Umumnya pekerjaan berisiko kematian biasanya dibayar dengan gaji yang luar biasa. Semisal tukang las bawa laut yang bisa saja dapat banyak bahaya saat bertugas. Tentu harus ada alat pengaman yang menunjang mereka dan menjamin keselamatannya. Mengingat taruhannya adalah hidup dan mati.

Namun ternyata malah ada pekerjaan yang gajinya minim namun resikonya nyawa. Ya merekalah petugas drainase di kota Dhaka, Bangladesh. Lalu kenapa pekerjaan mereka dianggap sangat berbahaya? Biar gak penasaran, simak ulasan berikut ini.

Keadaan drainase membuat warga jadi tersiksa

Memang yang namanya sanitasi adalah hal yang penting untuk kehidupan. Bagaimana tidak, kalau saja hidup di lingkungan air kotor, maka kesehatan pun bisa terancam. Tak dapat dipungkiri kadang keadaan sanitasi di Indonesia memang butuh peningkatan. Namun ternyata ada yang lebih parah loh.

Keadaan Drainase parah [sumber gambar]
Ya, tepatnya di Dhaka Bangladesh, keadaan di sana hampir serupa di sungai-sungai keruh di India. Bahkan gorong-gorong dan selokan pun sering mengalami mampet hingga air berubah menjadi gelap pekat. Keadaan diperburuk dengan banjir, hujan deras dan kurangnya drainase yang menyalurkan air. Jadi jangan kaget kalau keadaan pembuangan air dan limbah di sana gak karuan.

Para petugas dikerahkan dengan alat seadanya

Jangan harap kalau yang dilakukan oleh petugas gorong-gorong atau selokan di Bangladesh ini sama dengan yang ada di kita. Alih-alih menggunakan perlengkapan canggih untuk terjun ke saluran air, yang ada malah mereka setengah telanjang masuk ke drainase.

Peralatan seadanya [sumber gambar]
Mirisnya lagi hampir tak ada alat canggih satu pun yang digunakan, kalau pun ada mungkin hanya sekedar penggaruk saja untuk menyingkirkan sampah. Tak tanggung-tanggung, mereka bahkan masuk dalam drainase yang airnya sudah sangat hitam dan lengket seolah sudah berubah menjadi lumpur. Tentu bukan tanpa resiko mereka melakukannya, namun semua agar sumbatan di sana bisa dihilangkan.

Resikonya, kesehatan bisa saja jadi semakin memburuk

Berkutat dengan limbah yang dibuang di drainase tentunya bukan tanpa resiko. Apalagi melihat kalau airnya sudah berubah hitam seperti itu. Tentu masalah kesehatan bisa jadi ancaman utamanya. Mulai dari sekedar iritasi hingga penyakit serius lainnya bisa menjangkiti kapan saja. Kemungkinan kematian pun bisa terjadi.

Resiko gak main-main [sumber gambar]
Namun salutnya mereka tetap melakukan pekerjaan tersebut meskipun tahu tak ada alat yang menopang agar lebih minim bahaya. Apalagi mereka bekerja pada sebuah perusahaan yang ternama, Dhaka City Coorporetion, sehingga tak boleh main-main dalam menjalankan tugasnya. Pun demikian, mereka tak sendiri ada rekan kerja lain yang siap menemani.

Bayaran tak seberapa, namuan taruhannya luar biasa

Seperti yangt sudah diketahui kalau pekerjaan yang dilakoni oleh para pekerja dari Dhaka City Coorperation ini bukan main-main. Bagaimana tidak, tanpa ada satu pun alat yang menempel di tubuhnya, mereka harus berusaha keras untuk membersihkan drainase. Tentu kita berpikir dengan taruhan seperti itu tentunya bayaran tinggi pun menanti, ternyata tidak justru malah mereka digaji dengan harga yang terlampau murah.

Dibantu beberapa rekan [sumber gambar]
Bayangkan saja, seharinya para pekerja ini dibayar sekitar Rp 138 ribu, tentu gaji ini seharusnya sangat berbanding terbalik dengan resiko yang ada. Kalau dihitung bisa saja satu bulan dapat 30 juta, asal ada 30 drainase tersumbar dan petugas tak kena penyakit berat. Kalau semisal ada alat canggih untuk meringankan pekerjaan oke saja, lah ini kaca mata selam pun tak pakai.

Melihat nasib para pekerja drainase ini seharusnya membuat kita sadar. Ya, bisa dibilang kalau kita lebih beruntung dari mereka. Entah itu dari segi mudahnya pekerjaan hingga bayaran yang diterima. Lalu seharusnya kita malu jika harus terus mengeluh.