Jadi pemimpin pasti punya beban tersendiri, orang yang udah terpilih atau memang menginginkan jabatan tersebut pastilah orang yang berkualitas. Mulai dari kepandaian untuk membagi tugas, kecerdasan emosi supaya nggak gegabah mengambil keputusan, sampai ia harus banyak mengorbankan waktu pribadi demi perusahaan. Keberadaan pimpinan tentu membuat kerjaan karyawannya lebih terarah, tapi tentu nggak semua karyawan bisa nyaman dengan bos-nya. Apalagi kalo ternyata si bos nggak bisa melaksanakan tugasnya dengan baik dan seringnya marah-marah.

Ditambah mungkin nggak banyak teman kantormu yang bisa ‘peka’ terhadap situasi, bisa-bisa ia membuat si bos makin marah deh. Tapi tentu bos galak bukanlah alasan yang rasional untuk berhenti bekerja di tempat tertentu. Tapi jika bos terus-terusan nggak menyenangkan, maka suasana kerja juga nggak kondusif. Kalo udah gini siapa yang betah bisa kerja di kantor berlama-lama? Jika kamu termasuk karyawan yang kebetulan punya bos menyebalkan, coba simak lima cara berikut agar kamu nggak jadi korban dan kamu akan lebih ‘disayang’ sama orang kantor!

Kenali situasi, biasanya si bos akan marah-marah waktu ngapain?

Kenali penyebab kemarahannya. (Source)

Ini yang paling mudah sih, coba selalu jeli memperhatikan suasana di kantor dan kira-kira apa sih yang membuat si bos akhirnya marah-marah? Apakah karena ada yang telat? Atau karena kantor yang berantakan walaupun sedikit? Nah ini bisa kamu jadikan kesempatan yang baik untuk ‘bersinar’, ingatkan teman-temanmu jika ada yang bisa membuat si bos nanti marah-marah, kalau ada yang suka telat misalnya, kamu bisa bantu ingatkan agar ia datang lebih awal.

Mengerjakan apa yang tidak diperintahkan langsung

Jadi karyawan yang gerak cepat. (Source)

Kalau yang ini memang butuh tenaga ekstra sih, tapi dijamin deh bos manapun akan lebih senang jika ada karyawannya yang sudah mengerti bagaimana kerja yang cerdas. Misal kamu tau si bos harus membuat laporan, pastikan kerjaanmu udah kelar duluan dan tawarkan bantuan yang ia butuhkan. Bantuan-bantuan kecil ini akan meminimalisir ia marah-marah nantinya.

Pastikan si bos tau kalo kamu itu ‘ada’

Cari perhatian dulu ke si bos. (Source)

Kerja di perusahaan besar memang enak, ada banyak fasilitas dan juga banyak keuntungan koneksi. Tapi jika jumlah karyawannya banyak banget, kesempatanmu untuk jadi ‘anak emas’ juga lebih sedikit. Coba deh sesekali sempatkan untuk menyapa dan cobalah hadir sebagai solusi, kalau ia sedang marah-marah, jadilah orang yang berani memberikan tanggapan jika diminta. Kalo udah selesai ‘nyemprot’ karyawannya, coba minta maaf juga. Walaupun kelihatannya ‘maksa’, setidaknya si bos tau kamu itu ada.

Meskipun galak, tetap usahakan ngobrol

Banyakin ngobrol biar akrab nggak gampang salah paham. (Source)

Beban jadi seorang pemimpin memang nggak bisa dibilang ringan, plus dia punya tanggung jawab berat untuk mengurusi karyawan banyak sampai nggak sempat untuk ngobrol hal-hal diluar pekerjaan. Nah, kamu bisa coba untuk tetap mengajak dia ngobrol, nggak bahas apa-apa sih, basa basi aja juga boleh kok.

Kepoin tentang kehidupannya diluar kantor

Kepoin dikit biar makin akrab. (Source)

Apa sih yang sebenernya membuat si bos suka marah-marah di kantor? Apakah dia tipe orang yang kebetulan emosian, atau ternyata orang-orang di kantor jadi tempat pelampiasannya dia aja karena punya masalah di rumah? Ketika kamu bisa ngerti seperti apa kehidupannya di luar kantor, kamu pun akan lebih mudah cari bahan obrolan dan membuatnya good mood. Minimal waktu rapat mood nya udah oke deh.

Bukan maksud jadi ‘penjilat’ sih, tapi kenyataannya menjaga hubungan baik itu selalu penting kan? Apalagi di dunia kerja memang perlu koneksi-koneksi yang kuat kalau mau karir lancar. Intinya sih Saboom jangan sampai terlena juga gara-gara dekat dengan si bos menghancrukan pertemanan dengan orang lain. Kamu pernah punya pengalaman yang nggak banget dengan si bos? Ceritain deh di kolom komentar!