in

Prahlad Jani, Pertapa India yang Dipercaya Mampu Hidup Meski Berpuasa Selama 70 Tahun

Tubuh manusia memang memiliki batas tertentu untuk menahan lapar dan haus. Ahli gizi dari Universitas Gadjah Mada, Perdana Samekto MSc RD yang dikutip dari Kompas (18/10/18) mengatakan, manusia hanya bisa bertahan 4-7 hari. Tergantung dari situasi dan kondisi yang ada. Namun, hal tersebut nyatanya tak berlaku bagi seorang pria bernama Prahlad Jani.

Sebagai seorang Yogi alias pertapa, Prahlad Jani yang berasal dari India mengaku bahwa dirinya berpuasa alias tidak makan maupun minum selama 70 tahun. Bahkan, dokter militer sempat ditugaskan untuk melakukan pengamatan sepanjang waktu selama dua minggu terhadap dirinya. Lantas, seperti apa sosok Prahlad Jani?

Tidak maka dan minum selama 70 tahun lamanya

Sosok Prahlad Jani sempat membuat heboh India lantaran kemampuannya yang luar biasa, yakni menahan lapar dan haus hingga 70 tahun lamanya. Hebatnya lagi, klaim tersebut juga didukung sejumlah ilmuwan yang memiliki keahlian dalam studi orang-orang dengan kemampuan spiritual.

Berkat kemampuannya tersebut, Prahlad sukses mengguncang India dan mengundang rasa kagum sekaligus sejuta pertanyaan yang belum terjawab. Hingga pada suatu saat, ilmuwan dari Organisasi Pengembangan Penelitian Pertahanan India memutuskan untuk meneliti dirinya.

Diawasi secara ketat oleh para dokter ahli

Berita soal kemampuan Prahlad yang mampu menahan lapar dan haus dalam durasi yang lama, membuat dirinya menjadi obyek penelitian ilmuwan dan militer India. Dilansir dari Telegraph, (29/4/2010), Prahlad kemudian ditempatkan di ruangan isolasi khusus dan diawasi secara ketat.

Sosoknya diteliti oleh ilmuwan dan militer India [sumber gambar]
Bagi organisasi pertahanan dan riset India, pihaknya merasa tertarik akan kemampuan yang dimiliki oleh Prahlad karena sanggup bertahan hidupnya tanpa makan dan minum. Selama enam hari di bawah pengawasan, tubuhnya bahkan masih tetap segar tanpa menderita dehidrasi atau gejala malnutrisi lainnya.

Tanggapan para pakar mengenai sosok Prahlad Jani

Kondisi Prahlad yang tetap prima meski tak makan dan minum dalam jangka waktu yang lama, mengusik perhatian pakar kesehatan Dr. Michael Van Rooyen dari Harvard’s Brigham and Women’s Hospital. Dirinya beranggapan bahwa mustahil petapa tersebut mampu bertahan tanpa asupan sama sekali.

Kemampuan Prahlad Jani yang menggemparkan [sumber gambar]

Bahkan meski penelitian dan riset telah menunjukkan hal yang demikian, ia tetap saja tidak percaya. Dr. Michael bersikukuh adanya makanan yang kemungkinan dikonsumsi oleh sang petapa. Bagi Prahlad, ia justru menganggap kemampuannya tersebut sebagai anugerah spiritual yang luar biasa.

Sempat bertemu dengan sosok dewi yang membuatnya tak lapar maupun haus

Sejak usia 7 tahun, Prahlad telah memutuskan untuk hidup berkelana sebagai pertapa. Alhasil, apa yang dicapainya hingga saat ini membuat dirinya sangat dihormati. Julukan sebagai Breatharian – yakni seorang yang dapat hidup sendiri secara spiritual, melekat pada dirinya.

Bertemu sosok Dewi yang memberinya ramuan ajaib [sumber gambar]
Selama masa pertapaannya itulah, ia bertemu dengan sosok yang disebutnya sebagai ‘dewi’. Dirinya mengaku bahwa kekuatannya menahan lapar dan haus merupakan anugerah dan bantuan dari sang ‘dewi’, yang menuangkan ramuan ajaib melalui rongga-rongga atas mulutnya.

BACA JUGA: Ngebleng, Ritual Puasa Ekstrem Ala Jawa yang Katanya Bisa Bikin Sakti

Apa yang ditunjukkan oleh seorang Prahlad Jani memang sungguh luar biasa. Ketahanan tubuhnya lewat puasa ekstrem yang dilakukan, memancing rasa kagum sekaligus penasaran. Hal apa gerangan yang dilakukannya hingga sanggup tak makan dan minum dalam jangka waktu yang lama. Namun ada kabar yang mengatakan jika sosok ini sudah meninggal beberapa waktu lalu.

Written by Dany

Menyukai dunia teknologi dan fenomena kultur digital pada masyarakat modern. Seorang SEO enthusiast, mendalami dunia blogging dan digital marketing. Hobi di bidang desain grafis dan membaca buku.

Leave a Reply

Misteri Batara Karang, Sosok Jenglot yang Dianggap Sebagai Pertapa Sakti Berwujud Manusia

Al-Arba’iniya, Metode Karantina Temuan Ilmuwan Muslim yang Kini Digunakan Melawan Covid-19