Wilayah bumi yang terhampar dengan gugusan pulau dan samuderanya yang luas, ternyata masih banyak menyimpan kawasan-kawasan tertentu yang masih menjadi misteri. Salah satunya adalah tempat yang bernama Point Nemo alias “tidak seorang pun”jika diterjemahkan ke dalam bahasa latin. Disebut demikian karena memang tak seorang pun pernah secara terang-terang menjamah tempat tersebut.

Dilansir dari cnnindonesia.com, lokasinya yang diapit oleh tiga benua yakni Australia, benua Amerika (bagian selatan), dan benua Antartika, terkesan sangat terpencil dan jarang diperhatikan. Tak heran jika keberadaan Point Nemo kemudian dimanfaatkan sebagai “kuburan” yang nyaman bagi satelit-satelit yang purna tugas setelah melanglang buana di angkasa. Seperti apa lokasinya?

Lokasi misterius yang jarang dikunjungi manusia

Lokasi terpencil yang diapit oleh tiga benua [sumber gambar]
Point Nemo telah menjadi wilayah sepi yang memang jarang diperhatikan oleh manusia kebanyakan. Dikutip dari laman allthatsinteresting.com, kawasan yang Terletak di 48 ° 52,6′S 123 ° 23,6′W tersebut, bahkan dikatakan sebagai antah berantah karena karakteristik lokasi yang dikelilingi oleh lebih dari 1.000 mil lautan di setiap arah. Bisa dibilang, Point Nemo merupakan titik awal sebagai tempat yang di lautan yang jauh dari daratan. Dilihat dari fakta yang ada, tak ada seorang pun yang tinggal berdekatan di wilayah tersebut.

Digunakan sebagai tempat terkuburnya rongsokan satelit

Menjadi terminal akhir bagi wahana antariksa yang dipensiunkan [sumber gambar]
Karena sepi dari kehidupan manusia, Point Nemo pun dijadikan semacam “kuburan” yang tidak resmi daripada satelit dan wahana angkasa lainnya yang telah purna tugas. Dilansir dari cnnindonesia.com, laboratorium ruang angkasa milik Rusia, Mir dengan berat 120 ton ini pernah diarahkan untuk mendarat di tempat ini pada 2001 lalu. Hal ini kemudian diikuti oleh Tiongkok yang juga memilih arah utara dari Point Nemo sebagai lokasi jatuhnya Wahana Antariksa Tiangong-1. Bahkan, wahana Stasiun Luar Angkasa Internasional yang berbobot 420 ton itu, rencananya juga akan dikubur di Nemo Point jika pensiun pada 2024 mendatang.

Ditemukan hanya lewat komputer tanpa dijelajahi secara langsung

Ditemukan lewat komputer dan belum dijelajahi secara langsung [sumber gambar]
Pada tahun 1992, insinyur survei Hrvoje Lukatela menemukan titik di lautan yang paling jauh dari daratan menggunakan program komputer, yang menghitung koordinat jarak terbesar dari tiga koordinat daratan yang berjarak sama. Sangat mungkin tidak ada manusia yang pernah melewati koordinat itu sama sekali. Sang penemu, bahkan belum pernah sekalipun mengunjungi lokasi Point Nemo. Lokasi samudera yang terpencil ini berjarak 2.688 kilometer dari daratan terdekat — Pulau Ducie, bagian dari Kepulauan Pitcairn, di utara; Motu Nui, salah satu dari Kepulauan Paskah, ke timur laut; dan Pulau Maher, bagian dari Antartika, ke selatan.

Suara misterius yang sempat terdengan di sekitar Point Nemo

Salah satu kejadian misterius yang belum terpecahkan adalah, adanya suara misterius berupa bunyi gelembung yang tertangkap di sekitar perairan yang masuk wilayah Point Nemo. Dikutip dari allthatsinteresting.com, para ilmuwan terkejut ketika, pada 1997, mereka mendeteksi salah satu suara bawah laut paling keras yang pernah direkam di dekat kutub. Temuan yang dinamai sebagai “The Bloop” itu, tertangkap oleh mikrofon bawah air yang terpisah lebih dari 3.000 mil. Hingga saat ini, belum ada penjelasan lebuh lanjut tentang suara tersebut. Mengingat, lokasi Point Nemo yang juga terpencil dan jarang didatangi manusia.

BACA JUGA: 4 Tempat yang Lebih Misterius dari Segitiga Bermuda

Aneh tapi nyata. Gambaran itulah yang cocok disematkan pada keberadaan Point Nemo yang misterius. Meski banyak spekulasi yang ada, toh belum ada penelitian dan kunjungan secara empirik yang mengorek informasi tentang wilayah tersebut. Hingga kini, Point Nemo hanya sebatas dikenal sebagai wilayah perairan yang sepi, dan belum terjamah tangan-tangan manusia. Tak ayal, Point Nemo pun menjadi misteri yang menunggu untuk diungkap.