Menyanyi adalah ajang pencarian bakat yang paling diminati di berbagai negara, termasuk Indonesia. Dari masa ke masa, ada banyak sekali jenis pencarian bakat melalui jalur ini. Kita mulai dari Mamamia, Rising Star, X-Factor, The Voice Indonesia, hingga Indonesian Idol.

Dari semuanya, penyanyi-penyanyi jebolan Idol paling sering muncul ke permukaan dan kemudian terkenal, bisa punya single dan album sendiri, serta bergelut di dunia entertainment Indonesia. Tetapi, siapa tau akan perjuangan mereka di balik audisi untuk maju dan tampil di hadapan para juri. Beginilah realitanya, guys.

Indonesian Idol ini sudah ada sejak tahun 2004 lalu, penyanyi-penyanyi tenar yang dihasilkan juga banyak yang masih bertahan di dunia musik hingga kini. Seleksinya dilakukan di beberapa kota besar di Indonesia, seperti Suarabaya, Jakarta, Bandung, dan juga Medan. Untuk masuk sebagai peserta audisi, kamu harus sabar dan rela mengantre, karena ada ribuan manusia yang juga berjuang di ajang yang sama.

Seorang mantan peserta Indonesian Idol bernama Al Ghufron, melalui kanal YouTubenya bercerita panjang lebar tentang proses audisi ini. Nyatanya, untuk bisa bertemu dengan para juri ini tidaklah semudah yang dibayangkan loh. Al Ghufron ini sendiri masuk dalam 50 besar peserta tahun lalu (2018). Ada 4 tahapan yang harus dilewati oleh para calon idol ini untuk bisa bernyanyi di hadapan para juri.

Yang pertama, semua kontestan wajib mendaftarkan diri mereka di website resmi Indonesian Idol untuk kemudian mengisi biodata. Tahap kedua, para idol ini akan dibagi lagi ke dalam satu kelompok yang isinya 10 orang. Mereka ini akan mengantre di dalam bilik untuk audisi pertama kalinya. Nah, dalam tahap ini, para kontestan akan berhadapan dengan juri lokal yang biasanya juga seorang pelatih vokal. Dalam audisi ini, mereka akan mendapatkan kartu berwarna merah, kuning dan biru. Jika mendapat kartu biru, artinya mereka maju ke babak selanjutnya.

Sedangkan kartu merah artinya mereka akan tetap masuk namun dengan catatan-catatan alias lulus bersyarat. Misalnya saja, kontestan tersebut memiliki kemampuan unik atau lucu. Dan yang terakhir adalah kartu kuning. Jika kontestan mendapat kartu ini berarti belum beruntung.

Tahap ketiga, setelah lolos di audisi pertama, peserta akan masuk sebuah ruangan dan bernyanyi di depan kamera. Di sini yang menilai masih juri lokal, dengan didampingi oleh orang-orang dari pihak Indonesian Idol. Pada tahap ini, peserta bisa bernyanyi lebih panjang. Namun, yang terpenting adalah attitude dan sikap kepada para juri.

Setelah audisi ini, akan ada audisi selanjutnya, di mana para calon idol akan diminta bercerita tentang pengalaman mereka, kehidupan pribadi, dan lain-lain. Kalau lolos di tahap interview singkat ini, pihak Indonesian Idol akan menelepon kembali. Kalau sudah ditelepon, selamat deh, artinya sang peserta bisa bertemu dengan para juri artis.

Peserta Idol 2019 [sumber gambar]
Dari cerita Al Ghufron ini, ternyata banyak peserta lain yang juga membagikan pengalamannya. Bahkan, mereka menyebut bahwa di dalam uudisi Indonesian Idol juga ada settingan dan hal-hal yang membuat peserta yang sebenarnya ‘tidak layak’ bisa lolos dan bertemu dengan juri artis. “Gue ikut audisi idol 2019. Baru tau setelah ngalamin sendiri. Bnyk bgt peserta yg suaranya amazing. Tp gak kepilih. Dan banyak juga yg nawarin ‘fast track’ berbayar. Yg lgsg audisi dgn juri artis. Kecewa bgt waktu itu. Krn ngerasain sendiri”, komentar Siti Fadilah.

BACA JUGA: Pulang Nggak Bawa Piala, 7 Runner Up Indonesian Idol Ini Lebih Tenar daripada Sang Juara

Apakah kamu juga pernah mengalami hal yang sama, atau mungkin kamu hanya penikmat saja? Beri komentar di bawah ya!!