Indonesia tampaknya masih belum lepas sepenuhnya dengan tindakan main hakim sendiri. Sikap yang tampaknya telah mendarah daging dan seolah menjadi kultur dalam lapisan sosial tersebut, kian diperparah dengan minimnya kesadaran masyarakat. Alhasil, anarkisme dan kebrutalan seolah menjadi jawaban absolut bagi segala macam peristiwa.

Ironisnya, aksi kekerasan yang makin sering ditemui dewasa ini malah dilakukan oleh seorang Perwira Polisi terhadap bawahannya. Bukannya menjadi teladan dan contoh yang baik , sosok tersebut malah bersikap sebaliknya. Sosok Polisi bernama Ekotrio Budhiniar itu, diketahui menghajar ketujuh anak buahnya karena permasalahan sepele.

Saat itu, mobil sang Perwira sedianya akan masuk ke dalam Markas Pusdikmin Markas Pusdikmin Lemdikpol, Gede Bage, Bandung, Jawa Barat melalui gerbang. Dilansir dari nasional.tempo.co, kendaraan yang ditumpangi terhalang oleh mobil ‘boks’ milik katering yang merintangi jalan. Alhasil, Ekotrio pun terpaksa menunggu agar bisa masuk.

Gerbang Pusdikmin Lemdikpol, Gede Bage, Bandung, Jawa Barat [sumber gambar]
Karena tak sabar dan merasa jenuh menunggu, ia pun keluar dari kendaraan dan langsung melabrak petugas jaga. Tak hanya puas dengan mengeluarkan kata-kata, Ekotrio juga melakukan penganiayaan terhadap anak buahnya yang saat itu sedang berjaga di pos. Tak kepalang tanggung, sang Perwira menggunakan helm baja yang kemudian dihantamkan di kepala tujuh anak buahnya.

Kepala bocor dihantam hel besi [sumber gambar]
Kapusdikmin menghantam semua anggota piket yang terkumpul menggunakan helm baja secara bergantian di bagian kepala,” ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Polri Brigjen Pol Muhammad Iqbal yang dilansir dari medan.tribunnews.com.

Peristiwa miris tersebut tentu menimbulkan permasalahan tersendiri. Baik bagi anggota Polisi yang dianiaya hingga Kombes Ekotrio sendiri. Mereka yang dianiaya, ada yang mengalami luka pada bagian kepala. Salah satunya bahkan sampai muntah-muntah.

Bocor karena dihantam helm besi [sumber gambar]
Ada satu yang sempat muntah-muntah. Ada yang robek kepalanya, benjol kepalanya,” ujar Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri Irjen Pol Setyo Wasisto yang dilansir dari kompas.com.

Tak menunggu lama, Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian langsung merespon permasalahan tersebut dengan cepat. Berdasarkan Surat Telegram Kapolri Nomor ST/1572/VI/KEP/2018,Kombes Ekotrio Budhiniar diberhentikan dari posisinya sebagai Kepala Pusat Pendidikan Administrasi Lembaga Pendidikan Polri (Kapusdikmin Lemdikpol) dan dimutasi ke tempat lain.

Dimutasi langsung oleh Kapolri [sumber gambar]
Tak hanya diberhentikan dari posisinya, Kombes Ekotrio Budhiniar juga harus menghadapi sanksi pidana atas aksinya tersebut. Selain menimbulkan korban luka-luka, tindakan yang dilakukannya bukan merupakan cerminan dari seorang Perwira kepolisian. Ia pun digeser dari jabatan sebelumnya sebagai bentuk hukuman karena dianggap tidak berkompetensi di tempat asal.

Sudah jatuh tertimpa tangga pula. Barangkali pepatah itulah yang cocok untuk sosok Ekotrio Budhiarto. Selain dicopot dari jabatannya, ia juga dipindah ke tempat lain dan bakal dijerat dengan tindak pidana penganiayaan. Terbukti, pangkat dan jabatan ternyata masih menjadi alat yang ampuh untuk bertindak sesuka hatinya. Miris ya Sahabat Boombastis.