Meski Tidak Memiliki Kaki, Pria Ini Rela Tidak Dibayar Demi Mengatur Lalu Lintas

Meski tidak sempurna, tapi hatinya lebih mulia

oleh Arief Dian
08:00 AM on Apr 14, 2017

Menjadi seorang yang peduli pada yang lainnya tidak harus kaya. Cukup dengan hal sepele seperti membantu lansia menyeberang jalan, membersihkan sampah berserakan, itu sudah merupakan hal yang besar. Sayangnya banyak orang masih menunggu sukses atau kaya dulu baru membantu orang lain.

Hal itu sangat berbeda dengan apa yang dilakukan seorang penyandang cacat di Tangerang. Justru karena dia kekurangan, dia malah mengabdikan dirinya pada lingkungan. Tanpa bayaran, dia rela menjadi seorang penjaga lalu lintas. Sangat mulia dan terhormat sekali sikap orang ini. Tertarik dengan sosok itu? Simak ulasan berikut.

Baca Juga
10 Ilustrasi Ini Bikin ‘Kids Zaman Now’ Sadar Bahwa Perbuatannya Sungguh Merugikan
5 Daerah di Indonesia Ini Berhasil Cetak Wanita Cantik dan Berpendidikan Tinggi, Jomblo Masuk

Bukan seorang yang sempurna

Tidak punya kaki [image sourc]
Tidak seperti orang lainnya, Supardi bukanlah seorang yang sempurna. Akibat kecelakaan Supardi harus merelakan kakinya harus diamputasi. Malang nian nasib orang ini, akhirnya dia harus berjuang keras demi hidup. Namun Supardi terbilang sangat tabah, dengan cobaan yang berat seperti itu dia masih tidak menyerah dalam hidup. Orang seperti Supardi ini yang seharusnya dicontoh, semangatnya harus bakal menginspirasi yang lainnya. Uniknya dalam keadaan seperti itu Supardi masih saja berkorban demi orang lain.

Pernah menjadi seorang kondektur

Pernah jadi kondektur [image source]
Sebelumnya Supardi adalah seorang kondektur bus. Namun karena kecelakaan saat dia bekerja membuat Pardi harus merelakan kakinya. Karena kejadian tersebut Pardi sempat down namun tak selang beberapa lama semangatnya kembali pulih. Dia tetap tegar menahan cobaan hidup yang begitu berat, asam garam kehidupan telah dilalui oleh seorang Pardi. Setelah kecelakaan, pardi sempat beberapa lama tidak bekerja, namun kemudian dia memilih bangkit dari keterpurukan dengan bekerja dengan apapun yang dia miliki. Pardi jelas tidak mau mengemis ataupun meminta-minta.

Sering mendapatkan perilaku buruk

Tidak pernah menyerah [image source]
Banyak sekali perilaku buruk yang didapatkan Pardi saat melakukan kegiatannya. Sering yang seenaknya nyelonong saat di atur, ada juga yang berkata kasar. Perlakukan tersebut baginya hanya seperti bumbu dalam kehidupannya. Pardi tidak mau mengambil hati masalah tersebut. Dia memaklumi hal tersebut karena mungkin orang-orang itu memang sedang terburu-buru karena hal terdesak. Pardi tidak mau menyalahkan mereka. Kesabaran Pardi ini patut diacungi jempol karena dia tetap tabah meskipun bakal banyak orang yang berperilaku buruk padanya. Memang itulah yang bakal di alami oleh seorang relawan penjaga lalu lintas seperti dia, apalagi dia fisiknya bukanlah orang yang sempurna, pasti bakal lebih buruk perlakukannya

Rela tidak dibayar

Rela tidak dibayar [image source]
Menjadi seorang relawan berarti rela untuk mengabdikan dirinya meskipun tidak akan mendapatkan uang sepeser pun. Tidak ada yang membayar Pardi, mungkin beberapa orang yang memberikan uang seadanya saat dia melakukan tugasnya. Tanpa ada niatan khusus, dia hanya ikhlas dalam mengabdikan dirinya. Cuma dengan menjadi seorang penjaga lalu lintas dia merasa bisa berguna bagi masyarakat. Pardi sudah tidak memiliki kaki, hal yang bisa dia lakukan sangat terbatas. Namun dari pada menyerah, Pardi lebih memilih untuk berjuang sekuat tenaga. Dan ya, hanya ini yang dapat dia lakukan. Banyak orang yang kadang memberikan sedikit rezekinya saat di jalan raya, Pardi bersyukur, mungkin itulah tambahan rezeki yang dilimpahkan Tuhan terhadap dirinya. Lebih baik seperti itu daripada dirinya harus meminta-minta seperti disabilitas lainnya.

Hal yang dilakukan Pardi seharusnya menjadi contoh buat kita. Apalagi Pardi bukanlah orang yang sempurna, bahkan dia rela mengabdi tidak dibayar demi orang lain. Kita seharusnya sangat malu dengan apa yang Pardi lakukan. Semangatnya dan kepeduliannya harus kita tiru, apalagi kita lebih sempurna ketimbang Pardi.

Next
Like us on Facebook Follow us on Twitter
ARTIKEL LAINNYA
ARTIKEL PILIHAN
5 Kejadian Nyleneh Orang Indonesia yang Terekam Google Street View, Awas Ngakak! Potret Kehidupan Mewah Anak Orang Kaya di Hong Kong yang Dijamin Membuatmu Melongo 12 Kelakuan Pengguna Medsos “Kelewat Awam” Ini Dijamin Bikin Kamu Ngakak Jengkulitan Kisah Sedih Eva, Calon Pengantin Yang Tertabrak Kereta Saat Mengantar Undangan Pernikahannya Salut! 5 Artis Tajir Ini Nggak Segan Pamerkan Kelakuan Bak ‘Rakyat Jelata’ di Sosial Media Kocak, Obrolan Orang Mesum PDKT Ngajak Chatting Endingnya Malah Bikin Ngakak 7 Aktris Sinetron Kolosal Cantik dan Seksi ini Pernah Menghiasi Layar Kaca Kamu Zaman Dulu 5 Ibu Mertua Paling ‘Membahayakan’ Sedunia Inilah Perubahan Wajah Thalia Maria Marcedes dari Cantik Sampai Cantik Banget Dulu Terkenal Sering Tampil Hot, Begini Kabar ‘Mama Abdel’ Sekarang yang Makin Bikin Deg-degan Inilah Perbandingan Kekuatan Militer Palestina dan Israel, Ibarat Semut Lawan Gajah Inilah 4 Pernikahan Super Mewah Anak Pejabat dan Konglomerat Indonesia yang Bikin Mata Terbelalak Inilah 4 Alasan Mengapa Israel Harus Tunduk Hormat pada Indonesia Inilah 11 Status Kocak “Emak Zaman Now” di Medsos yang Bikin Minder Anak Muda Karena Kalah Eksis 10 Postingan Nyeleneh Pengguna Medsos Pamer Kemesraan, Berasa Pingin Nampol Lihatnya Inilah Beberapa Kelakuan ‘Gak Lazim’ Saat Terjadi Kecelakaan Lalu Lintas, Kamu Pasti Salah Satunya 14 Tahun Berlalu, Begini Kabar Pemain Sinetron “Di Sini Ada Setan” yang Dulu Bikin Kamu Bergidik Ngeri Mulai dari Tikus hingga Lumpur, Inilah 4 Negara Miskin yang Konsumsi Makanan Seadanya Belum 30 Tahun, 5 Cewek Cantik Zaman Now Ini Sudah Bergelimang Harta, Hampir Saingi Syahrini! Foto-Foto Ini Memperlihatkan Betapa Seru dan Kocaknya Adegan di Balik Layar Film Superhero Idaman Anak 90-an
BACA JUGA