Kejadian orang yang terseret dan tenggelam di lautan maupun pantai memang sering sekali terjadi. Namun, dari banyak kejadian, cerita kali ini mungkin masuk dalam salah satu keajaiban yang terjadi. Seorang perempuan asal Kampung Cibunar, Desa Gunung Gede Pangrango, Sukabumi kembali ditemukan di tempat yang sama setelah hilang lebih dari setahun.

Kemarin, (1/6) Nining membuat kaget semua keluarganya karena ia pulang ke rumah dalam kondisi baju yang basah kuyup. Tak hanya itu saja, baju yang ia kenakan tampak penuh dengan pasir pantai. Dari keajaiban yang terjadi, begini fakta yang berhasil dirangkum Boombastis dari berbagai sumber.

Tenggelam pada awal Januari 2017

Tim SAR pencari Nining saat hilang [Sumber gambar]
Seperti berita yang pernah dibuat oleh detik.com, Nining Sunarsih (52) tenggelam dan hilang di pantai Palabuhanratu, Sukabumi, pada Minggu sore (8/1/2017). Ketika itu ia sedang bermain-main di pinggir pantai. Tak disangka, ombak besar datang menyeret tubuhnya ke tengah laut. Yang menjadi saksi dari kejadian ini adalah kerabat korban sendiri –yang juga tak bisa berbuat apa-apa. Pencarian oleh tim SAR dilakukan setelah ada laporan orang hilang, namun hingga malam jasadnya masih belum ditemukan.

Dikabarkan meninggal dan penemuan jasad tak bernama

Ilustrasi penemuan tengkorak di pantai [Sumber gambar]
Pencarian Nining ini dilakukan selama satu minggu. Hingga pada tanggal 14 Januari dikabarkan ada sosok yang ditemukan di pinggir pantai di Cisolok. Sayangnya, kepala korban saat itu sudah menjadi tengkorak, kelaminnya juga belum diketahui karena sudah membusuk dan tinggal tulang. Jenazah tersebut sempat divisum dan dinyatakan perempuan. Walau tim sepakat meyakini mayat tersebut sebagai Nining, pihak keluarga tidak menerima. Mayat tersebut pada akhirnya dimakamkan di pemakaman umum atas nama Mr X (orang tak bernama).

Mimpi kerabat dan Nining yang minta dijemput pulang

Nining yang ditemukan 1,5 tahun kemudian [Sumber gambar]
Kejadian ini mungkin sempat membuat keluarga terpukul, namun waktu 1,5 tahun rasanya cukup meyakinkan bahwa NIning memang sudah meninggal terseret ombak pantai. Ajaib, ia diantar pulang oleh pamannya yang bernama Jejen. Sebelumnya, Jejen memang sudah tiga hari berturut-turut memimpikannya. Dalam mimpi, Nining meminta dijemput di tempat dulu ia tenggelam. Seperti yang diceritakan Tating ibunda Nining, hanya butuh sepuluh menit untuk menemukan Nining yang tergeletak di pasir pantai. Mereka tiba di Palabuhanratu sekitar pukul 23.50 WIB, tepat pukul 00.00 Nining dibawa pulang oleh keluarganya.

Kondisi pakaian yang masih bagus

Mendapat pemeriksaan di RSUD [Sumber gambar]
Ketika dibawa pulang ke rumah, Nining masih dibalut pakaian yang ia kenakan di hari ia dinyatakan hilang. Baju, celana serta sandal tersebut tak lapuk terkena air, karetnya pun masih berfungsi dengan baik, hanya saja semua tubuhnya penuh pasir. Kondisi Nining pun sangat lemas, ketika ditanya tidak menjawab. Tatapannya kosong dan tampak seperti orang bingung. Pihak keluarga yang membawanya ke dokter juga diberitahu kalau ia berada dalam kondisi yang sangat drop.

Kejadian ajaib ini pastinya membuat keluarga Nining sangat bersyukur. Namun, tetap menjadi catatan untuk Sahabat semua yang suka bermain di pantai, ketika ombak besar akan datang jangan terlalu bermain ke bagian tengah. Meskipun punya kemampuan renang yang memadai, ombak yang besar bisa saja menyeretmu hingga tenggelam.