo,Lahir di Kediri, Anak pertama dari dua bersaudara. Bergabung dengan Boombastis.com pada tahun 2017,Merupakan salah satu Penulis Konten di sana. Lulusan Pendidikan Geografi Universitas Negeri Malang. Awalnya ingin menjadi pemain Sepak Bola tapi waktu dan ruang justru mengantarkan Ke Profesinya sekarang. Mencintai sepak
bola dan semua isinya. Tukang analisis Receh dari pergolakan masyarakat Indonesia.

Leave a Reply

Path Ditutup, Netizen Kembali Ramai-ramai Curhat Ria dan Bernostalgia

Seperti Tak Ada Guna, Lekukan Atas Bibir Ternyata Punya Fungsi Mengejutkan